ABSOLUTE WINNER SYSTEM

ABSOLUTE WINNER SYSTEM
BAB 052 - Aliansi Tandingan Para Pemimpin.


__ADS_3

“Bukankah selain dengan musyawarah, kita bisa melakukanya dengan pengambilan suara. Serta usulan kami barusan bahkan di dukung oleh lebih dari 10 Klan Besar, apakah hal ini masih diragukan lagi?”


Salah satu pemimpin klan besar mendekati Mansa dan berkata dengan nada tidak bersahabat. Baginya yang merupakan salah satu klan besar dan setara dengan Klan Malek milik Mansa, berbicara seperti itu masih tergolong boleh.


“Aku juga senang jika sahabatku sendiri yang memimpin kita semua. Tapi, kita juga harus membagi mengenai berbagai tugas seperti pemimpin perang, pengatur keuangan dan ketahanan pangan,” ucap Mansa.


“Jika kita hanya memedulikan mengenai perang, perang dan perang! Maka, tidak akan lama sampai akhirnya kita akan kalah secara struktural dengan musuh yang sudah memiliki sistem komando yang baik,” lanjut Mansa.


“Kami semua paham dengan apa yang hendak Anda katakan. Tapi bukankah itu bisa dibicarakan nanti. Atau bisa langsung dari penjukkan dari Pemimpin Aliansi yang sudah kita setujui?” sanggah pemimpin klan tadi.


Suasana Aula Tetua Sekte menjadi sangat panas, mereka semua memiliki pemikiran masing-masing mengenai cara dalam menghadapi masalah ini. Sampai akhirnya Alafin menengahi perdebatan panas ini.


“DIAM!” Alafin meninggikan suaranya dan mengeluarkan wibawanya sebagai seorang pemimpin yang agung.

__ADS_1


“Langkah pertama untuk menghadapi ini semua adalah dengan cara menentukan Pemimpin Klan terlebih dulu dengan musyawarah, tidak dengan pemungutan suara seperti barusan,” tegas Alafin.


“Sedangkan untuk pembagian tugas akan langsung menggunakan penunjukan dari Pemimpin Aliansi. Dengan begitu, rantai komando kita tidak akan amburadul, jadi jangan berdebat lagi!” tegas Alafin lagi.


Semua orang yang ada di aula itu langsung terdiam.


“Sekarang mari kita bicarakan mengenai pemilihan dan penunjukkan Pemimpin Aliansi Klan ini! Yang boleh berpendapat adalah Para Pemimpin Klan dan Ketua Sekte! Selain itu, harap untuk tidak berbicara!”


Setelah itu, mereka semua langsung masuk dalam pembahasan dan perundingan mengenai Pemimpin Klan.


Setelah pemutusan yang cukup alit, pada akhirnya tetap Alafin yang menjadi Pemimpin Aliansi Klan dan Wakilnya adalah Safiya, dimana ini sudah menjadi keputusan mereka semua bersama.


“Sekarang aku akan memberikan kendali penuh mengenai Jenderal Perang Aliansi pada Mansa, dia akan menjadi wakil kita semua dalam hal keputusan perang melawan musuh!” tegas Alafin langsung memutuskan.

__ADS_1


“Untuk kendali sebagai pengatur dan pemelihara keuangan serta ketahanan pangan akan aku berikan pada Tetua Sekte Odion, dia akan menjadi pengatur itu semua!”


“Untuk mengurus mengenai pelatihan pasukan, akan aku berikan tugas pada Ketua Sekte Jabari, termasuk untuk melatih pasukan khusus!”


“Aku juga akan menjadikan Laila sebagai Jenderal Propaganda yang bertugas untuk menghalau semua ajaran yang akan dikeluarkan oleh musuh!”


Alafin kemudian meneruskan sampai akhirnya semua orang penting dalam aliansi ini memiliki kendali dan tanggung jawab atas sesuatu.


“Kami semua menyetujui hal tersebut, kalau begitu kami semua akan berada dalam kepemimpinan Anda dan menjadikan Anda sebagai Pemimpin Aliansi Klan untuk mengalahkan Kaisar Tirani Pharaoh!”


Semua orang menerima tugas masing-masing, meskipun pada akhirnya masih ada yang tidak puas karena seakan-akan Alafin hanya mengandalkan orang-orang terdekatnya saja.


Tapi kebanyakan dari mereka semua tidak berani mengatakan hal tersebut dan ikut melakukan pengukuhan Alafin dengan kata-kata tadi. Inilah respon semua orang atas musuh dengan mendirikan Aliansi Tandingan.

__ADS_1


__ADS_2