
Patung Raksasa itu membawa sebuah cangkul khusus penambang berlian, seluruh tubuh patung itu terbuat dari batu keras dan sulit sekali dihancurkan.
*WUSH!
Ayunan senjata patung itu hampir saja mengenai Alafin, untung saja dia berhasil menghindar di detik-detik terakhir, dia juga bahkan memberikan serangan balik dengan menaiki senjata itu dan terus berlari mendekati wajah patung itu.
“Pedang Kematian Kuno : Tebasan Menyilang!” Alafin memberikan tebasan tepat ke kepala patung itu, namun serangannya itu hanya meninggalkan bekas ringan saja, tidak sampai memberikan kerusakan parah.
*BAAAM!
“Ternyata aku masih sangat jauh dari kata kuat, bahkan dengan pedang sekuat ini, aku masih tidak bisa menghancurkan patung ini!” kesal Alafin, dia melompat tinggi dan menghindari serangan tangan kiri patung itu.
“Quicksand Guard : Terbentukan 10 Golem Pasir!” Alafin membentuk banyak golem untuk mengalihkan pandangan patung itu darinya dan dua temannya yang lain.
“Kalian semua mari kita kembali ke lorong sebelumnya, kita akan membuat rencana, biarkan patung ini melawan 10 golem pasirku terlebih dulu!” teriak Alafin langsung menuju ke lorong dimana mereka masuk sebelumnya.
***
__ADS_1
“Intinya kita akan menyerang batu kristal yang ada di dahinya itu, batu itu berbentuk segi delapan dan berwarna hijau, jadi fokuskan serangan kalian semua kesana, paham?!” tanya Alafin.
“Baiklah kami akan melakukan serangan jarak jauh, lalu bagaimana kamu akan membuat patung itu terjatuh sehingga kami bisa dengan mudah untuk menghancurkan kristal itu?” tanya Mansa.
“Aku akan menggunakan 10 golemku tadi, aku juga minta tolong padamu Laila untuk menggunakan kekuatan dari Sihir Bulan milikmu, tolong perkuat lemparan tombak Mansa nanti, paham?!” tegas Alafin.
“Aku paham! Kalau begitu mari kita melakukannya!” jawab Laila mengangguk.
Setelah merencanakan semuanya dengan matang dan kapan mereka akan menyerang, mereka semua kembali ke lantai 10 dan menghadapi Patung Raksasa Pembawa Palu Penambang itu.
***
“Wahai golemku cepat tangkap kaki satunya lagi, kita akan menjatuhkan patung ini secara langsung! Cepat lakukan!” Alafin memberikan perintah pada semua golemnya.
Setelah gagal melakukannya beberapa kali, di percobaan yang kelima, akhirnya dia berhasil membuat patung raksasa itu jatuh dan membuat kepalanya benar-benar mengarah ke Mansa dan Laila.
“SEKARANG!” teriak Alafin.
__ADS_1
Mansa dan Laila mengangguk paham, mereka sudah menunggu momen ini dengan mengumpulkan semua mana sihir di Tombak milik Mansa, kemudian Mansa melemparkannya dengan kecepatan tinggi.
“Melesatlah Tombak Malek!” teriak Mansa dibarengi dengan sebuah inersia, yang membuat kecepatan dan daya hancur dari tombaknya berkali-kali lipat.
*DUAR!
Sebuah ledakan besar terjadi setelah ujung tombak Mansa itu berhasil mengenai Kristal Hijau yang ada di kepala patung raksasa itu.
*CRACK!
Kristal Hijau itu akhirnya retak dan hancur berkeping-keping, kemudian dari salah satu dinding terlihat sebuah jalan menuju ke lantai berikutnya terbuka, mereka bertiga beristirahat sebentar sebelum melanjutkan perjalanan.
Beberapa saat kemudian dari dinding batu yang membentuk lantai 10 itu, muncul banyak tulisan dan sejarah mengenai siapa tokoh patung yang sudah mereka kalahkan itu, mereka bertiga membacanya dengan seksama.
“Jadi dia adalah Gemini Sang Penambang Berlian, salah satu pekerja yang ditugaskan oleh Kerajaan Matahari Kuno untuk menambang di labirin ini ya, dia juga dinobatkan sebagai orang yang setia pada tuannya yakni Taurus,” ucap Alafin.
Tiba-tiba saja seluruh lantai di sana hancur lebur dan mebuat ketiga orang itu panik, mereka bertiga tidak ada yang memiliki pijakan lagi dan berakhir dengan jatuh ke lantai selanjutnya secara paksa.
__ADS_1
“SELAMAT DATANG DI LABIRINKU PARA PEJUANG!”
Mata ketiga orang itu langsung menyasar mencari siapa yang berbicara itu, dan…