ABSOLUTE WINNER SYSTEM

ABSOLUTE WINNER SYSTEM
BAB 047 - Para Pengintai & Kerajaan Elang?


__ADS_3

“Kenapa kalian sangat bodoh sampai-sampai tidak merasakan ada pasukan yang mengikuti kalian semua!” marah Tetua Klan, Ketua Pasukan Pengintai.


“Cepat kirimkan pesan menggunakan merpati pada Kerajaan Mahkota Elang. Suruh mereka mengirim bantuan,” tegas Tetua Klan Samiri itu.


“Tetua Klan! Kita semua sudah dikepung dengan formasi raksasa, semua kertas array dan penggunaan sihir teleportasi tidak bisa digunakan,” lapor salah satu bawahan.


“Cih! Tidak ada pilihan lain! Mari kita sambut serangan musuh ini, setidaknya kita harus berjuang sampai akhir hayat!” tegas Tetua Klan memimpin semua orang untuk keluar dari markas dan menyambut serangan Alafin.


Sejak keputusan itu dibuat, pertarungan antara Para Pengintai yang berjumlah sekitar 150 orang melawan Gabungan Pasukan Immortal dan Klan Arabaz yang memiliki total 400 an orang.


Dari segi statistik kekuatan dan kualitas pasukan, sudah pasti Pasukan Pengintai kalah jauh. Mereka adalah spesialis dalam mencari informasi dan menyusup diam-diam, bukan dalam pertempuran besar seperti ini.


Alasan kenapa mereka meminta bantuan dari Kerajaan Mahkota Elang, karena Raja Elang sudah tunduk pada Klan Samiri.


Mengingat jarak yang paling dekat dengan markas mereka sekarang, Mahkota Elang adalah pilihan terbaik yang dimiliki sekarang.


*BOOOM!


“Quicksand Guard : 1000 Golem Pasir!”

__ADS_1


Alafin mengeluarkan salah satu skill miliknya yang bertugas untuk menjaga agar tidak ada musuh yang bisa kabur dari sana.


Selain itu, dia juga menggunakan salah satu skill ini untuk memberikan serangan mematikan secara langsung dengan meledakkan golemnya.


Cara ini baru ditemukan olehnya setelah melalui perjuangan cukup berat melawan Para Kalajengking Raksasa sebelumnya, ini adalah cara yang cukup efektif untuk membunuh lawan dengan sangat cepat.


“Apa-apaan dengan kekuatan musuh ini? Kenapa mereka tiba-tiba memiliki kekuatan yang begitu kuat? Sampai-sampai tidak ada orang yang memiliki kekuatan Ranah Tyrant ke bawah?” tanya Tetua Klan di tengah pertarungan.


“Awaaaaaaas, Tetua Klan!” teriak salah satu pengintai.


*BOOOM!


Adofo Sang Pemimpin Immortal itu memberikan serangan berat dengan sebuah Sihir Tapak Suci Penghakiman dengan tujuan langsung membunuh Tetua Klan itu.


Tak lupa selama masa itu, dia juga memberikan sedikit penekanan mental pada musuh dengan memberikan kata-kata yang sangat pedas serta bisa menurunkan mental.


Pertarungan itu terus berlanjut selama 100 tarikan nafas, sudah pasti para pengintai rata oleh Pasukan Immortal dan Klan Arabaz.


Yang menjadi permasalahan sekarang adalah Pasukan Kerajaan Mangkota Elang sudah muncul dengan terompet keras.

__ADS_1


“Wahai Para Pemberontak Kerajaan! Hentikan perang ini dan menyerahlah pada kerajaan! Jika kalian tidak mau, maka kami akan menggunakan kekerasan dalam hal ini!” teriak Jenderal Kerajaan Mahkota Elang.


Alafin yang melihat itu tidak tinggal diam.


“Kakek Hanif Arabaz! Pimpin semua Klan Arabaz untuk meratakan Kerajaan Mahkota Elang ini! Dulu kakek bertanya mengenai siapa orang yang dengan sengaja membuatku terpisah dari kalian?” tanya Alafin dengan lantang.


“Jawabannya adalah Kerajaan Mangkota Elang ini! Mereka juga masuk dalam konspirasi terbunuhnya Ayahku. Jadi, bagaimana kita harus merespon hal ini?” tanya Alafin sudah siap bertarung kapan saja.


“Hanya satu hal yang bisa didapatkan oleh orang-orang bajingan seperti ini! Pembantaian besar-besaran, itulah yang akan kita lakukan pada mereka!”


Kakek Hanif Arabaz dan seluruh anggota klan sudah berbalik arah langsung menyerang para pasukan mahkota elang itu. Jiwa Pedang mereka semua muncul dan membuat tekanan kuat pada musuh.


“Jiwa Pedang Emas Gurun! Bangkitlah dan tunjukkan seberapa kuat Klan Arabaz itu! Majuuuuuuuu!” teriak Alafin diikuti oleh semua anggota klannya.


Kini dari semua anggota Klan Arabaz, ada sebuah perwujudan pedang di atas kepala mereka. Itu adalah perwujudan dari Jiwa Pedang yang digabungkan dengan Mana Sihir yang sangat besar.


“Matilah kalian semua Pasukan Mahkota Elang! Bantai, bantai, bantai!”


Pertarungan melawan Pasukan Mahkota Elang pun dimulai.

__ADS_1


__ADS_2