
“Tidak ada pilihan lain, kita harus menyiapkan pasukan utama kita. Sebelum para aliansi itu menyerang, lebih baik kita serang mereka terlebih dulu!” tegas Kaisar Gurun Abadi.
“Apakah kamu benar-benar akan melakukan ini, Wahai Keturunanku?” tanya salah satu dari Leluhur Kekaisaran yang melihat hal ini sangat terburu-buru.
“Ini jauh lebih baik daripada kita berhadapan dengan Kekaisaran Kota Kuno dan Klan Samiri, Leluhur Kekaisaran!” jawab Kaisar Gurun Abadi.
“Kita semua sudah tahu bahwa Sang Kaisar Tirani Pharaoh sudah bangkit. Melihat kekuatannya yang seperti itu, tidak bijak jika melawannya,” sambung Kaisar Gurun Abadi.
“Kalau ini sudah menjadi keputusan finalmu. Maka kami semua sebagai Leluhur Kekaisaran hanya bisa menuruti dan mendukung keputusanmu secara penuh,” ucap Leluhur tadi.
“Sekarang semuanya bergerak! Kita akan menyerang Sekte Matahari Tenggelam dan Aliansi Klan Agung itu dalam waktu 10 hari dari sekarang!” tegas Kaisar Gurun Abadi.
“Baik, Yang Mulia!”
Seluruh Petinggi Kekaisaran sudah masuk dalam mode perang. Pola pikir mereka sudah berubah dari keadaan normal menjadi siap siaga melakukan peperangan kapan saja.
__ADS_1
Mereka semua juga langsung membagi tugas untuk persiapan dalam serangan kali ini. Tidak boleh gagal dalam persiapan perang sudah menjadi motivasi mereka melakukan ini semua.
***
Seminggu kemudian.
“Sepertinya kita tidak mencapai kesepakatan damai dan penaklukkan secara halus! Perintahkan pada semua orang untuk bersiap perang!” tegas Alafin di Aula Utama.
“Baik, Pemimpin Aliansi!” jawab semua orang serentak.
Setelah satu minggu berlalu, tidak ada balasan surat dari Kekaisaran Gurun Abadi. Mereka semua malah mendapatkan kabar mengenai serangan dari Kekaisaran itu.
“Jenderal Mansa! Aku percayakan peperangan ini padamu! Aku ingin kamu memimpin semua orang dalam kemenangan mutlak!” tegas Alafin pada sahabatnya itu.
“Sesuai keinginan Anda, Pemimpin Aliansi!” jawab Mansa.
__ADS_1
Meskipun para petinggi disini bersahabat, namun jika dalam kondisi yang mengharuskan mereka bertindak formal. Mereka semua akan berbicara dengan formal seperti ini.
Dalam waktu singkat, Aliansi Klan Agung ini sudah menyiapkan sekitar 100 ribu pasukan dengan berbagai tingkatan kekuatan, mulai dari Nirwana sampai Tyrant.
Bagi semua prajurit yang memiliki kekuatan yang lebih kuat dari yang lain. Sudah tentu mereka ditempatkan di garis depan dan bertugas membunuh banyak musuh sekaligus.
Keesokan harinya…
“Pemimpin Aliansi! Kami sudah menyiapkan semuanya dan mereka sudah bersiap di pos masing-masing untuk mempertahankan kota serta sekte ini!” lapor Mansa pada Alafin.
“Bagus, perkiraan musuh akan datang dalam waktu 1-2 hari lagi, kita akan menyambut mereka dengan serangan besar secara langsung,” balas Alafin.
“Aku sendiri yang akan mengeluarkan serangan besar itu! Setelah itu baru disusul dengan serangan Formasi Sihir Penyerang yang sudah kalian pelajari!” lanjut Alafin.
“Mari kita buat sebuah prestasi awal bagi Aliansi ini. Kita juga akan membuktikan bahwa kita adalah musuh utama dari Kaisar Tirani Pharaoh dengan Kekaisaran Kota Kuno dan Klan Samiri itu!” sambung Alafin lagi.
__ADS_1
Semua orang mengangguk paham. Hawa peperangan sudah mulai terasa sejak hari itu. Sampai akhirnya dua hari berlalu begitu saja. Terompet Perang Kekaisaran Gurun Abadi sudah berbunyi.
“Mereka semua sudah datang, mari kita sambut mereka!” Alafin terbang mendekati pasukan musuh bersama dengan Para Petinggi Aliansi.