
"Bahkan tuan Marco Masih menganggap ayah sebagai musuhnya. Ia tak segan-segan menghancurkan segala sesuatu yang berkaitan dengan Pratama... Edan memang orang orang itu..."
"Semoga tuan Arsya Berbeda dari dua orang terdahulu nya.." Ucap sang Ayah
~~~~~
Winston Group
"Selamat pagi Direktur" Sapa seorang pegawai.
"Pagi." jawab Gina dengan anggukan dan senyuman. Tak mengurangi keanggunan dan wibawa seorang Gina Syarif. justru menjadikan Gina lebih Cantik dan dikagumi.
Hari ini adalah hari pertama Gina masuk kerja sebagai Direktur di Winston Group. Ia terlihat antusias menjalani hari pertama kerjanya itu. Senyuman dan keanggunannya membuat siapapun luluh lantah ketika memandangi kecantikan Direktur Gina.
"Ada perkembangan Tio?" Ucap Gina.
"Ada Nona, Kelinci sedang dalam perjalanan kembali ke negara ini." Kata Tio.
" Salsa apa kau sudah Cari tau apa yang dilakukan Kelinci ku di Canada?" Tanya Gina.
"siap Nona, Kelinci itu sedang menggali Rahasia yang Terjadi diantara keluarga Pratama Vs Winston." Gina mengangguk pertanda memahami semua informasi yang dibutuhkan nya..
Setelah menerima informasi dari kedua Kesayangannya, Gina langsung menelpon Arsya.
Gina : " Hallo...
Arsya :" Ya direktur ada yang bisa saya bantu.
Gina :" aku hanya ingin memberi tahumu, bahwa Iyan Pratama baru akan kembali dari Canada hari ini. Masalah apa yang ia lakukan disana ,aku tidak tahu, sebab itu diluar jangkauan ku...
Arsya : Baiklah itu artinya dia masih bersantai ria.. Terimakasih Direktur atas kerja bagusnya.
Tanpa menjawab Gina langsung memutuskan Sambungan telepon nya.
Arsya yang Belum percaya akan kesungguhan Gina, akhirnya mencari tahu sendiri, apakah benar bahwa Iyan baru baru ini pergi ke Canada.
"Rian, apakah betul Kalau Iyan pergi ke Canada? Apa yang dia lakukan disana?"
"Betul sekali Mister, Iyan Pratama pergi ke Canada, dia hanya mengunjungi orang tuanya . Dan tidak ada kegiatan lainnya." Ucap Sekertaris Arsya tersebut.
"Good....
Arsya puas dan senang karna Gina bisa Profesional dalam bekerja, ia membedakan antara perasaan pribada dan masalah pekerjaan. Bagus lah kalau si Arsya percaya. Karna Gina akan membuat Winston Group dan Pratama Group masuk kedalam kendalinya. Mengingat TSR Sangatlah berjaya kali ini, jadi tidak lah sulit mencari informasi apapun.
tok tok tok...
Seseorang mengetuk pintu ruangan Gina.
dan Gina pun mempersilahkan orang itu masuk.
"Nona, ada sebuah paket Untukmu." Ucap Salsa
"Tioooooo........" Teriak Gina.
Dan tentu saja Tio yang sedang diruangan nya mendengar Teriakkan Gina, langsung berlari terbirit-birit,
" Saya Nona...." Kata Tio dengan Nafas yang masih tergopoh-gopoh....
" Ada paket untuk ku, kau bukalah dulu."
"Kenapa harus saya ? Nona buka aja sendiri!" Tukas Tio
" Harus kau yang membukanya dulu, aku tidak menjamin apa yang ada didalam kotak itu ... Kalau ternyata didalam itu Bom. maka kau yang harus mati menggantikan ku. Aku tidak ingin mati" ucap Gina sekenanya.
Hahahaha kau lucu sekali Gina. Batin Tio dan Salsa berbarengan.
Tio membuka Kotak paket itu pelan pelan. Tio tak mau kalau barang Nonanya Rusak karna ulahnya yang tidak hati hati.
Dan seketika Matanya terbelalak melihat barang yang ada di dalam kotak itu...
"Kenapa ada apa? cepat katakan." Ucap Gina.
jeng..... jeng.... jeng....
Tio mengeluarkan benda kecil dari kotak itu.
"Kunci mobil?" tanya Gina
"Wahhhh..." Ucap Salsa dan Tio berbarengan.
kring...kringgg...kringg.
"Kau sudah terima Hadiah dariku Nona?" Tanya seorang dari balik telepon
"Tuan Arsya, itu kunci mobil untuk saya?" tanya Gina tak percaya.
"Betul Aku puas akan kerja Nona, aku sudah cek , masalah Iyan Pratama dan ternyata kau tidak berbohong padaku. Sekali lagi saya puas akan kinerja Nona Gina." Ucap Arsya
*Tut Tut Tut..
Telepon terputus...
"Damn*....rupanya si Ru ygbah itu meragukan kinerjaku." Umpat Gina
"Apakah Tuan Arsya memeriksa kembali laporan Nona??" Tebak Tio.
"Hem, aku tidak terima atas penghinaan ini. Salsa kau pasti Tau apa yang harus kau lakukan."
"Tenang Nona sudah saya kumpulkan semua berkas, tinggal tunggu Perintah Nona." Ucap Salsa dengan senyum Licik dari ketiga nya...
Mansion PRATAMA
"Udah lama Gina nggak telpon aku ataupun sebatas kasih kabar, Kalau masalah kuliah kadang dia cuman minta Dosen pembimbing buat kirimkan Tugas lewat email aja. Dan masalah pekerjaan Gina, aku kurang tau kak. Dia kan CEO TSR." Jelas Lisa....
__ADS_1
"Bodoh, Kamukan sahabatnya!! Masa, gak kasih kabar sama sekali" Tukas Iyan
"Ih aku kan juga sibuk nyiapin diri buat Ujian dan Skripsi. Kenapa kakak jadi marah sama aku? Kenapa kakak gak kerumahnya aja tanya langsung. Dasar Aneh!!!!!"
"Apa kau bilang? hOi sini kamu!!" Teriak Iyan
Lisa berlari kekamarnya saat menyadari keadaan kurang bagus. Habis Iyan juga sih, gak ada manis manisnya kalau ngomong. Dasar Bambang🤪
Jam sudah menunjukkan pukul 7.45 malam, terlihat Gina baru saja meninggalkan ruangannya di ikuti dua orang kepercayaannya. Gina menaiki Mobil yang dihadiahkan untuknya, sedangkan Salsa dan Tio menaiki mobil lain.
Entah kenapa pikiran Gina tiba tiba mengarah kepada seseorang yang membuat nya Rindu. Iyan?? iya dong memangnya siapa lagi??😊
*Aku rindu dirimu yang selalu ada untukku. Aku rindu kamu yang selalu berusaha membuatku tersenyum. Apakah kini keadaan yang membuatmu begitu jauh dariku? Apakah Cinta yang kau ucapkan untukku sudah hilang bersamaan dengan datangnya kekasih lama mu? Hah Iyan You make me crazy.😔😔
Saking fokunya Gina dengan pikirannya, dia tidak sadar bahwa dia sedang mengemudi* sebuah mobil, dan kini dia sudah berada diluar jalur . Gina berada di arah Jalur berlawanan, terlihat ada sebuah mobil melaju sangat kencang kearahnya. Gina yang terkejut dengan keadaan dan kenyataan bahwa dirinya sudah berada di jalur yang salah. Langsung saja ia membanting setir mobil nya, Na'as mobilnya terpeleset dan berputar terjungkal terbalik...
*Ciiiitttttt, gludak, dludakk...
Tio dan juga Salsa yang berada dibelakang mobil Gina seketika berteriak Histeris, melihat Mobil Nonanya didepan sudah hancur tak bersisa!!!
oh tuhan, apa yang terjadi.
Gina? untuk yang kesekian kalinya dirimu celaka dan kini!! Apakah kau bisa selamat?
"Tolong* Tolong tolong" Teriak Salsa yang berlari kearah mobil Gina yang sudah terbalik. Begitu pun Tio ,dia langsung melihat keadaan Gina yang berada dalam mobil yang terbalik..
"Lakukan sesuatu Tiooo" Isak Salsa histeris..
Tio mencoba membuka pintu mobil yang terkunci dari dalam, sial terkunci dari dalam.
Tio mengambil Batu dipinggir jalan dan memecahkan Kaca mobil Gina, lalu dengan usaha keras Tio berhasil mengeluarkan Gina dari mobil itu... Baru berapa langkah Tio membawa Gina menjauhi mobil itu,,,,,
Buommmmmmmm......
Mobil Gina meledak seketika, Api dan asap yang mengepul hitam telihat sangat menakutkan.
"Oh tuhan Gina, bangun Gina... Tio apa yang terjadi"Isak Salsa yang kini telah memangku kepala Gina...
"Kau sudah telpon ambulance Salsa?"
Salsa menganguk, dia sudah lebih dulu menelpon Ambulance saat Tio tengah sibuk mengeluarkan Gina dari dalam mobil..
Tanpa mereka sadari keadaan dijalan Raya tersebut sudah padat di penuhi orang yang melihat kecelakaan tersebut, dan ternyata Ada mobil lain yang turut ikut mengalami kecelakaan selain mobil Gina...
Tio berlari melihat keadaan Orang yang mobilnya menabrak sebuah pohon besar dipinggir jalan sana. Tidak separah Gina, hanya bagian depan mobil itu saja yang penyok..Dan pengemudinya? Loh kemana sipengemudi mobil ini? Tio berkeliling mobil dan bertanya pada orang-orang disekitar situ, menanyakan keadaan si pengemudi itu... ada yang berkata tidak tahu, lalu ada yang menunjuk pengemudi itu berjalan kearah Gina yang tengah berada dipangkuan Salsa.
Salsa berbalik memandang Orang yang memanggil nama Nonanya dari belakang.
Salsa mengerutkan Alis dan keningnya. Masih sambil terisak dia melihat Orang itu berjalan sempoyongan kearah nya... Dengan pelipis yang mengeluarkan darah segar, orang itu terlihat sudah menangis dan terlihat sangat Khawatir...
"Tuan Iyan, Apa yang anda lakukan dan kenapa Anda bisa terluka???" Tanya Salsa yang mengenal orang itu sebagai Kelinci kecil Nonanya.
Belum terjawab pertanyaan Salsa, sebuah ambulance datang menghampiri mereka.
Iyan dan Gina langsung diangkut Ambulance menuju ke rumah sakit terdekat.
Salsa dan Tio mengikuti Ambulance dari belakang. Rasanya malam itu terasa amat panjang dan dinginnya malam itu menusuk tulang setiap orang.
Sepertinya sudah menjadi suratan takdir bagi Gina untuk terus keluar masuk Rumah sakit.
Keesokan harinya, Sudah berkumpul semua orang untuk mengetahui keadaan Gina...
Lisa,
Tio,
Salsa,
Iyan,
dan Max...
Sudah 10jam semenjak kecelakaan itu, Tapi Gina belum juga sadarkan diri. Iyan sudah mendapatkan perawatan intensif dari rumah sakit, terlihat ada sebuah perban yang terpampang dipelipis kanannya. Iyan juga sudah menggunakan pakaian Rumah sakit, sama halnya dengan Gina...
Dokter bilang, Syukurlah tidak ada Luka dan sesuatu yang mengkhawatirkan, Gina hanya mendapat beberapa jahitan dilengan kaki dan kepalanya. Tapi kenapa sampai saat ini belum juga Siuman?
*Seandainya bisa, aku ingin bertukar posisi denganmu Gina. Aku tak sanggup melihat mu begini. Sudah ke sekian kalinya dirimu membuatku berdiri diujung tombak.... Kau harus selamat Gina. ini bukan apa apa untukmu. Setelah ini aku akan betul\-betul menjaga dan menyayangi mu.... Gumam Iyan*
Setelah sekian lama menunggu, Akhirnya Gina membuka matanya..
Dengan sedikit senyuman ia menyambut semua orang yang ada di ruangan itu.
Iyan yang melihat itu, tak kuasa menahan dirinya ,langsung saja Iyan berlari memeluk dan memberikan ciuman sayang di pipi kanan dan kiri Gina.
__ADS_1
"Terimakasih, Sudah kembali... Dan maafkan aku" Ucap Iyan lirih Dangan wajah yang disembunyikan di punggung tangan Gina
"Kenapa kakak pakai baju Pasien? Apa kakak terluka? Apa kau baik\-baik saja?" Tanya Gina
"Bahkan dalam keadaan begini kau masih saja menghawatirkan ku," Gumam Iyan
Semua yang melihat Iyan dan Gina pun merasa iri, mereka saling mencintai, tapi entah apa yang membuat mereka belum juga bisa saling memiliki. Dan merekapun bahagia dan lega melihat keadaan Gina baik baik saja, Mereka memberikan waktu untuk Gina dan Iyan lalu meninggalkan rumah sakit untuk mengurus urusan yang tertunda.
"Jangan Coba berani sakit lagi" Ucap Iyan
"Iya aku janji gak akan sakit lagi." Kata Gina..
"Kenapa kau menghindar dariku?" Tanya Iyan
"Aku benci, kamu masih sayang dan cinta kan sama Mantan mu. Aku gak suka dengan perasaan ku yang terus menuntut untuk membuat mu menjadi milikku seorang. Apa hak ku? aku kan bukan siapa siapamu.!" Jelas Gina.. dengan muka betenya
"Ouh Jadi sayangku ini cemburu ya hahahaha" Ledek Iyan
"Siapa yang cemburu? sana pergi kau ke pacar yang kau sayang itu.."
"Hei hei, coba dengarkan aku, Aku itu cuman sayang dan cintanya sama kamu. Masalah Gendis, aku udah urus dia. Dia sudah ku kirim ke negaranya sendiri. dan dia gak akan ganggu hubungan kita lagi. aku juga udah kasih penjelasan, bahwa diantara kami sudah tidak ada rasa apapun yang tertinggal." Ucap Iyan..
Iyan menarik Nafasnya dan kemudian melanjutkan penjelasannya....
"Jadi apakah gadis kecilku ini sudah percaya padaku??" tanya Iyan sambil menarik ujung hidung Gina..
" Em baiklah aku percaya, Kau berani bohongi aku, aku sendiri yang akan melenyapkan mu!!!" Gertak Gina..
"Wuisssss Atut makkkk hahaha" ejek Iyan
"Hei aku serius!!" Kata Gina dengan nada bicara lebih tinggi
"Iya aku juga serius sayang, Jadi kita pacaran kan ya??" Ucap Iyan dengan Pedenya.
"Idih siapa juga yang mau pacaran sama kamu?" Ucap Gina sambil menggidikkan kedua pundaknya..
Iyan gemas sekali melihat kesayangan nya itu. Perlahan Iyan menyusupkan tangannya diantara leher dan tengkuk Gina, ia menariknya perlahan lalu mengecup lembut bibir Gina.. Hangat , dan Lagi lagi jantung keduanya berolahraga dengan mengedor gedor dada mereka...
Biarlah Rasa ini mengalir adanya, aku ingin menjalani semua ini seperti ini tanpa ada seperti itu. 🤪🤪🤪 Bingung author apa sih maksudnya....
***Bersambung...
TBC....
Oiya, mampir di Novel terbaruku ya kawan kawan judulnya "Aku Jatuh Cinta" ..
Ceritanya berbanding terbalik dengan cerita ini, disana tidak ada kemewahan dan gemerlap harta,Tapi kebahagian selalu datang silih berganti dengan kebahagiaan yang lain..
Mampir yuk...
jangan lupa Like dan Vote nya....
Author itu sebenarnya pengen banget, Novel author Naik cetak.
tapi Udah bisa Up dan Rilis Via Online aja author udah seneng banget kok...
mudah mudahan author tetap semangat dan bisa selsain semua novel ya..
Aamiin Maacihhhh***
__ADS_1