
Setelah Rapat dewan Seminggu yang lalu, Winston Group berubah menjadi TSR Group, dibawah naungan Lady Gina dan juga tentunya dibawah Naungan TSR. Banyak yang keberatan akan hal itu, tapi banyak juga yang mendukung keputusan Gina. Pasalnya ketika Winston Group dikendalikan oleh Arsya, banyak karyawan yang kehilangan Hak dan kewajiban mereka karna Arsya yang terkenal galak dan tanpa ampun. Ketika beralih ke tangan Gina rata rata karyawan disana dapat tersenyum lega, karna tidak ada lagi lembur sampai pagi. ..
Di sebuah gedung jauh dari Kota x tempat Gina dan Iyan berada. Ada seorang wanita yang sedang duduk bersimpuh dengan kedua tangannya terikat rantai diatas kepalanya. Terlihat sekujur tubuhnya biru bengkak akibat lebam hantaman benda benda tumpul. ia tak bersuara, hanya terdengar sebuah Nafas yang memburu seperti sedang menahan sakit yang teramat sangat.
"Akan sangat bagus jika Lady Rose melihat keadaan mu yang seperti ini Ja**Ng. Dan aku ingin tau apa yang akan ia tukar dengan nyawamu, Pasalnya Lady rose Sangatlah pandai jika bersangkutan dengan Bernegosiasi...." Ucap seseorang dengan sebuah pisau kecil ditangannya.
"Kau tak akan bisa menyentuh Gina, dia bukan tandingan pengecut kecil seperti dirimu. juih.." ucap Gadis itu dengan meludah sepatu si Pria yang memegang pisau.
"Shit, dasar ja**ng kurang ajar"
plakkkk
Pria itu menampar keras pipi gadis itu...
"ha ha ha Arsya Arsya,, pantas saja Gina tidak membalas rasa cintamu itu, karena dia tau sifat mu yang rendah seperti ini.. haha aku saja yang bodoh karna sempat menaruh rasa simpati padamu.."
"Ha ha ha Itu lah yang ku sesali, harusnya aku tidak jatuh hati pada Gina. dan harusnya dari awal ku jadikan kau umpan untuk menghancurkan Pratama dan juga Gina.. haha Lisa Lisa kau terlalu Naif bisa jatuh cinta padaku.."
"CK, tapi bukan salahmu. Bukan hanya dirimu saja yang jatuh cinta pada pesona ku.." ungkap Arsya dengan membusungkan dadanya...
"Cih, sepertinya aku terlalu lama membiarkan mu hidup, dan itu membuat ku Muak.."Arsya mendekati Lisa yang sudah tidak berdaya itu..
*Aaaaggghhhhhttt
Lisa* berteriak Histeris ketika Pipinya dengan sengaja digores oleh Arsya dengan pisau kecilnya. perih, sakit dan benci jadi satu..
tak berhenti disitu, Arsya juga melecehkan beberapa bagian tubuh Lisa yang sensitif.. setelah puas, Arsya kembali melukai bagian bagian yang sudah di lecehkannya...
"Kau tak lebih baik dari perempuan yang menjual dirinya demi uang 200rb diluar sana.. Menjijikkan.. Salahkan Gina dan Iyan yang sudah mempermainkan ku hingga kau yang menjadi pelampiasan ku... " Arsya mengambil ponselnya dari sakunya dan mulai memotret setiap inci tubuh Lisa yang terluka.. dan Dikirimkan nya kepada dua orang yang menjadi sasaran nya...
"Untuk terakhir kalinya, aku meminta maaf pada mu, kau cantik dan manis, hanya saja rasa cinta ku pada Gina membuat ku membenci mu. bukan karna Cintanya, tapi karna dengan beraninya ia mengambil semua yang ku punya. Dan kini aku akan mengambilmu sebagai imbalannya.." Arsya mulai mencekik leher Lisa, Lisa yang memang sudah tidak punya tenaga itu hanya pasrah tanpa berontak ia mulai merasa kehabisan nafas, rasa sakit di kerongkongan lehernya merembat ke kepalanya.. lambat laun Oksigen sudah tak dapat dirasakan nya, setiap sakit ditubuhnya mendadak sembuh dan hilang begitu saja. Matanya mengantuk berat, dan tubuhnya berasa ringan...
Tap,
Arsya melepaskan kedua tangan nya dari leher Lisa, Dirasakan nya denyut nadi dan nafas yang sudah tidak ada. Ia tertawa puas dan meninggalkan mayat Lisa di gedung tua itu seorang diri.
__ADS_1
Di lain tempat, Iyan dan Gina mendapatkan sebuah pesan gambar yang masuk..
kebetulan saat itu Gina dan Iyan sedang bersama, Setelah membuka pesan itu, Iyan dan Gina langsung saling pandang... Tiba tiba air mata Gina menetes deras dan ia bergegas berdiri dari tempat duduknya dan disusul oleh Tio...
"Max lacak keberadaan Lisa sekarang.." Teriak Iyan ditelpon.
"Tio lacak keberadaan Arsya sekarang,, Ledakkan Rumah Marco dan jangan sisakan apapun.." Teriak Gina pada Tio yang berada tidak jauh darinya...
Gina terus terisak dengan segala macam luka dihatinya... Lisa kumohon, jangan tinggalkan aku.. Aku akan menyelamatkan mu, aku akan habisi dia yang menyakitimu. Maafkan aku Lisa.. ku mohon, stay please!! stay with me hiks hiks...
TSR gempar, karna mereka melihat Lady rose menangis meninggalkan perusahaan, seketika itu juga para bawahan dan pengawal kepercayaan mereka bergegas mengikuti Nona muda mereka.. tanpa banyak bicara dan tanpa banyak kata.. Ratusan telapak kaki tengah berlari memasuki mobil masing-masing dan mengikuti mobil Gina dan Iyan..
Gina Satu mobil dengan Tio dan juga Salsa, sedangkan Iyan berada dimobil lain untuk mencari keberadaan Lisa...
Kemana tujuan Gina? tentu saja Ketempat persembunyian Arsya yang sudah diketahuinya sejak beberapa hari yang lalu..
Selang berapa lama, Gina tiba di tempat persembunyian Arsya, disana terlihat sepi dan sunyi.. Gina tidak peduli pada pengawal nya yang baru saja tiba dengan berbagai macam suara mobil dan decitan Rem.
Bruakkk
"Hah kau tidur nyenyak ya b*ng**t.* Teriak Gina lantang, lalu menendang tubuh Arsya hingga jatuh kebawah lantai..
Brukk
aaarrhhhh
Arsya terkejut bukan main ...
bukan karna dorinya yang tiba-tiba jatuh dari ranjang...
tapi ke terkejutannya karna Gina yang sudah berada dalam persembunyiannya dengan mata yang merah.. terlihat sudah menangis sejak lama...
"Hahaha aku senang melihat mu menangis manis, kau tambah menggoda saja.." Ucap Arsya masih dalam keadaan setengah sadar dari tidurnya..
"Dimana Lisa? Kau apakan dia?" Teriak Gina keras
__ADS_1
" Ah Si ja**ng itu, aku hanya bermain sebentar bersamanya, tapi siapa sangka dia sangat lemah, dan bukan salahku kalau tadi dia mati hahaha...." Arsya tertawa keras, sampai air mata keluar di pelupuk mata nya ..
"Kurang ajar kau Arsya...". Gina langsung menengdang keras wajah Arsya hingga ia jatuh tertelungkup.. Gina memerintahkan Tio dan Salsa agar mereka mengikatnya.. setelah itu Gina meminta sebuah Cutter pada salsa...
Gina menyayat setiap bagian tubuh Arsya, seperti Arsya melakukannya pada Lisa...
" Kau tahu Arsya, Mata bayar Mata, kepala bayar kepala... Jadi kuharap kau tak terlalu menderita.." Ucap Gina ketika Cutter ya menyayat sampai diperut Arsya...
Jangan ditanya, gubuk itu penuh dengan suara jeritan Arsya, ia berharap akan langsung dibunuh, tapi Gina menyakiti nya lebih lama..
"Aku akan Potong telingamu, karna telingamu ini tidak pernah mendengar tentang peringatan ku waktu itu.." Ucap Gina sambil mengiris telinga kiri Arsya hingga benar-benar putus... Darah berceceran dimana-mana.. Baju ,tangan, wajah dan celana Gina sudah penuh dengan darah dari Arsya... Salsa dan Tio tidak sanggup melihat apa yang dilakukan oleh Nonanya itu ...
"Dan aku akan ambil jari jari tanganmu yang menggenggam segala bentuk senjata untuk menyakiti Lisa waktu itu ...." Gina langsung memotong semua jari jari tangan Arsya bergantian satu persatu.. Teriakan Arsya sangat memekikan telinga... Hingga sampai jari terakhir, Arsya sudah tidak punya tenaga lagi hanya untuk sekedar berteriak.... hanya air mata dan darah yang terus mengalir dari tubuh Arsya Tersebut...
Tidak hanya matanya yang merah padam, tetapi tubuhnya juga memerah, karna darah dari Arsya yang menempel disetiap sudut baju dan tubuhnya...
Gina melwtak kan sebuat benda bulat pipih berwarna hitam di atas kepala Arsya yang sudah tidak sadarkan diri itu...
lalu Ia berlalu keluar dari gubuk itu bersama Salsa dan Tio..
tidak lama mereka keluar,
Bummnn
hancur lebur sudah gubuk itu bersama dengan Arsya yang berada didalamnya...
semua orang yang ada disitu hanya tertegun dan takut melihat ketiadaan ampun bagi siapapun yang mengusik Lady rose mereka.. Bukan orang lain, tapi Gina secara langsung turun tangan untuk mengotori tangannya ..
Gina melenggang masuk mobil dengan Isak tangis yang parau, mengingat bahwa ia tidak bisa menyelamatkan Lisa...
RIP LISA PRATAMA
*SEMOGA DAMAI BERSAMA TUHAN YESUS DISURGA. Amin...
Bersambung....
__ADS_1
to be continued*...