
Ali diam seribu bahasa, mendengar ucapan Alex. Bibirnya bergetar, keringat dingin mulai keluar membasahi wajahnya.
" Sa,,,Saya tidak bisa tuan. saya tidak bisa memberikan nyawa saya pada tuan." gumam Ali lirih, ia terlihat pasrah.
"Bukannya kamu bilang, akan berikan apapun yang aku mau? Mengapa nyalimu sangat kecil? Baru ucapan saja kau sudah ketakutan seperti itu, dan kau ingin menjadi bagian dari ku??? kau sampah, tak berarti disini. baiknya kau pergi sekarang sebelum aku berubah pikiran." tegas Alex, dengan tanpa menoleh Ali yang tengah berlutut.
" ba,,baik tuan. saya pergi" ucap Ali meninggalkan ruang itu.
setelah Ali menculik Gina, ia pergi ke apartemennya, dengan tawa kemenangan ia mengemas barang nya dan dimasukkan kedalam koper. Ali telah memesan tiket jauh hari sebelum itu, Ia berencana pindah ke negara B, untuk menjadi bagian dari Kargo klan, ia tidak tahu bahwa Kargo klan adalah, cabang dari Klan Killer dari negara A.
" Dia baru saja dari sini, seperti dugaan mu. Dia datang dan bersimpuh di depan mejaku, dan minta perlindungan dariku. Apa yang harus aku lakukan padanya bro?" Ucap Alex pada lawan bicara nya di telpon.
" Untuk sementara kau biarkan dia bebas, tapi tetap pantau ia dari jarak dekat, setelah beberapa saat bawa ia padaku, akan ku buat perhitungan. Berani sekali ia menyakiti kesayangan ku" ucap suara diseberang telpon dingin, yang tak lain adalah Iyan.
" em ok, ngomong ngomong siapa kesayangan mu? apakah cewek? cantik?.
tapi berani sekali si tengik itu menyentuh kesayangan Iyan Pratama? Habis lah dia." cerocos Alex tanpa henti, dengan diselingi tawa kerasnya.
__ADS_1
" ahh sudah lah, kau tak perlu tau Alex Ferguson" tolak Iyan malas
__-____---____
" Dokter, dokter tolong dokter,Gina sudah sadar, cepat dokter" Teriak Lisa dengan Isak tangisnya.
teriak Lisa didepan pintu ruangan tempat Gina dirawat, Ia senang dan terharu melihat Gina menggerakkan jarinya,setelah 2minggu tak sadarkan diri.
"Gina sayang kau sudah sadar?? syukurlah sayangku" ucap Lisa yang kembali menggenggam tangan Gina .
"sebentar Nona, biar saya periksa dulu" Ucap sang dokter pada Lisa,
"Ada apa dokter?? Ginaku baik kan?" tanya Lisa khawatir.
Lisa dan dokter berdiri didepan ruangan Gina.
" Nona Gina sudah baik, hanya saja dia butuh waktu menyesuaikan diri kembali dengan kehidupan nyata. Dengan ingatannya yg membuat ia berada disini sekarang, kemungkinan besar ia akan mengalami syok dan histeris kembali. Tolong untuk sehari kedepan, jangan biarkan ada orang yang menemuinya. kalau ingin menunggu, tolong tunggu diluar ruangan saja. kita lihat kembali perkembangan nya setelah itu." jelas dokter perlahan.
__ADS_1
Lisa kembali menangis mendengar penjelasan dokter.
"Baik, terimakasih dokter" Ucap Lisa lirih.
***flashback on.
" Gina***, di mana kau sayang?" gumam Iyan khawatir. ia mengemudi mobil nya dengan kecepatan tinggi. setelah mendengar kabar dari orangnya bahwa posisi Gina , ada di pelabuhan kontainer, langsung saja Iyan tancap gas. Berapa meter didepan ,Iyan melihat 3 peria menggendong seseorang, lalu menceburkan kan orang itu kelaut. sontak saja aiyan kaget, lalu menghentikan mobilnya seketika. setelah itu mobil didepan Iyan pun pergi, Iyan langsung saja menceburkan diri untuk menolong orang yang ia yakini Gina. .
byurrrrrrrrr.....
Iyan menarik pergelangan tangan Gina dan membawanya ketangga naik yang tak jauh dari tempatnya diceburkan.
"Gina, bangun Gina, bangun sayang " Ucap Iyan dengan air mata yang sudah mengalir di pipinya.
Ia melihat pakaian Gina yang sobek sana sini, dengan hampir bagian leher dan dada penuh dengan warna merah
"argggggggh. kurang ajar." teriak Iyan dengan kesal.. Iyan lalu membawa Gina kerumah sakit.
__ADS_1
flashback off.
__----____