ABSOLUTE WINNER SYSTEM

ABSOLUTE WINNER SYSTEM
BAB 042 - Sekte Matahari Tenggelam, Markas?


__ADS_3

Di Halaman Aula Utama, Sekte Dewa Matahari.


“Mulai sekarang aku akan melatih kalian semua untuk persiapan melakukan peperangan besar yang terjadi di masa depan, aku akan melatih kalian untuk menjadi Seorang Pejuang Papan Atas.”


Alafin berbicara pada seluruh tetua dari murid sekte matahari tenggelam, dia berbicara panjang lebar menjelaskan mengenai tujuan serta rencananya.


“Aku akan menjadikan Sekte Matahari Tenggelam sebagai Markas Utama klan, sekte dan asosiasi di dunia ini! Tidak masalah bukan, Ketua Sekte Jabari?” tanya Alafin.


Ketua Sekte Jabari tentu saja mengizinkan, bagaimanapun Alafin bisa dianggap sebagai tuannya, karena Kaisar Arabaz di zaman dulu adalah pendiri sekte ini.


“Tidak masalah, Tuan Muda! Saya malah sangat senang kalau sekte ini bisa menjadi bagian dari kebangkitan Kaisar Agung, saya mendukung penuh!” jawab Ketua Sekte Jabari.


“Terima kasih, Ketua Sekte Jabari. Kalau begitu langkah pertama yang akan aku lakukan adalah melakukan pelatihan pada kalian semua!”


Alafin kemudian turun mendekati para murid di sana, dia memperhatikan semua orang, dengan bantuan sistem, dia bisa mendeteksi siapa saja yang paling berbakat di antara mereka semua.

__ADS_1


[Sekitar 100 orang dari 1000 murid ini sangat berbakat, Master. Melatih semuanya akan membutuhkan waktu sedikitnya 6-12 bulan penuh.]


[Dengan menggunakan Poin Sistem untuk pembelian berbagai sumber daya. Maka bisa dipastikan mereka semua akan naik Ranah Nirwana, khusus 100 orang berbakat tadi bisa naik sampai Ranah Saint Puncak.]


“Mendekatlah! Siapa namamu, Anak Muda!” Alafin menunjukan salah satu murid yang paling berbakat diantara yang lain, bahkan mungkin bakatnya bisa mendekati Alafin, tentu saja sistem tidak dihitung.


“Nama saya Adofo, Tuan Muda!” jawab anak muda itu.


“Mulai sekarang kamu akan menjadi Pemimpin Pasukan Khusus pertama yang aku buat, pasukan khusus ini akan beranggotakan 100 orang yang sudah aku tarik ke depan,” tegas Alafin.


“Kalian semua akan memiliki porsi latihan paling banyak daripada yang lainnya, karena bakat kalian membuatku sangat bersemangat memberikan porsi latihan lebih,” sambung Alafin lagi.


“Inilah keistimewaan pasukan ini, pasukan yang berani mati dan bisa menjalankan berbagai tugas berat lainnya. Jadi … apakah kalian semua bersedia menjadi Pasukan Khusus Immortal ini?”


Alafin bertanya pada semua orang yang ada di sana. Dari mimik wajah semua murid itu, sepertinya tidak ada yang menolak diantara mereka.

__ADS_1


“Kami tidak tahu bagaimana cara Anda tahu mengenai bakat kami. Tapi yang kami tahu adalah semua murid diantara 100 orang ini sudah tidak memiliki keluarga lagi, apakah ini alasan Anda memilih kami?”


Adofo memberanikan diri bertanya sebelum menyatakan kesetiaannya dan menjawab pertanyaan Alafin tadi. Dia mewakili teman-temannya untuk memberikan pertanyaan tersebut.


“Tentu saja aku memilih kalian karena salah satu faktornya adalah itu. Karena aku ingin membuatkan keluarga baru bagi kalian dalam Pasukan Immortal ini,” jawab Alafin tersenyum tulus.


“Aku bersumpah atas pemilik bumi dan langit ini, aku akan menjadikan kalian semua menjadi seorang yang akan memiliki keluarga baru dan membuat kalian super kuat agar bisa berdiri sendiri di masa depan!”


“Tidak akan ada lagi orang yang berani menghujat kalian di masa depan. Karena kalian semua adalah sosok kuat, yang bahkan membuat orang segan hanya dengan mendengar nama pasukan kalian ini!”


“Itu saja yang ingin aku katakan! Sekarang aku ingin mendengarnya kesetian kalian padaku? Bisakah kalian memberikannya padaku?” tanya Alafin mengakhiri perkataannya yang sangat menggebu-gebu.


Adofo dan 99 murid lainnya tersenyum, mereka tahu tuan barunya itu sama sekali tidak berbohong dan janjinya bisa dipegang. Tanpa ragu lagi, mereka semua langsung berlutut dan menyatakan kesetiaannya.


“Kami 100 Murid Terpilih menyatakan kesetiaan pada guru sekaligus tuan baru kami. Kami akan menjadi Pasukan Immortal yang selalu memenuhi ekspektasi Anda. Tolong terimalah sumpah setia kami ini!”

__ADS_1


100 Orang itu berlutut dengan khidmat. Tidak ada lagi keraguan dalam hati mereka. Mungkin dengan mengikuti Alafin, mereka semua akan bisa lebih berguna untuk dunia dan orang-orang di sekitarnya.


“Aku menerimanya! Kalau begitu mari kita langsung berlatih! Kalian semua ikuti aku!” Alafin memimpin 100 muridnya itu ke halaman belakang sekte, dia akan memulai latihan secara langsung di sana.


__ADS_2