
Setelah membaca balasan pesan dari Gina. Iyan murka, ia membanting apapun yang ada dikamar nya. dia tak habis pikir. Bagaimana mungkin Gina menganggap semuanya hanya sebatas masalalu?? atau bagaimana mungkin Gina meminta Iyan untuk melupakan rasa dari setiap sentuhan Gina? dan apakah ungkapan Cinta yang diungkapkan tidak membuat Gina sadar?? betapa semua yang Iyan lakukan itu untuk Gina??
"Awas kau Gina... seberapa keras kau akan menghindari ku?? aku tak akan pernah melepaskan mu!!!" gumam Iyan dengan emosi yang masih memuncak...
***apartemen Gina*** .
"Sa, sebaiknya kamu tidur disini aja sama aku malam ini... aku masih butuh menyesuaikan diri. Jadi aku butuh kamu.. Kamu maukan??" Ucap Gina pada Lisa...
Lisa yang sibuk dengan ponselnya pun menjawab tanpa menoleh kearah Gina.
"maaf Gina malam ini aku gak bisa. Sepertinya sedang terjadi sesuatu dengan kak Iyan... aku harus pulang sekarang.!" Ucap Lisa yang segera bangkit dari posisi duduknya.....
" Lisa tunggu, Ku mohon jangan beri tau alamat ku pada kak Iyan. Please.!!" Ucap Gina memohon.
"Aku akan lihat situasi sayang.. sekarang bukan saatnya aku ngobrol.. aku pergi dahhhhhhhh!!!!!" Ucap Lisa meninggalkan Gina
Gina hanya melihat kepergian Lisa dengan pikiran yang kacau balau.. Disatu sisi Gina sangat rindu pada Iyan. Tapi disisi lain, Gina masih melihat bahwa Iyan masih belum bisa melupakan Gendis, mantan kekasihnya dulu... Gina tak ingin dirinya hanya sebagai pelampiasan semata.
Setelah bergelut dengan pikirannya, akhirnya Gina pun terseret kealam mimpinya.
Sedangkan Lisa yang baru sampai dikediaman Pratama, langsung masuk ke kamar Iyan Pratama..
"Kakak." panggil Lisa.
"Kakak apa yang terjadi, kenapa kamarmu seperti kapal pecah?" tanya Lisa kembali.
"Gina tak mempercayai kalau aku mencintainya Sa.. Aku tak tahu harus bagaimana lagi." Ucap Iyan lirih yang duduk dilantai bersandar ke tepi ranjang.
"Gina butuh bukti ka. dia butuh bukti serta kepastian... Bukan hanya sebuah ungkapan" Kata Lisa dan mendekati Iyan.
"Dia takut kalau kakak hanya menjadikannya tempat pelarian." Ucap Lisa sambil mengusap lengan Iyan..
" Dari mana kau tau... Padahal dengan segenap jiwa raga, aku mencintainya dan melindungi nya..." Ucap Iyan
"Kakak ingat waktu Gendis kemari?? Waktu itu loh yang Gina dan Gendis kenalan tapi Gendis bilang ,dia adalah wanita yang kakak cintai, dan kakak hanya diam saja dengan yang diucapkan Gendis???" Kata Lisa mencoba mengingat kan..
" Iya kenapa gitu?" Tanya Iyan dengan mengingat ingat kembali hari itu.
"Nah aku menangkap ekspresi Gina saat itu. Dia menunjukkan ekspresi terkejut dan sakit hati ketika kakak tidak mengelak semua itu, dan dia pikir ucapan Cintamu itu hanya sebagai penghibur dirinya saja." Ucap Lisa menerangkan.
" Kau betul sekali Sa, iyaa sepertinya Gina belum mau mengakui bahwa dirinya sedang cemburu!" Ucap Iyan dengan tatapan menerawang jauh, namun senyum simpul sudah terlihat dibibirnya..
" Anggaplah begitu, Jadi apa yang akan kau lakukan Kak.?" tanya Lisa... Lisa sedikit merasa lega karena Iyan sudah tidak emosi seperti tadi...
"Aku akan membuat nya datang sendiri padaku.. Camkan itu, kau akan menjadi orang pertama yang melihatku bahagia!!!" Kata Iyan percaya diri..
"Iya kak, aku selalu mendukungmu." Ucap Lisa tersenyum melihat kakaknya sudah pulih dari rasa sedihnya...
Keesokan harinya, Gina terbangun dari tidurnya karna suara ponselnya yang berdering....
__ADS_1
Gina : "Halo... " Ucap Gina dengan suaranya yang khas bangun tidur
Pria :" Hai Manisku, kau baru bangun??"
Gina mengucek mata nya yang masih terasa lengket..
Gina:" Who's That?
Pria :" Apa rencana mu hari ini??"
Gina : bukan urusan mu..
Pria : ih come on, Lady rose...
Setelah mendengar Ledy Rose, mata Gina kini benar\-benar terbuka sempurna...
Pria : Aku ada pekerjaan untukmu.. Datanglah ke Winston Group.
Setelah bicara begitu, pria itu lalu memutuskan panggilan telepon nya pada Gina. Gina bingung...
Sepertinya dia pernah mendengar kata Winston... tapi dimana??? pikirnya...
Gina telah bersiap dengan pakaian kerjanya, yah pakaian Gina kerja terbilang sangat......
sangattt.......
Sangat menarik perhatian,...
Rambut kuncir satu dibelakang, riasan tipis dengan bibir merah menyala, Setelan baju ketat hitam yang terbuat dari kulit asli, menampilkan lekuk tubuhnya yang indah..
***Winston Group...
"Selamat datang Nona*** ada yang bisa kami bantu???" Tanya seorang Resepsionis.
"Aku Datang ingin bertemu Tuan Winston." Ucap Gina ramah....
Setiap orang yang ada disana mulai kasak kusuk membicarakan penampilan Gina yang bisa dibilang seksi... Ada juga yang mencibir tak suka.. Tapi Gina hanya terkekeh mendengar itu.
"Anda sudah buat janji Nona?" Tanya si resepsionis..
"Sudah!!" Jawab Gina sinis..
Setelah Melakukan panggilan telepon, Resepsionis itu langsung menuntun Gina menuju ruangan tuan Winston...
"Silahkan Masuk nona , tuan sudah menunggu." Ucap seorang lelaki, yang sepertinya itu adalah sekertaris nya.
ceklekk...
Gina memutar gagang pintu itu dan masuk...
Dan Gina sangat terkejut bahwa orang yang ada di depannya adalah orang yang ia temui waktu di Club malam.
__ADS_1
"Tuan Arsya??"" Ucap Gina tak percaya..
" yah betul sekali, kau ingat aku ternyata... padahal ku kira kau akan lupakan aku." Ucap Arsya yang duduk di kursi kebesarannya...
"Baiklah ada apa tuan??" Tanya Gina tanpa basa basi...
"Aku punya misi untukmu," Ucap Arsya..
"Kau berani bayar aku berapa?" Tanya Gina dengan menyilangkan kedua kakinya ..
"Kau ingin berapa 10.000$?? atau 10juta$???" Ucap Arsya enteng.
"aku tidak menentukan harga, kau harus membayar ku sesuai dengan pekerjaan ku" Jawab Gina dengan enteng juga...
" Baiklah , aku ingin kau menjadi mata mata." Kata Arsya.
"Mata mata???"
" ya kau harus mematai seseorang." kata Arsya
" Baiklah." kata Gina tersenyum.
"Kau harus memata matai Iyan Pratama." Kata Arsya dengan memandang mantap mata Gina???
"What???" Ucap Gina tersentak.
"Ya, kau Harus berada disisi Iyan setiap waktu..." ucap Arsya lagi.
" Hahah hahahaha Kau berani menyuruhku mematai Iyan Pratama??? apa kau tau ? Dia adalah Pria yang Aku cintai!!!!" Teriak Gina .dengan tangan yang sudah memegang Pisau kecil yang ditekankan dileher Arsya... Terlihat betul Guratan emosi Gina saat ini... Arsya tidak menyangka bahwa Gina sebegitu cinta nya dengan Iyan... Yang Arsya tau, Gina sedang mencari uang sebanyak2 nya untuk hidupnya... Tapi siapa tau Gina lebih cinta Iyan dari pada uang....
"Tenang Gina tenang, aku tak menyuruhmu membunuhnya.. Hanya melaporkan setiap kegiatan orang itu padaku... Kau ingin reputasi TSR rusak hanya karena perasaan pribadimu???"
kata Arsyabergetar, Karna Gina belum juga bergeming dari tempatnya... Dan rupanya Gina sengaja menggores leher Arsya hingga mengeluarkan sedikit darah...
" Apa yang akan kau berikan?" tanya Gina yang masih emosi.
" Apa yang kau minta?" Tanya balik Arsya
"Aku ingin semua Aset yang kau punya.." Jawab Gina dengan terkekeh
"Apa kau gila?" Teriak Arsya pada Gina.
"Tidak aku tidak Gila. tapi kau yang gila. Kau memintaku untuk mengkhianati orang yang kucintai, Tapi kau tak mau memberikan kekayaan mu padaku?? Hahahaha dasar kau T*l*l. " ucap Gina dengan seringai sinisnya.
"Dan asal kau tau, Hanya kekayaan mu yang pantas menjadi imbalan untukku.. Kau salah bila menantang ku hanya karena utang kakakku yang bernilai 30juta.. apa kau tak kenal Lady Rose? Kalau kau belum kenal maka kau harus mengenalku dulu." Ancam Gina serius...
Arsya sedikit bergetar takut dibuatnya.. ia tidak menyangka telah masuk kedalam gua yang salah... Ya salah kalau dia meminta Gina untuk memantau orang yang dia cintai, dan Arsya tidak mau memberikan semua Aset nya.. yang ada nyawanya melayang karna gina....
**Bersambung......
to be continue ya....
__ADS_1
salam sayangku**....