ABSOLUTE WINNER SYSTEM

ABSOLUTE WINNER SYSTEM
BAB 032 - Badai Pasir Besar Sepanjang Hari!


__ADS_3

Sepanjang perjalanan menuju Oase Kehidupan, mereka bertiga mengalami kendala yang sangat besar, terutama untuk Mansa dan Laila yang tidak sekuat Alafin dalam bergerak.


“Apa-apaan dengan Badai Pasir Besar yang terus datang sepanjang hari tanpa ada hentinya, badai ini benar-benar sangat mengganggu, atau kamu tinggalkan saja kami Alafin, dengan begitu kamu bisa bergerak lebih cepat,” ucap Mansa.


“Aku tidak akan meninggalkan kalian apapun yang terjadi, kita akan berjalan dan bergerak bersama, entah berapapun kalian hendak berhenti dan beristirahat, aku akan selalu menunggu kalian,” jawab Alafin.


“Memangnya kenapa kamu terlihat cemas begitu, bisakah kamu menceritakan pada kami berdua mengenai hal itu, siapa tahu kami bisa meringankan beban pikiran yang kamu tanggung itu,” ucap Laila.


Alafin menghela nafas panjang, kemudian dia menjelaskan mengenai hubungan Kristal Dewa dan Kaisar Tirani Pharaoh. Dia menjelaskannya panjang lebar tanpa memberitahu bagaimana bisa mengetahui semua itu.


“Jadi seperti itu ya? Kalau memang semua itu benar, maka kita harus benar-benar sampai di Oase Kehidupan sebelum orang-orang dari Klan Thorn mengambilnya,” ucap Mansa kembali berdiri.


“Tunggu … jadi semua mimpi yang aku dapatkan beberapa hari terakhir selama perjalanan itu benar-benar nyata, tapi aku sepertinya bisa melihat kelanjutan dari ceritamu itu Alafin,” ucap Laila.


“Memangnya apa yang kamu lihat, karena prasangka dan mimpimu bisa saja menjadi sebuah tanda ataupun sebuah potongan kecil dari masa depan, ceritakan pada kami,” pinta Alafin.

__ADS_1


“Kita akan gagal dalam mendapatkan Kristal Dewa itu, karena aku sekarang seperti melihat bahwa Kristal Dewa sudah diambil oleh beberapa orang dengan pakaian dari bulu serigala,” jelas Laila.


“Semoga itu masih tanda-tanda saja, matamu barusan bersinar terang, sepertinya kamu baru saja melihat masa depan. Kalau begitu mari kita lanjutkan perjalanan menuju Oase Kehidupan itu!” ucap Alafin bangkit dari duduknya.


“Baiklah, silakan pimpin jalannya!” Alafin dan dua temannya sudah bergerak menuju ke arah oase kehidupan itu.


Sampai akhirnya mereka sampai di sebuah kota mati yang sudah tak jauh lagi dari oase kehidupan, mereka beristirahat disana terlebih dulu.


Meskipun dikatakan Kota Mati, itu hanyalah penamaannya saja, n namun di sana terlihat banyak penduduk yang hidup, bahkan di masa badai besar seperti ini, masih ada beberapa toko yang terbuka.


Setelah itu, mereka bertanya pada sang penjual arah menuju Oase Kehidupan yang menjadi salah satu dari 3 Keajaiban Dunia menurut semua orang.


Karena Oase Kehidupan itu sama sekali tidak akan terdampak oleh hal apapun di dunia, jika kamu hidup di dalamnya, kamu akan merasakan kesejukan seperti layaknya hidup di daerah tropis selamanya.


“Oase Kehidupan tidaklah bisa sembarang orang ke sana, karena lokasinya yang terus berubah-ubah, membuatnya sangat sulit untuk ditemui, tapi kebetulan sekali Oase Kehidupan itu menurut beberapa penduduk tengah muncul di utara kota ini,” ucap Penjual itu.

__ADS_1


“Terima kasih atas informasinya ini Wahai Penjual, ini bayaran dari makanan tadi, selamat tinggal!” Alafin dan dua lainnya langsung bergegas menuju ke sana.


“Kekeke! Jadi kalian bertiga juga mengincar Kristal Dewa itu dan kita bertemu lagi Alafin, orang yang berhasil menyembuhkan penyakit kusta!” ucap Orang itu.


“Tapi aku baru saja menipumu seharusnya semua bawahanku sekarang sudah menuju ke selatan dan menemukan Oase Kehidupan itu, hahaha!” senang Orang itu.


Sayangnya keinginan orang itu tidak pernah terwujud, karena Alafin dan dua lainnya malah mengambil arah selatan.


“Kenapa kita malah ke selatan Alafin?” tanya Mansa.


“Karena penjual tadi bukanlah orang setempat, kemungkinan besar dia adalah orang-orang dari Klan Samiri, dia juga sedang menyesatkan kita dengan mengatakan utara,” ucap Alafin sambil terus melesat cepat.


“Lalu kenapa kita tadi tidak langsung membunuhnya saja?” tanya Mansa lagi.


“Kita tidak bisa membuang waktu hanya untuk itu, karena aku yakin semua bawahannya sudah bergerak ke selatan, jadi lebih baik kita langsung ke sana dan menahan orang-orang klan Samiri itu! Mari percepat perjalanan kita!” tegas Alafin.

__ADS_1


__ADS_2