
" hefff Roni Lo Gin, bukan Rino." kata Roni dengan sedikit kesal. Bagaimana tidak, baru tadi pagi ia memperkenalkan diri pada Gina. tapi Gina sudah lupa pada namanya.
"Iya iya. ya sudah kalau GK lihat." Saut Gina berlalu meninggalkan Roni.
"Kemana sebenarnya Lisa ini? kok tidak kelihatan? apa kah aku harus menghubungi tuan Iyan Pratama ya? iya sebaiknya aku menelepon Iyan." gumam Gina dalam hati
*Tut...tut...Tut... suara sambungan telpon di ponsel gina.
Sedangkan Iyan* yang sedang ada rapat dengan mitra bisnisnya disebuah restoran SC, merasakan ponselnya bergetar didalam saku celananya. Dan setelah dilihat dia heran, tumben Gina menghubungi nya.. berarti ada sesuatu yang penting. Pikir iyan.
"Halo tuan! apa kau bisa mencari keberadaan Lisa?" Tanya Gina to the poin.tanpa basa basi.
Gadis ini tidak ada basa basinya. gumam Iyan dalam hati.
"memang ada apa dengan Lisa? bukannya tadi pagi dia berangkat bersama mu?" tanya Iyan heran. dan sebelum pertanyaannya dijawab oleh Gina , Iyan berdiri dari kursi yang ia duduki dan pamit pergi menelpon pada tamunya.
" Maaf tuan, seperti nya ini telpon penting, saya tinggal sebentar." ujar Iyan yang di jawab anggukan oleh tamu itu.
"Max kau ambil alih." perintah Iyan tanpa menoleh dan pergi.
"Halo, sampai mana tadi?" tanya Iyan disebrang telepon
"Cepat lacak keberadaan Lisa. sudah sejak pagi aku tak melihatnya dan artinya sudah dua jam setengah aku tak lihat Lisa , aku telpon pun tak diangkatnya. terakhir aku lihat dia diparkiran bersama pria." Jelas Gina panjang lebar dan tentunya cemas.
setelah melakukan panggilan itu, akhirnya Iyan memberikan alamat Lisa pada Gina melalui Wa. Tidak butuh waktu lama untuk melacak Lisa dan Gina. karna Iyan telah memasang aplikasi pelacak pada ponsel mereka masing masing. Iyan langsung pergi kelokasi Lisa bersama Max.
Dor...dor...dor...
Gina menggedor suara pintu apartemen dengan keras.
dor. ..dor...dor...dorrr
tidak ada jawaban, dan akhirnya..
gubrakkkkkkkk
Lisa mendobrak pintu apartemen itu. Gina pun heran. tanpa disangka, ia kuat mendobrak pintu itu😂.
Gina berkeliling ruangan dan mendapati suara tawa di lantai atas. Ya tawa, tapi bukan tawa Lisa, melainkan suara tawa beberapa pria.
Gina menaiki tangga dengan pelan. Setelah dihadapan pintu sebuah kamar, pintu itu tidak tertutup rapat.
__ADS_1
Alangkah terkejutnya Gina , melihat Lisa tidak sadarkan diri tanpa busana. Dan ada dua orang pria disitu. Satu memegan kamera handycam, dan yang satu lagi me****s Payu**** Lisa dengan tawa kemenangan.
Gina amat marah dan murka. Diambilnya asbak, yang ada diatas nakas samping pintu. masuk ia kedalam kamar itu, dan.....
prangggg...
Gina memukulkan asbak ke kepala pria yang sedang merekam Aksi Bayu. langsung saja pria itu terkapar dilantai dan kejang kejang, karna darah yang keluar dari kepala itu bak air mancur.
Bayu yang melihat kejadian yang begitu mendadak itu terkesiap dan bingung. Bagaimana Gina bisa tahu? kalau Lisa dibawanya kemari??
Tanpa aba-aba, Gina memutar badannya dan melayangkan tendangan nya kearah kepala Bayu, dan Bayu jatuh terpental.
Bayu yang kaget , langsung bangun dan menyerang balik Gina dengan hanya mengenakan celana boxer. Serangan Bayu tak seberapa cepat, hingga Gina mampu memberikan tintu keras dipelipis Bayu. Mendarat lagi tendangan beruntun diperut dan didada Bayu hingga ,Bayu terpental kearah tembok, dan akhirnya pingsan..
Sementara itu dibawah, Iyan ,Max dan beberapa bodyguard sudah sampai dan sedang menaiki tangga, sampai disitu Iyan dan Max begitu terkejut melihat Lisa dalam keadaan b***l, dan lebih terkesiap lagi melihat Gina yang menghajar, meninju, menendang dan menginjak perut dan dada lawannya dengan ganas dan membabi buta. Iyan yang melihat itu membiarkan Gina menuntaskan aksinya. Dan Max tanpa aba2 langsung kearah ranjang untuk menutupi tubuh Lisa.
Iyan menghampiri Gina dan memintanya menghentikan aksinya.
" Gina cukup, dia sudah mati. Apa kau ingin dianggap pembunuh?" ucap Iyan perlahan.
Gina pun menurut dan menghentikan aksinya dan berkata " Manusia manusia seperti mereka ini memang harus dibasmi dari muka bumi."
tapi bukan Iyan namanya, kalau ia tidak bisa mengendalikan dirinya.
"Ya kau benar, mari kita pulang yang penting Lisa baik baik saja. Dan terimakasih karena kau datang tepat waktu tanpa terlambat." Ucap Iyan , lalu memapah tubuh Gina.
"Max bersihkan kekacauan ini, setelah itu susul aku dimobil dan cepat bawa Lisa. Awas jangan sampai tertinggal jejak." tutur Iyan pada Max yang dianggukan.
sebenarnya apa yang terjadi disini, tanya Max dalam hati. lalu Max memerintahkan ini dan itu pada bodyguard nya ,hingga tidak ada setetes atau pun bau darah dalam ruangan itu.
flashback on.
pagi pagi sekali Bayu sudah tiba di kampusnya. Ia terlihat sedang asyik berbicara pada Brian , teman dekatnya.
" Lama kita gak ada kerjaan ni bro," tanya Brian
"iya aku tau, Kau tenang saja. Sebentar lagi kita akan bekerja dengan suka rela, karna aku punya sasaran empuk" Ucap Bayu dengan senyum jahatnya.
*Oya?? memang siapa? apa aku kenal?* tanya Brian lagi
"kau akan tau, yang penting kau siapkan semuanya dulu, sebentar lagi bahan utama pekerjaan kita akan tiba ha ha ha" Ucap Bayu dengan tawa jahatnya.
__ADS_1
sementara itu , Di depan gerbang kampus nampak sebuah mobil Honda jazz memasuki area parkir, Dan Bayu sudah bisa menebak kalau yang datang itu pastilah Lisa dan juga Gina. Bayu mulai mengenal Lisa, beberapa bulan yang lalu saat mereka mengerjakan tugas kelompok, dan semenjak itu mereka berdua menjadi dekat. Bayu tak tahu ko siapa Lisa sebenarnya,dan Lisa pun tidak tau kalau ternyata Bayu itu ada lah lelaki brengsek dengan segala otak mesumnya.
" Lisaaaa..." Teriak Bayu dari kejauhan.
Gina dan Lisa pun mendekatinya, karena memang tempat Bayu berdiri itu jalan untuk menuju kelas mereka.
" Oh haiiii , Bayu. apa kabar?" tanya Lisa dengan lembut dan senyum sebagai pemanis.
" Baik, kamu gimana? aku kangen kamu tau, akhir akhir ini sepertinya kau sangat sibuk ya?" tanya Bayu yang di jawab anggukan oleh Lisa.
Gina yang mendengar percakapan mereka berdua pun meninggalkan mereka begitu saja. karna memang bukan pertama kalinya mereka berbincang-bincang seperti ini..
setelah berbicara agak banyak, Brian datang dengan 3 botol jus di dalam kantong plastik. dan memberikannya pada Lisa dan Bayu.
"Sa , kenalin ini Brian , dia teman aku, tapi kita beda jurusan. dia ambil jurusan manajemen bisnis." kata Bayu sambil menyodorkan sebotol jus kearah Lisa.
Lisa pun ber oh saja mendengar itu, tanpa curiga dia meneguk habis minuman dari Bayu.
Dan saat Lisa akan pamit pergi ke kelas, tiba tiba Lisa merasakan kepalanya pusing sekali. dan ia hampir kehilangan keseimbangan tubuhnya. dengan cepat Bayu menangkap tubuh Lisa.
"Lisa ada apa?" tanya Bayu , dengan mengedipkan sebelah matanya ke arah Brian.
" Ahhh , aku tidak apa hanya pusing aja" jawab Lisa lirih.
" Kita kerumah sakit ya " ajak Bayu pada Lisa.
dan tak lama sebuah mobil menghampiri mereka, langsung saja Bayu mendorong tubuh Lisa kedalam mobil....
ha ha ha hahaha
tawa Brian dan Bayu yang menggelegar didalam mobil.
" Akhirnya kita dapat gadis mulus dan aku yakin film Porno yang akan kita buat akan laris manis bro" ucap Brian dengan tawa nya yang lepas..
" Betul sekali bro, Kau akan bisa mencicipi nya setelah tugas kita masing masing selesai." Kata Bayu.
Bayu dan Brian itu menciptakan film p**n* ilegal, yang mereka buat dari hasil menipu banyak gadis. Dan sekarang tibalah Giliran Lisa. Brian bertugas merekam, dan Bayu bertugas menggagahi gadis yang akan ditum*****Inya. setelah itu maka Brian akan dengan senang hati melakukan hal yang sama , dan pada siapapun yang akan menjadi target mereka.
Flashback off.
____-------_____
__ADS_1