
[Tenang saja Master, Roh Taurus ini tidak akan bisa melihat sistem, karena sistem diciptakan oleh sang dewa yang perkasa dan dia hanyalah satu-satunya saja, jadi tidak mungkin makhluk fana sepertinya bisa merasakan kehadiran sistem.]
‘Jadi seperti itu ya? Kalau begitu bagaimana caranya aku menguatkan kekuatan jiwaku agar bisa bersaing dengan orang ini, aku ingin menghajarnya agar semuanya menjadi cepat!’
[Apakah Anda ingin menggunakan seluruh Poin Pengalaman yang Anda dapatkan sebelumnya untuk naik sampai Ranah Saint ✩ 1. Dengan begitu, secara langsung kekuatan jiwa Anda akan menguat.]
[Bisa juga dengan cara menguatkan Jiwa Pedang Padang Pasir Anda yang sangat jarang dilatih itu. Dengan mengeluarkan jiwa pedang itu, maka kekuatan jiwa Anda akan naik beberapa kali lipat.]
‘Kalau begitu langsung gunakan seluruh PP sebelumnya, setelah itu aku akan menguatkan dengan Jiwa Pedang milikku, aku akan mencabik-cabik si manusia sapi ini!’ batin Alafin kesal.
[Perintah diterima! Peningkatan instan menggunakan PP sedang dilakukan!]
“Kenapa kamu tidak menjawab pertanyaanku Wahai Pejuang. Dengarlah, kamu tidak akan mungkin bisa mengalahkanku di dunia mimpi ini, karena aku adalah orang yang paling berkuasa disini, jadi cepatlah sebelum aku tambah siksaan ini!” tegas Taurus.
Alafin terlihat hanya diam saja, namun tubuh aslinya sekarang sedang mengalami peningkatan ranah secara gila-gilaan. Dalam beberapa saat kemudian, akhirnya dia sudah naik ranah ke Saint Bintang 1.
__ADS_1
Alafin baru membuka matanya dan sekarang dia memandang Roh Taurus di dalam mimpinya itu dengan senyuman kemenangan, tak lupa dia mengeluarkan Jiwa Pedang Unik miliknya.
“Jiwa Pedang Padang Pasir : Gelombang Pasir Jiwa! Matilah kau Taurus!” Alafin mengayunkan tangannya ke depan dan kemudian sebuah gelombang pasir yang menjadi counter dari Monitor terbentuk dan menimbunnya dengan ganas.
“Jadi … apakah kamu akan mengatakan bahwa aku hanyalah manusia lemah yang tidak pantas melawan Kaisar Pharaoh lagi? Bilang saja bahwa kamu iri dengan takdir yang sedang aku jalani bukan?”
Alafin sudah berdiri di tengah tumpukan pasir jiwa miliknya yang sudah membuat Taurus fidak bisa bergerak sama sekali di dunia mimpi yang dibuat olehnya sendiri.
“Hahaha! Aku tidak menyangka bahwa manusia akan memiliki kekuatan seperti ini, seingatku di masa lalu, ras manusia hanyalah ras lemah yang bisa ditindas dengan mudah, sepertinya era Mino sudah benar-benar berlalu ya?” ucap Taurus.
“Aku mengakuimu Pejuang, kamu memang benar-benar layak menjadi orang yang terpilih ke masa lalu ini. Tapi bohong kalau aku mengatakan tidak iri, karena aku juga ingin membangun kembali kerajaanku di masa lalu,” sambungnya lagi.
“Pada dasarnya Dewa satu-satunya yang kita sembah itu sangat adil, mungkin Dia memilihku karena sesuatu hal yang lain, terimalah hal ini dan matilah dengan tenang,” ucap Alafin tiba-tiba.
“Kamu sebenarnya sangat ingin tenang dalam kematianmu, sayangnya kamu masih menyimpan setitik penyesalan di masa lalu, yang membuatnya menjadi seperti ini,” sambung Alafin.
__ADS_1
“Jadi, lepaskan dan relakanlah semuanya, biarkan takdir dari Dewa sendiri yang mengatur semuanya, dengan begitu kamu bisa menerimanya dengan lapang dada,” tutup Alafin.
Kedua orang itu saling bertatapan, kemudian Taurus tersenyum dan rohnya menghilang secara perlahan sambil berbicara dengan nada yang lembut.
“Terima kasih karena telah menyadarkanku Pejuang, semoga kamu bisa mengalahkan Kaisar Tirani Pharaoh dan balaskan dendamku juga, hancurkan dia, jangan hanya disegel saja, mengenai Kristal Dewa itu, kamu sudah terlambat, sampai jumpa lagi…”
Taurus itu berbicara dengan lembut dan sedikit bercanda, kemudian jiwanya menghilang begitu saja, meninggalkan Alafin yang sendirian di dunia mimpi itu.
*SPLASH!
Alafin kemudian keluar dari dunia mimpi yang hendak runtuh itu, dia kembali ke tubuhnya dan membuka matanya, terlihat Mansa dan Laila yang melihatnya dengan penuh kecemasan.
“Kenapa kalian melihatku dengan seperti itu? Bukankah seharusnya kalian langsung ke bawah dan mengambil Kristal Dewa yang ada di sana, bukan malah melihatku seperti ini,” ucap Alafin.
“Itulah permasalahannya, kami sama sekali tidak menemukan Kristal Dewa itu ada di bawah, kami hanya menemukan tempat disimpannya Kristal Dewa itu, namun isinya benar-benar tidak ada,” jawab Mansa menjelaskan.
__ADS_1
“Apakah kamu sama saja dengan bilang bahwa Kristal Dewa tidak ada ditempatnya? Jadi itu yang kamu maksud ya Taurus, lalu dimana dan siapa sebenarnya yang sudah mengambil salah satu inti kekuatan dari Kaisar Tirani Pharaoh itu?” gumam Alafin.
“Jangan-jangan…”