
Setelah Arsya menyerahkan 70% Sahamnya untuk Gina.. Kini Gina menjadi pemilik Saham terbesar di Winston Group. Dan Gina menduduki Jabatan Direktur disana. Sungguh keuntungan yang sangat besar bukan??? Setelah Siksaan yang tiada Akhirnya, kini Gina menerima semua keinginannya hanya semudah membalikkan telapak tangan...
"***Seperti kata orang tua dulu, Buah dari sabar itu sangat manis. Jadi bersabarlah, sesabar ombak menemani lautan''
by Cici Pramita...
~~``~~````~
"Pagi Gina.. tumben kamu ambil kuliah pagi." Tanya seseorang yang membuat Gina keget..
"Eh Rino iya niih, soalnya ntar siang sampai malam aku ada kerjaan,jadi ambil kuliah pagi deh." Jawab Gina yang masih berjalan menuju kelasnya.
"Aku Roni gin, Roni." kata Roni dengan wajah yang dibuat buat..
"Iya lah itu...." Jawab Gina judes.
"Kamu ini cantik cantik Judes amat." Kata Roni lalu berlalu mendahului Gina.
Gina berdecak malas berdebat dengan seseorang yang belum terlalu akrab dengannya.
pelajaran berlalu seperti biasa dan karna Gina termasuk murid yang cerdas, jadi dia kuliah hanya butuh waktu 3 tahun saja , yang artinya kurang 1semester lagi dia akan segera wisuda... Tapi dibalik kesibukan Gina sebagai CEO TSR, dia tetap tidak melupakan bahwa dirinya adalah seorang mahasiswi. Jadi belajar tetap nomer satu dijadwal kesehariannya. Dan Gina cukup kewalahan karena selain mengurus TSR ia juga kini harus mengemban tugas sebagai Direktur utama Winston Group.
Setelah selesai kuliah, Gina mulai mencari Taksi untuk menuju kearah Apartemen nya...
Dan setelah menunggu sekian lama, belum juga ada Taksi yang lewat. Padahal biasanya jam segini banyak sekali taksi yang berlalu lalang disini...
"Duh gimana nih, Rapat dewan akan berlangsung dua jam lagi.. dan sekarang gak ada taksi... alamat lah aku telat." gumam Gina sebal dengan sesekali mengalihkan pandangannya kearah jam ditangannya..
Tiba-tiba ada sebuah mobil mendekat lalu membunyikan klakson kearah Gina..
Kaca mobil itu pun menurun, dan terlihat orang didalamnya sedang tersenyum dan melambaikan tangan ke arah Gina.
"Kau butuh tumpangan?" Tanya orang itu.
Tanpa basa-basi Gina langsung masuk ke mobil itu dan menyebutkan Alamat Apartemen nya. Kalau sudah begini, Gina tidak lagi malu malu dan menolak, karna sekarang baginya tidak ada yang lebih penting dari uang, dan kejayaan. Hingga ia mengesampingkan rasa malunya, rasa cintanya dan kebahagiaan nya .... Gina, uang tak akan membuatmu bahagia.. Lalu kenapa kau begitu mati-matian mengejar uang dan menjauhi cinta yang sudah ada didepan matamu???
"Sudah sampai!!"
"Terimakasih Roni, Maaf merepotkan mu!" Ucap Gina.
Belum sempat Roni bicara,Eh Gina malah sudah keluar mobil dan lari ngiprit.... Roni yang melihat itu pun hanya geleng-geleng vkepala , dia juga harus segera pergi, karna ada rapat dewan yang harus dia Hadiri..
***dua jam kemudian
Winston Group.
Ruang rapat***
Didalam ruangan itu sudah dipenuhi dan dipadati oleh orang\-orang pemegang saham dan karyawan Winston Group. Tidak ada yang tahu, kenapa rapat diadakan secara mendadak begini, Biasanya rapat akan diadakan bila ada hal yang mendesak dan genting saja.. Tapi Dirasa rasa dalam bulan ini tidak ada yang genting di Winston Group, kok mendadak semua dewan pemegang saham dikumpulkan, Si Pemilik Perusahaan pun sudah ada diruangan tapi kok belum juga dimulai rapatnya.. Sebenarnya menunggu apa sih??
Ceklekk.....
Suara pintu ruangan terbuka, dan Terlihat seorang Wanita muda melangkahkan kakinya dengan sangat Anggun dan berwibawa. Setelan celana Kain hitam Dan Jas yang dirancang khusus untuk perempuan itu terlihat sangat mewah dan mahal, Warna hitam legam yang menjadi warna dominan di setelan itu membuat siempunya baju terlihat sangat putih dan cantik... Rambut lurus sebatas bahu, dibiarkan tergerai, Mata sipit dengan tatapan hangat namun tajam dan dibelakangnya terdapat seorang perempuan dan lelaki yang tidak kalah berwibawa.
__ADS_1
Seketika ruangan yang tadinya riuh dan berisik kini menjadi hening, seiring duduknya wanita itu disamping Arsya Fedhrick Winston.
"Maafkan atas keterlambatan saya!!" Ucap Gina dengan berwibawa.
"Tidak masalah Madam"
"Baiklah sekarang kita mulai rapatnya."
Ucap Arsya.
"Perkenalkan Ini Madam Gina Syarif, yang akan menjadi Direktur di Winston Group, Beliau juga pemilik saham terbesar disini." Ucap Arsya memperkenalkan
"Saya memberikan 70% saham saya pada Beliau, dengan alasan yang tidak perlu ada yang tahu. Ada yang kurang faham? dan jika ada yang mau bertanya maka silahkan bertanya" Kata Arsya lagi.
Seketika ruangan jadi sangat Riuh dan berisik, akibat Apa yang diucapkan Arsya membuat sebagian orang tidak suka. Namun Gina masih dengan anggunnya dan berwibawa, tidak terkecoh dan tidak memperlihatkan kegugupan sedikitpun.
"Apakah betul itu tuan Arsya? mengapa mendadak sekali." Tanya seseorang.
"Iya betul sekali. Sudah menjadi keputusan saya, saya harap semua memakluminya!" Jawab Arsya
"Madam Gina, apakah anda sudah berpengalaman didunia bisnis? Sepertinya anda sangat muda, apa tujuan anda menjadi direktur disini? " Tanya seseorang mengintimidasi Gina.
Gina bangkit dari duduknya dan berjalan mengelilingi ruang rapat.
"Saya perkenalkan diri saya dulu. Saya Gina Syarif, Pendiri The Secret of Rose atau yang biasa dikenal sebagai TSR. Tuan Arsya menyerahkan sahamnya pada saya atas dasar suka rela, tidak ada paksaan, dan masalah berpengalaman atau tidak itu anda bisa lihat bagaimana perusahaan yang saya bangun hanya melalui Website itu bertahan dan menjadi terkenal hingga sekarang. Dan saya? tentu saja saya masih muda. Karna saya seorang mahasiswi tingkat akhir disebuah Perguruan tinggi Negeri. Untuk yang tidak setuju saya menjadi Direktur disini, silahkan angkat tangan, dan saya akan beli semua saham dan aset yang anda miliki.." Jelas Gina dengan gaya anggun dan berwibawa, tapi dari bicaranya terkesan sangat sudah terbiasa dengan keadaan seperti ini. Hingga yang mendengar pun ada yang bergidik ngeri, ada pula yang terkagum kagum dibuatnya...
" Oh iya, dan kenalkan , mereka berdua ini Sekertaris dan orang kepercayaan saya. Mrs, Salsa dan Mr.Tio." Ucap gina lagi.
Arsya yang Sedari tadi memperhatikan Gina , menjadi amat takjub akan kehebatan Gina, keberaniannya tak tertandingi. Di Ruangan itu pun ada sepasang mata yang tidak henti\-hentinya memperhatikan Gina. Dia juga seorang pemegang saham diWinston group...
"Baiklah cukup sampai Disini. silahkan bubar" Ucap Arsya, seketika itu pula, semua yang ada diruangan rapat berhamburan keluar ruangan...
Ketika Gina berjalan keluar ruangan seseorang menghentikan langkahnya,
"Aku tidak menyangka ternyata kau wanita hebat Gina." Ucap seseorang itu.
Gina memperhatikan pria yang ada dihadapannya, dan seketika ia terbelalak.
"Roni!!!!! Sedang apa kau disini?" Tanya Gina yang masih dengan keadaan terkejut
"Aku? Tentu saja menghadiri Rapat, Apa kau tidak melihat ku tadi duduk disana??? Kau hebat Gina aku bangga mengenalmu!!" Jawab Roni antusias
"Oh benarkah? Maaf aku terlalu gugup soalnya.. Apa terlalu kentara?" Kata Gina...
"Tidak kau tidak terlihat gugup sedikitpun, kau terlihat seperti benteng kokoh yang tak akan roboh walaupun diterjang badai besar.!" Ucap Roni
"Hahahaha Kau bisa saja membuatku terhibur." Ucap Gina..
Dan mereka pun melanjutkan perjalanan mereka ke arah tujuan masing\-masing...
"Apa tidak papa tadi kau Mengungkap masalah TSR Nona?? aku khawatir kita akan dapat serangan tak terduga" Tanya salsa ketika sudah berada didalam mobil.
" Bodoh!!! Untuk apa kau jadi penembak jitu kalau dengan mengungkap jati diri saja khawatir.... Jika ada yang menyerang bidik otak mereka, hancurkan , seperti baru bekerja denganku saja kau ini." Kata Gina pedas ....
"*rasa rasanya tadi diruang rapat nona Gina sangat berwibawa dan anggun, tapi kenapa ketika keluar dari sana dia kembali sadis lagi? padahal tadi aku sempat tidak percaya kalau nona Gina bisa se wibawa itu" gumam Tio dalam hati. Dia hanya menyimak percakapan dua orang itu, sambil fokus pada kemudinya*.
__ADS_1
"Hei kau berhenti melihatku!!" Teriak Gina pada Tio. Pasalnya Gina tau kalau Tio sedang memperhatikan nya melalui kaca spion.
Gina sudah berada di Lobi apartemen nya.. Ia melangkah kan kakinya dengan malas, ia terlalu lelah untuk ini dan itu. Semua yang ia lakukan hari ini cukup menguras energi.
Gina memutar pintu Apartemennya dan kemudian masuk, Tanpa disadarinya ada sepasang mata yang mengamatinya dari kegelapan. Sepasang mata itu terlihat sedang berada disofa ruang tengah...
sudah menjadi kebiasaan Gina kalau pulang membiarkan lampunya yang mati, dan tidak menyalakan nya...
Gina langsung menuju dapur, ia membuka kulkas dan mengambil sebuah air mineral yang ada didalamnya. Ia terlihat sangat haus, ketika Gina mulai meminum air yang ada di botol itu, ia tersentak karna ada seseorang yang memeluknya Dari belakang. Mendekap tubuhnya dengan erat .
Gina Refleks saja memutar tubuhnya dan mundur menghantamkan orang yang dibelakangnya kearah tembok. Terdengar erang kesakitan disana, ketika dekapan orang itu mulai mengendur, Gina menarik kedua tangan itu kearah samping lalu memilinnya kuat, Gina ingin melihat siapa yang berani masuk Apartemennya, tapi sial..... GELAP........
Seketika itu pula.. Gina mengangkat orang itu dan membantingnya keatas lantai keramik dapurnya.. Tidak ada perlawanan, sepertinya orang itu .. Pingsan..
\*Klip.
Gina\* menghidupkan lampu dapur dan melihat pria yang tidak sadarkan diri itu...
Gina melihat Pria itu dengan tatapan aneh... sepertinya Gina kenal dengan pria itu...
\*tap tap tap\*...
Gina berjalan mendekati orang itu dan Gina kaget bukan main....
"Oh tidak....... Kak Iyann......."
to be continue
__ADS_1