
Dengan kegelisahan yang tak kunjung juga sirna, Lisa melepaskan pelukannya terhadap Gina , Dan Lisa pun mengambil ponselnya dari saku bajunya....
"Hallo Ka Iyan." ucap Lisa, melalui telepon.
"Emmm, ada apa Sa. kau selalu saja menelpon ku pada waktu yg tidak tepat. Apa tidak tau kalau Aku sedang sibuk saat ini." jawab seseorang diseberang telpon.
"Maaf kan Lisa ya ka, tapi ini sangat genting sekali, sungguh kali ini Lisa khawatir." ucap Lisa, lirih dan cemas, namun masih terdengar jelas.
"Huh, baiklah katakan Ada apa.?" ucap Iyan yg tak lain Kakak sepupu Lisa.
"Sepertinya usaha kakak menjebloskan Ali ke penjara tidak berhasil, karena tadi pagi Gina melihat Ali berada disekitar kota ini. Kakak tidak lihat betapa cemas dan takutnya Gina sampai saat ini! apa perlu kita bantu Gina untu melatih dirinya , agar ia mampu melindungi diri?? aku bisa saja melindunginya asal Gina bersama ku. Namun ketika aku tak bersamanya apa yg harus aku lakukan . aku amat sangat, khawatir." ucap Lisa panjang lebar, dan tegas.
" Kalau begitu bawa dia bersama mu kerumahku. Jangan biarkan dia tinggal di kontrakannya lagi. Aku tak sanggup bila dia harus terluka kembali." Jawab Iyan ,yg nampak sedikit khawatir.
"aku tak akan biarkan kau terluka lagi Gina. aku mencintaimu, sejak saat Lisa membawaku untuk mencarimu. sudah 3 tahun aku memendam rasa ini, tanpa kau ketahui aku mencintaimu dalam diam. rasanya ingin sekali ku ungkapkan rasa cintaku padamu, tapi aku tak ingin menyeretmu kedalam hidupku yg penuh dengan kekejaman seperti ini. Biarlah cintaku terpendam dalam hati, biarlah tak ada orang yg tau, biarlah kau tak mengenaliku, asal kau baik baik saja. Dan aku tak akan biarkan siapapun yg berusaha menyakitimu." gumam Iyan didalam hati.
akhirnya tibalah kedua gadis itu di kediaman keluarga Iyan Pratama. Gina yang bingung melihat rumah besar itu bertanya tanya dalam hatinya " Wah, besar sekali ,rumah siapa ini? Dan kenapa Lisa membawaku kesini? setauku Rumah Lisa bukan ini." namun tanpa pertanyaan dan tanpa penolakan , Gina menuruti setiap perintah Lisa..
__ADS_1
" kamu ganti baju aja dulu Gin, itu dilemari ada baju ku, kamu pakai lah..." ucap Lisa dengan menunjuk lemari baju.
" Kita dirumah siapa ini Sa? trus kamu minta aku pakai baju dilemari? Baju siapa itu? aku GK mau asal pakai baju orang" ucap Gina yg terus memutarkan pandangan nya didalam ruang kamar.
" Kamu tenang aja, Ini Rumah Utama keluarga Pratama. yg artinya ini rumah kakek aku, tapi karna kakek sudah meninggal , akhirnya pamanku yg menempati, soal baju itu bajuku... pilihlah baju yg membuatmu nyaman" Terang Lisa yg sudah membuka baju seragam nya dan berganti baju.
Gina pun mengangguk tanda bahwa ia sudah faham dengan yg dijelaskan Lisa. Tadi disekolah Lisa sudah memberitahu, kalau Gina harus tinggal dengan Lisa mulai sekarang, Gina sempat menolak keinginan Lisa, karna Gina tak ingin menyusahkan sahabat nya itu. Tapi tetap saja Lisa memaksa Gina, yang akhirnya di iya kan oleh Gina.
setelah makan siang, Lisa mengajak Gina kesebuah ruangan. Dimna ruangan itu penuh dengan peralatan olah raga dan juga senjata.
ruang panah, ruangan tembak, dan terdapat juga arena tarung lengkap dengan ring nya.
Lisa pun mulai pemanasan, dan peregangan melakukan aktivitas seperti hari harinya sepulang sekolah.
" Wuahhh Lisa Pratama Kamu seksi sekali , Kalau seperti itu" gumam Gina terpesona oleh Lisa.
setelah selesai pemanasan, Lisa menarik tangan Gina keruang tembak.
__ADS_1
meminta Gina duduk dibelakang Lisa dan menggunakan penutup telinga untuk Gina lalu untuk dirinya sendiri.
Dengan santai, dan tanpa ada keraguan, Lisa mulai menembaki Target yg berada 10 meter didepan tanpa ampun, dan tanpa meleset sekalipun.
dor,,,dor,,,,dor,,,,dorrr,,,dor
suara tembakan Melesat kearah target, yg membuat Gina melongo dan terkagum2 dibuatnya..
" Wuahhh Sa, sejak kapan kamu hebat Kya gini? perasaan disekolah kamu kan terkenal diem???" tanya Gina dengan rasa tak percaya .
"Sejak dulu, aku selalu diajarkan untuk bisa ini dan itu, agar bisa melindungi diri sendiri.. dan kini karna kamu tinggal dengan keluarga Pratama, menjadi bagian dari keluarga Pratama, Kau juga harus dilatih dan berlatih,agar tak ada lagi yg bisa menyakitimu" ucap Lisa dengan menatap serius kearah Gina yg masih tak percaya.
_--------___-------
assalamualaikum readers tercinta.
maaf baru bisa Up lagi.
__ADS_1
berhubung sinyal yg susah, tanpa mengurangi rasa semangat author untuk terus menulis, ucapan terimakasih dari saya karna selalu setia ..
salam sayang jangan lupa like dan komennya..