Adakah Cinta? Adakah Bahagia?

Adakah Cinta? Adakah Bahagia?
eps13


__ADS_3

Iyan nampak sangat khawatir, tapi ia tak bertanya apapun. Dan itu membuat Gina menjadi serba salah.


Gina yang menyadari keadaan mulai canggung, mencoba untuk memulai percakapan.


" Terimakasih, dan maafkan aku" ucap Gina.


" Untuk apa?" Jawab Iyan cepat.


"Terimakasih karena telah datang mencari ku, dan maaf karna merepotkan mu!" ucap Gina lirih dengan kepala tertunduk.


Iyan menginjak gas mobilnya kencang, lalu membanting setir nya kekiri, mobil menepi dipinggir jalan dengan sangat mendadak. Suara decitan antara ban mobil dan aspal terdengar sangat memekikan telinga....


Gina didalam mobil hanya diam ketakutan sambil mencengkram kedua pahanya.


"Apa kau mau kita mati? mengapa tidak pelan pelan?" tanya Gina dengan nada bergetar.


"Tidak akan!!! Kau tidak akan mati tanpa seizin ku., sekalipun kau mati, aku akan menghidupkan mu bagaimana caranya. Apa kau tau? aku bersusah payah melindungi mu tanpa harus terlibat langsung darimu, takut kalau-kalau dirimu terluka.. Tapi lihat lah ,kau dengan hebatnya dan dengan beraninya datang ketempat itu seorang diri.. Kau benar benar membuatku frustasi Gina." Kata Iyan datar hanya ekspresi mukanya saja yang menjadi lebih sedih ketimbang tadi. Iyanpun memukul mukul setir mobil dengan keras, lalu mengacak-acak rambut nya yang rapi.


Gina tahu betul bahwa Pria yang saat ini ada didepannya adalah orang yang sangat menyayangi nya. Gina mendekati Iyan lalu memeluk nya erat. menepuk nepuk punggungnya, dan menjelaskan apa yang terjadi tadi. Dan Iyan pun membalas pelukan Gina dan meminta maaf, karna kekhawatiran nya sempat membuatnya marah pada Gina.


karna kesalah pahaman yang terjadi telah diselesaikan. mereka melanjutkan perjalanan pulang kerumah, dan menyempatkan diri untuk makan malam di sebuah restoran. setelah selesai mereka pun kembali melajukan kendaraannya menuju rumah. Saat tiba di halaman rumah Gina melihat sebuah mobil keluaran terbaru dari Sebuah Merk mobil ternama sedang terparkir rapih di depan rumah.. tapi dia tak tahu siapa pemilik mobil itu.


sedangkan didalam rumah Lisa sedang berbincang-bincang dengan seorang perempuan. Cantik, elegan, santun dan terlihat sekali berpendidikan. bahkan saat ia sedang tertawapun tawanya tetap terlihat elegan, dan tidak ada kesan tidak sopan pada dirinya..

__ADS_1


Ketika Lisa melihat Gina yang sudah memasuki rumah,dan tak lama disusul oleh Iyan. Lisa langsung menyambut mereka berdua..


" Eh kok kalian bisa datang bareng sih?? Gina kamu bolos kuliah ya? Tadi dosen ganteng nyariin kamu loh!!" kata Lisa sekenanya.


" Lisa kamu bawel deh.. Oh ya ada tamu yaa?" Ucap Gina


" Iya, ayok aku kenalin.. Kak Iyan ayok tamunya ditemuin , Dia kan nungguin kakak dari tadi." cerocos Lisa.


akhirnya mereka bertiga duduk disofa, dimana Gendis sudah menunggu kedatangan mereka sejak tadi sore.


" Dar, kau dari mana saja?? aku menunggumu sejak tadi." tanya Gendis pada Iyan tanpa basa-basi. Dan tanpa peduli pada Gina yang duduk disebelahnya Iyan.


" Ouh aku tadi habis ada urusan sebentar.. Oiya Gina , kenalin ini Gendis teman kuliah aku" Ucap Iyan sambil menoleh kearah Gina.


"aku Gendis, Lebih tepatnya wanita yang dicintai Iyan Pratama." kata Gendis dengan percaya diri dan mengulurkan tangannya ke pada Gina


"Gina" ucap Gina sambil menyambut uluran tangan Gendis.


" Ya sudah kalian lanjutkan obrolan kalian ya, aku mau istirahat dulu ke dalam." kata Gina yang langsung pergi tanpa menoleh lagi.


Setelah Gina pergi ke kamarnya, Lisa pun pergi ke kamarnya sendiri. Sekarang hanya ada Gendis dan Iyan diruang tamu.


" Ada apa Gendis? sampai repot repot menungguku dirumah?" Tanya Iyan kemudian setelah tadi sempat hening beberapa saat.

__ADS_1


"Tidak ada, aku hanya ingin tau bagaimana kabarmu selama ini. Sudah 7 tahun kita tidak bertemu apa kau baik-baik saja? ku dengar kau belum menikah?" Kata Gendis.


" Yah seperti yang kau lihat. Aku baik saja, dan untuk menikah, seperti nya belum kepikiran.!" jawab Iyan


"Apa kau masih menunggu ku?" tanya Gendis lagi.


"emmmm,,, Oya bagaimana dengan suamimu?" tanya Iyan tanpa menjawab pertanyaan Gendis sebelumnya.


" Suamiku telah meninggal 2 tahun yang lalu. Dia kecelakaan, dan setelah itu aku harus mengurus semua perusahaan yang ia miliki." jawab gendis sedih.


"eh maaf aku tidak tahu. Sudah lah mungkin Tuhan telah menyiapkan segala kebahagiaan untukmu dimasa mendatang. tak perlu khawatir.!" Kata Iyan menasehati.


Setelah berbincang ngalor ngidul. Pulanglah si Gendis ke apartemennya. dan Iyan juga pergi ke kamarnya.


Sedangkan dikamar Gina, Gina sedang duduk diranjangnya dengan sebuah laptop di pangkuannya. Ia sedang mengerjakan tugas kuliah yang diberikan Dosennya melalui email. Karna tadi siang dia bolos kuliah, Karena Dosen itu suka sama Gina jadi ya begitulah,,, Gina GK masuk tugas sudah masuk diemail tanpa harus Gina yang minta..


Setelah selesai, ia bersiap untuk tidur. Tapi matanya masih saja lebar, padahal sudah mengantuk. Ada sesuatu yang menggangu pikiran nya. Ya bahwa Gendis adalah wanita yang dicintai Iyan Pratama, itu yang menggangu pikiran Gina. bagaimana tidak? bukannya hari itu dihotel Iyan bilang mencintai Gina? tapi kok sekarang ada wanita cantik dirumah ini yang mengaku bahwa Iyan mencintai dirinya. Dan parahnya lagi si Iyan tidak menyangkalnya.


Hah, urusan hati memang lah hal yang tidak dapat dimengerti. Baru kemarin Gina merasa berada di awang-awang. sekarang sudah terlempar kembali kebumi. Mana kebahagiaan yang telah dijanjikan Tuhan untuknya? manakah cinta yang tulus untuknya.??


Setelah berfikir keras, tak terasa Gina langsung tertidur. Disudut matanya terdapat genangan air mata.


seperti orang bilang, cinta tak harus memiliki. Asal kau bahagia aku bahagia?

__ADS_1


realita nya kau bahagia tapi tak bersamaku, malah membuat ku amat terluka....


~cici Pramita~


__ADS_2