Adakah Cinta? Adakah Bahagia?

Adakah Cinta? Adakah Bahagia?
Eps 26


__ADS_3

Waktu berlalu begitu cepat, Lady Rose dan TSR melonjak begitu saja, tak ada yang bisa menyentuhnya. Selain keamanan yang ketat, belum lupakan kalau Gina juga ahlinya dalam tinju meninju hahahaha....


Suatu ketika Gina sangat merindukan sahabatnya, tapi sahabatnya itu sulit dihubungi. Entah lah, mungkin Lisa sedang sibuk?


"Sudah kau kumpulkan bukti buktinya Tio?" ucap Gina.


"Sudah Nona. Ini laporan penggelapan dana yang diatas namai Tuan Arsya Fedhrick Winston. Dan semenjak kendali perusahaan ada dibawah Nona, tikus itu selalu dengan bersih melancarkan aksinya, dan mengubah aset perusahaan menjadi miliknya. Kita harus segera Melakukan sesuatu Nona. Sudah cukup banyak TSR menyumbang dana." Jelas Tio.


"Em kau benar Tio. sekarang kita harus melakukan sesuatu, suruh Lisa siapkan Rapat dewan dalam 2 hari. Dan kau atur pertemuan ku dengan Arsya Sekarang." perintah Gina.


"Baik Nona…."


Dilain tempat Iyan Pratama sedang sangat sibuk dengan perusahaan nya. Ia merasa selalu bersemangat dalam melakukan apapun. Terlebih gadis kecilnya kini dapat menyaingi usahanya. Sepak terjang yang dilakukan Gina menjadi motivasi bagi Iyan dalam mengelola usahanya, Dan hasilnya Iyan tetap menjadi pengesuha nomer 1 dinegara itu.


"Ada Apa Lady manis ingin bertemu dengan ku?" tanya Arsya.


Gina duduk dengan tenang dan memesan sebuah makanan, Dia tidak terlalu menghiraukan keberadaan Arsya . dan itu sukses membuat Arsya menahan emosinya...


"Baiklah aku sudah selesai memesan,Apa kau ingin memesan makanan Tuanku Arsya?" Tanya Gina dengan mengerlingkan sebelah matanya.

__ADS_1


"Tidak, aku hanya ingin tau, kenapa orang sibuk seperti mu menemuiku di sebuah cafe seperti ini? Apa kau tidak diberi tau kalau aku sedang ada Rapat?"


"Oh kalau itu aku yakin apa yang ingin ku katakan lebih penting dari pada rapat yang kau tinggalkan itu."


"Hah jangan bertele-tele nona. Cepat katakan" Bentak Arsya


"Mohon jaga sikap anda Tuan" Tio yang berada jauh dari meja Gina, langsung mendekat.


"Tidak apa Tio, Aku yakin tuan Arsya saat ini sedang gelisah memikirkan nasipnya." Gina melempar sebuah map kedepan Arsya ..


Arsya membuka Map itu yang berisi tentang beberapa Dana yang masuk kedalam rekening nya dalam jumlah fantastis. Jarinya gemetar membaca itu, keringat dingin keluar dari kedua pelipis nya.


"Apa yang kau inginkan?" tanya Arsya


"Pertanyaan bagus Tuan. Kau punya 2 pilihan. Ingin ku penjarakan atau...."


"Heh J**an* jangan mempermainkan ku atau kau tau akibatnya." Arsya sudah emosi, ia menahan segala macam gejolak itu, karna melihat Gina yang dikelilingi beberapa orang kepercayaan nya.


" Santai saja tuan. Kalau kau berikan perusahaan mu untukku, aku jamin kau bebas berkeliaran tanpa harus terkurung didalam jeruji besi" Ucap Gina setelah meminum jusnya.

__ADS_1


"Tidak akan ku berikan, dan kau pasti akan tau akibatnya karna bermain denganku"


"Jangan begini tuan, ayolah, kita sudah lama bekerja sama. Dan kau tau dana yang kau selundupkan itu adalah dana dari TSR yang seringkali ku suntikkan di perusahaan mu. Jangan membuatku menghancurkan gedungmu itu hanya dengan tarikan tanganku. " Ucap Gina masih dengan santainya ...


Arsya tersentak, bagaimana Gina bisa tau semua tentang dirinya? Ah sepertinya Arsya lupa kalau Gina pemilik TSR, informasi apapun akan dengan mudah ia dapatkan.


Gina berdiri dari kursinya dan berjalan menuju Arsya, Perlahan Gina membawa tubuhnya untuk duduk dipangkuannya. Gina mengalungkan kedua tangannya dileher Arsya sambil mendekat kan tubuhnya ....


"Apa kau ingin melihat Tuan Marco kehilangan tempat tinggalnya? Dan karna keegoisanmu membuatku yang semula tulus bekerja sama denganmu menjadi muak terhadapmu." Bisik Gina ditelinga Arsya.


" Dan kau harus membayar karna sudah menghancurkan kepercayaan ku, dan karna sudah Mengambil uang TSR dengan begitu banyaknya. Oh bukan, Aku tidak akan melaporkan mu ke polisi, aku akan menyiksamu dengan kedua tanganku sendiri. Dan sepertinya Iyan Pratama akan bergabung denganku." Masih dalam berbisik dan sesekali Gina membelai pipi Arsya yang sudah mengalir keringat dingin.


Shit, akan ku balas kau gina . batin Arsya


"Baiklah akan kuberikan perusahaan itu untukmu, Asal tak kau sentuh rumah Dadyku." ucap Arsya dengan wajah memerah.


"Good boy" ucap Gina dengan menepuk kedua pipi Arsya sedikit keras.


***Bersambung.

__ADS_1


to be continue***


__ADS_2