Adakah Cinta? Adakah Bahagia?

Adakah Cinta? Adakah Bahagia?
Eps 27


__ADS_3

"Good boy" ucap Gina dengan menepuk kedua pipi Arsya sedikit keras.


"Setelah ini aku pastikan Lady Rose hancur ditanganku." Batin Arsya, setelah kepergian Gina.


Malam telah tiba, penghuni malam mulai menampakkan dirinya, sinar kelap kelipnya dilangit membuat siapapun yang melihatnya menjadi takjub. Kecil, tapi banyak sekali jumlahnya... Yah bintang itu menjadi teman kesendirian Gina. Dibalkon apartemen nya, ia memandang bintang kecil itu, angin sepoi-sepoi mengibaskan rambutnya...


Masih dalam keheningan tiba-tiba sebuah tangan mendekap erat tubuhnya dari belakang.. Gina tak terkejut, sudah dapat dipastikan siapa orang yang berani memeluknya seperti ini.


"Apa yang sedang dipikirkan gadisku ini?" Tanya orang itu..


"Aku sedang memikirkan, kapan aku keluar dari dunia suram ini? Aku ingin bahagia, aku ingin cinta. Yang sederhana dan yang normal normal saja. Tanpa ada kekerasan dan kekejaman" Ucap Gina pelan tapi tetap terdengar.


"Apa kau tidak suka dengan keadaan mu yang sekarang? Bukankah dunia ada digenggaman mu?" tanya Orang itu.


"Bisa dikatakan aku Orang yang Egois, dengan semua ini aku belum bisa Bahagia, masih banyak yang aku inginkan, Aku ingin membangun rumah kecil disebuah pulau dipinggir pantai, banyak kebun bunga, banyak hewan ternak, dimana hanya ada aku kau dan anak anak kita."


"Kita bisa merencanakan nya mulai sekarang sayang, kenapa risau? "


"Tidak kak Iyan, jangan sekarang. Aku tidak ingin membahayakan siapapun."

__ADS_1


Pria itu ternyata adalah Iyan. Ia membalik tubuh Gina hingga menempel pada dada bidangnya.


" Aku juga ingin semua ini segera berakhir, aku ingin menikah denganmu. Bersabarlah, sebentar lagi sayang." Bisik Iyan ditelinga Gina.


Entah kenapa, Gina langsung menitikkan air matanya. Baginya Iyan adalah dunia barunya. Baginya Iyan adalah sebuah rumah. Dimna ketika ia sedang lelah dan butuh kehangatan, maka ia akan kembali kerumah. Ya, sedalam itulah arti Iyan bagi sosok cantik Gina.. Begitupun sebaliknya.


"Hust... Kenapa menangis?" Iyan menangkap kedua pipi Gina dan mengusap bulir bening yang mengalir di pipi mulusnya.


"Aku rindu Kak Ali... Bagaimana keadaannya, bagaimana hidupnya... Aku sudah suruh Tio untuk mencari keberadaan nya, tapi nihil Kak.. apa yang harus aku lakukan?" Isak Gina.


Iyan hanya diam mendengarkan curahan hati gadis kecilnya.


"Sayang ku mohon katakan sesuatu.." ucap Gina.


Iyan kembali memeluk Gina, dan menepuk-nepuk punggungnya...


"Aku tidak tau apa yang harus ku katakan sayangku, Aku hanya tau bahwa kau adalah gadis yang baik hati. Kau begitu mempedulikan kakakmu yang jelas jelas sudah berulangkali mencoba membunuh mu. Tanpa kau minta aku tetap mengawasi kakakmu. Dia ada di Mongolia, menikah dengan gadis asli sana. Sekarang dia sudah bahagia dengan segala kesederhanaannya. Perempuan yang menjadi istrinya itu mampu membuat menghancurkan keras hatinya hancur menjadi lemah lembut. Aku juga pernah bertemu dengannya. Dia memohon padaku agar aku tidak membunuhnya, katanya demi istri dan calon anaknya."


Iyan menarik nafasnya panjang sebelum melanjutkan ceritanya.

__ADS_1


"Dia ingin sekali bertemu denganmu, aku sudah melamar mu darinya. Aku sudah memintamu, dan dia bilang akan hadir ketika tiba saatnya kita menikah."


Gina melepaskan cengkraman tangannya pada Jas Iyan, lalu mendongak keatas menatap wajah tampan Iyan Pratama.


"Kau sungguh dewasa, terimakasih karena tetap membiarkan kakakku hidup bahagia." Ucapnya dengan linangan air mata.


"Jika Kakakmu adalah alasanmu selalu bahagia.. Maka akan ku lakukan apapun agar kau bahagia."


Bersambung...


to be continued..


***Acieeee ada yang baper ni uehhh... 😂😂


Rencana nya beberapa Part lagi author mau kasih tamat Ceritanya..


masih bingung harus bagaimana ending nya. kalau mau ada yang kasih saran silahkan komentar..


jangan lupa tinggalkan jejak nya ya***..

__ADS_1


__ADS_2