
Sementara itu, Safiya yang merupakan seorang elf menjadi salah satu senjata utara Pasukan Aliansi terkuat yang pernah ada. Dia menciptakan rekor dengan membunuh 100 musuh dalam satu kali tarikan nafas.
Yang membuatnya semakin hebat adalah, dia menggunakan serangan jarak dekat dan bukan serangan area dalam pembunuhan itu, benar-benar gerakan pembunuh seorang elf dengan panah berantai miliknya.
“Sialan! Kenapa orang-orang ini sangat kuat? Bahkan para kapten dan jenderal pasukan seperti kita sama sekali tidak bisa mengatasi orang-orang ini. Apakah kita harus mundur?” ucap sebagian Prajurit Kekaisaran.
“Memangnya siapa yang akan membiarkan kalian untuk melarikan diri? Aku adalah tipe orang yang akan menuntaskan semuanya sampai bersih! Jadi jangan salahkan aku karena melakukan ini!” ucap Safiya menarik panahnya.
“Panah Cahaya : Jutaan Anak Panah Cahaya!” Safiya sudah melemparkan serangannya, kali ini dia mengincar skala yang luas. Jutaan anak panah muncul dari panahannya dan mengincar semua prajurit musuh.
“Lariiiii! Kita tidak memiliki pertahanan untuk lepas dari anak panah cahaya itu!” Beberapa prajurit sudah berlari ke belakang. Mereka semua berusaha menghindari serangan dari Safiya itu.
“Jika ada yang berani melarikan diri dari pertempuran. Maka, mereka akan dicap sebagai pengkhianat! Jadi, kembalilah bertarung dan jangan ada yang melarikan diri!” teriak salah satu Jenderal Kekaisaran.
__ADS_1
Peperangan ini sudah hampir mencapai puncaknya. Disini bisa dilihat bahwa meskipun Pasukan Aliansi kalah dalam hal jumlah. Namun, kekuatan dan strategi perang mereka adalah yang terbaik.
Tak butuh waktu lama bagi Pasukan Aliansi untuk bisa membuat musuh mundur sampai ke belakang bukit. Disana bukanlah tempat ideal untuk melakukan perang, melainkan tempat untuk bertahan.
“Pemimpin Aliansi! Mereka semua bersembunyi di balik bukit pasir itu? Apakah kita akan mengejar mereka dan membasmi mereka di medan pertempuran yang cukup sulit itu?” tanya Mansa.
“Kita akan tetap maju, kita juga sudah hafal medan itu! Mengalahkan Kekaisaran Gurun Abadi akan menjadi awal kita bisa menguasai seluruh wilayah utara ini! Jadi kemenangan adalah harga mati!”
“Kalian semua mendengarnya bukan?! Kita akan langsung ke bagian belakang bukit itu! Kita akan membunuh semua orang dengan cepat!” teriak Mansa membawa seluruh pasukan.
Alhasil, semua pasukan yang ada disana, langsung bergerak ke belakang bukit. Medan pertempuran sudah berubah dari yang awalnya dataran sekarang menjadi tanah miring yang memiliki sedikit pijakan.
***
__ADS_1
Di Bagian Tengah Pasukan Kekaisaran.
“Kita tidak bisa terus bertahan seperti ini, pasukan kita sudah sangat menipis dan kita harus segera keluar dari kondisi ini! Apakah kamu sudah menghubungi Klan Samiri?” tanya Leluhur Kekaisaran.
“Saya sudah melakukannya, Leluhur! Apakah kalian tahu apa jawaban yang diberikan Klan Samiri pada kita?” ucap Kaisar Gurun Abadi sambil tersenyum, layaknya dia akan menang dalam perang ini.
“Memangnya apa hal yang bisa membuatmu tersenyum di tengah panasnya perang ini?” tanya Para Leluhur.
“Kaisar Tirani Pharaoh akan datang sendiri beserta seluruh Klan Samiri yang sangat kuat itu, mereka akan datang dan membantu kita dalam peperangan kali ini,” jawab Kaisar Gurun Abadi tersenyum.
“Apaaaa?!”
“Saya tidak berbohong! Jadi tugas kita sekarang adalah menahan selama mungkin musuh agar tidak sampai mengalahkan kita dengan cepat lagi,” ucap Kaisar Gurun Abadi.
__ADS_1