
Didalam mobil sudah ada Max, Iyan, Gina, dan juga Lisa.
Lisa dan Gina duduk dibelakang kemudi. dan Max yang menyetir mobil melaju kearah rumah sakit keluarga Pratama. saat tiba dirumah sakit para dokter terbaik sudah menyambut dengan cemas, semua perawatan terbaik pun sudah di siapkan.
tiba diruang VIP, Lisa langsung di periksa oleh para dokter, sedangkan Gina, iyan, dan Max dengan setia menunggu diluar ruangan.
Gina terlihat cemas dan mondar mandir.
Iyan yang melihat itupun langsung menghampiri Gina dan membawanya duduk kekursi tunggu.
"Tenang lah, Lisa baik baik saja" ucap Iyan pada Gina, mencoba meredakan kecemasan yang melanda Gina. Dilihatnya kedua tangan Gina , yang penuh dengan luka dan yang sudah mulai memar membiru, akibat bertubi tubi pukulan yang ia berikan pada Bayu.
" Lihatlah. kau tak mencemaskan dirimu sendri? lihat tanganmu yang mungil ini." ucap Iyan sedih melihat luka luka ditangan Gina.
" Sudah lah tuan aku baik baik saja." ucap Gina menenangkan Iyan.
dan tak lama keluar lah para dokter yang memeriksa Lisa.
" Bagaimana dok?" tanya Gina tak sabar
" Ms. Lisa sangat baik, hanya pengaruh obat tidurnya saja yang membuat nya tidur agak lama. Dan masalah yang lain tidak ada, tidak ada kekerasan fisik maupun mental, dan sudah kami pastikan bahwa Ms Lisa, masih virgin." Ucap dokter dengan senyum manis nya.
Setelah mendengar perkataan dokter, tiba tiba saja tubuhnya mendadak lemas, dan hilang keseimbangan. lututnya tak lagi bisa menopang tubuhnya. Iyan yang menyadari perubahan pada Gina langsung menangkap tubuh Gina ,sebelum terjatuh.
Max dengan sigap mengantar Iyan yang menggendong tubuh Gina ke dalam mobil.
Lalu setelah itu Max kembali lagi ke dalam rumah sakit dan masuk kedalam ruangan Lisa. sedangkan Iyan melajukan mobilnya kearah hotel terdekat.
setelah check in, Iyan langsung masuk keruangan yang sudah disiapkan.
__ADS_1
Diletakkannya tubuh Gina perlahan diatas tempat tidur yang besar.
Setelah itu, Iyan memperhatikan wajah Gina yang tertidur, karena terlalu lelah.
"mengapa wajahmu yang cantik ini, tiba tiba menjadi amat menakutkan ketika menghajar orang tadi? apa kau tak takut? apa yang merubah mu dari Gadis ceria hingga menjadi gadis tak kenal takut? Maafkan aku Gina. mulai sekarang aku tak akan sembunyi sembunyi lagi dalam melindungi mu dan mencintaimu." Gumam Iyan lirih, sambil tangannya menyisihkan rambut dari wajah gina.
"Apa maksudmu kau tak akan diam diam mencintai ku?" Tanya Gina yang membuat Iyan terkejut, pasalnya dia memang mendengar ucapan Iya yang pelan meski matanya sedang tertutup.
Namun lagi-lagi bukan Iyan namanya kalau tidak bisa mengendalikan diri.
Iyan terkekeh.
"seperti yang kau dengar, aku akan menunjukkan cintaku yang selama ini ku pendam untukmu." kata Iyan lembut
"sejak kapan kau mencintaiku?" tanya Gina kembali
"Sejak saat dulu ketika kau bersimbah darah dikamar mandi, dirumah lamamu. Aku dan Lisa mencarimu kesana. sejak saat itu aku selalu menjaga mu dalam diam. Aku meminta Lisa untuk tidak memberitahu mu bahwa aku yang membantumu." jawab Iyan dengan lembut
"Aku tak ingin kau dalam bahaya Gina, berada disisi ku akan menempatkan mu dalam bahaya setiap waktu. Dan sekarang karna aku melihat mu langsung , emm menaklukan bahaya, aku yakin saat tidak bersamaku, kau mampu menjaga dirimu" Ucap Iyan meyakinkan
Gina membuka matanya perlahan, menatap mata Iyan yang tepat ada di depannya.
tak berasa, Buliran air mata jatuh dari mata Gina
" Terimakasih karena masih mencintaiku Kak. aku tahu selama ini kakak menjaga ku, tanpa Lisa cerita pun aku sudah tau. aku juga tau bahwa kau yang menolongku saat aku tenggelam. Aku juga mencintaimu ka. hanya saja melihat mu acuh padaku, kufikir hanya aku yang mencintaimu" Ucap Gina dengan Isak tangisnya.
"Hust sudah ya, aku sakit bila kau menangis.. oya tidak salah ni kau memanggilku kakak?" Goda Iyan.
Gina tersenyum malu-malu. namun seketika ia menangis lagi.
__ADS_1
" Tapi aku tak pantas untukmu kak, aku kotor" kata Gina.
Iyan yang mendengar itu lalu dengan cepat mel***t bibir Gina. Tak ada penolakan dari Gina, malah Gina membalas ciuman Iyan. Iyan yang merasa telah panas, dan gairah nya yang mulai menguasai tubuh Iyan, lalu ia menindih tubuh Gina tanpa melepaskan ciumannya.
setelah hampir kehilangan oksigen, baru lah mereka melepaskan ciuman yang hebat itu.
"ahhh...Kak..hemm" Gina mendesah ketika Iyan mulai mencium dan menjilati tengkuk dan leher Gina yang jenjang. Setelah puas , Iyan memasukkan tangannya ke dalam baju Gina mengusap usap dua bukit kembarnya yang masih tertutup Bra renda.
" Ahhh ka.....
Iyan menyingkap baju Gina hingga terlepas, Iyan yang sudah dikuasai nafsunya langsung saja melahap buah dada Gina gemas. kadang ia menggigit kecil p***n* susu Gina, kada ia meremasnya gemas, Gina pun tidak menolak, ia hanya pasrah menikmati setiap sentuhan Iyan pada tubuhnya. Satu tangan Iyan tidak hanya diam, yang satu bermain diantara area sensitif Gina, dan itu makin membuat Gina tak tahan dengan perlakuan Iyan..
ahhhhh,... ka... ssshhh
. emmmhh.
tok tok tok...
suara pintu kamar diketok oleh seseorang. Gina yang mendengar itu kaget bukan main,
"kak ,,,, ahhhh, ada orang" ucap Gina.
tapi Iyan tak menggubris itu, ia tetap melanjutkan aksinya menggerayangi Gina.
tok tok tok...
suara ketokan dipintu benar benar membuat Iyan marah lalu menghentikan aksinya .
" oh shitttt.. siapa yang berani mengganggu ku" ucap Iyan geram.
__ADS_1
Gina mengambil kesempatan untuk langsung lari ke kamar mandi.