ABSOLUTE WINNER SYSTEM

ABSOLUTE WINNER SYSTEM
BAB 049 - Samiri Murka, Sebuah Ultimatum!


__ADS_3

“Apakah kamu benar akan membiarkan aku hidup setelah ini?” tanya Jenderal Besar itu.


“Aku tidak bisa menjanjikan, tapi setidaknya kamu bisa membalas dendam pada Raja Elang yang sudah melakukan hubungan terlarang dengan beberapa istrimu itu,” ucap Alafin membuat Jenderal Besar panas.


“Aku tidak tahu darimana kamu mengetahui ini semua, tapi yang pasti semua perkataanmu benar, aku memang tahu mengenai hal tersebut dan aku sudah sangat jengkel pada bajingan Raja Elang itu!”


Jenderal Besar tanpa sengaja mengeluarkan tekananya yang setara dengan Ranah Saint Puncak. Sekarang fokusnya bukan lagi pada Alafin dan pasukan penyerang lainnya. Melainkan sudah berubah pada Raja Mahkota Elang.


Alafin menarik pedangnya dan membiarkan Jenderal Besar itu kembali ke Istana.


“Terima kasih sistem dengan semua informasi yang kamu berikan tadi. Alhasil, aku bisa mempengaruhi Jenderal Besar itu untuk membunuh Raja Elang dengan cara yang cukup mudah,” senang Alafin.


[Sama-sama, Master! Sekarang lebih baik Anda dan Klan Arabaz segera terbang lebih tinggi atau pergi dari Ibukota ini. Karena Tapak Suci Adofa sudah menguat dan sebentar lagi akan menghancurkan ibukota ini.]


“Baiklah, terima kasih peringatannya sistem!” jawab Alafin.


“Semuanya mari kita menunggu di luar Ibukota! Kita serahkan semua hal yang ada di ibukota ini pada Pasukan Immortal!” perintah Alafin pada seluruh Klan Arabaz melalui transmisi suara atau telepati.


“Baik, Tuan Muda!” jawab semua anggota Klan Arabaz.

__ADS_1


***


Kembali ke Istana Kerajaan Mahkota Elang.


“Kenapa kamu kembali tanpa membawa pasukan sama sekali, Jenderal Besar?” tanya Raja Elang heran.


“Kenapa wajahmu juga seperti ini? Apakah ada kabar buruk lainnya yang menimpa barak-barak pasukan kita?” tanya Raja Elang itu masih tidak sadar bahwa Jenderal Besar sudah berkhianat.


“Kamulah yang membuat semua ini menjadi runyam! Apakah kamu pikir aku tidak tahu bahwa kamu sudah menyetubuhi istri-istriku di belakangku? Kamu sangat bajingan, Raja Elang!” teriak Jenderal Besar dengan belatinya.


Jenderal itu langsung menusukkan belatinya dan tepar mengenai bagian dada depan Raja Elang. Secara otomatis perisai yang sejak tadi melindungi Ibukota langsung retak dan hancur karena pengendalinya terlupa parah.


“Kamu bajingan Jenderal Besar! Kamu malah memikirkan urusan pribadi di atas kepentingan kerajaan ini! Dasar bajingan, matilah kau Jenderal Besar!” Para Petinggi mengeroyok Jenderal Besar bersama-sama.


Mereka semua saling menyerang sendiri, tanpa peduli lagi dengan Tapak Suci di langit yang sudah membesar dan bisa menutupi seluruh wilayah ibukota yang sangat luas ini.


“Dasar bodoh! Kalau memang begitu. Maka, matilah kalian semua Wahai Pendosa! Hancurlah di bawah Tapak Suci ini! Hyaaaaaaaa!” Adofo mengayunkan tangannya ke bawah dengan lebih kuat.


*BOOOOOOOM!

__ADS_1


*BOOOOOOOM!


Sebuah ledakan keras terjadi di sepanjang Ibukota Kerajaan itu. Mulai detik itu, tidak ada lagi namanya Kerajaan Mahkota Elang. Mereka semua sudah hancur lebur akibat pertarungan yang dimenangkan Pasukan Immortal itu.


***


Beberapa hari kemudian, di Klan Samiri.


“Apa yang kalian katakan? Kerajaan Mahkota Elang dan Markas Pengintai kita dihancurkan oleh Orang-Orang Sekte Matahari Tenggelam? Bagaimana bisa itu semua terjadi? Jelaskan padaku!” tegas Pemimpin Klan Samiri.


Salah satu Tetua Klan kemudian menjelaskan dengan sangat detail. Mulai dari perkembangan dari sekte matahari itu sampai kehancuran kerajaan mahkota elang yang hanya terjadi dalam waktu satu hari saja.


*CRACK!


Pemimpin Klan Samiri murka, dia menghancurkan pegangan kursi tempatnya duduk tanpa sengaja, setelah mendengar penuturan dari salah satu Tetua Klan itu.


“Sepertinya Kebangkitan Sang Kaisar Agung sudah mulai terjadi ya? Kalau begitu, kita tidak bisa menunda waktu lagi! Mari kita bangkitkan Sang Kaisar Tirani Pharaoh untuk menghadapi Kaisar Agung Arabaz itu!”


Pemimpin Klan Samiri bangkit dari tempat duduknya dan memimpin semua orang untuk pergi ke ruangan yang ada di belakang singgasananya tadi.

__ADS_1


“Ini adalah hari kebangktan Anda, Wahai Kaisai Tirani Pharaoh! Tolong terimalah semua persembahan kami ini!” ucap Pemimpin Klan Samiri sambil berlutut di depan sebuah peti mati.


__ADS_2