Adakah Cinta? Adakah Bahagia?

Adakah Cinta? Adakah Bahagia?
bab14


__ADS_3

seperti orang bilang, cinta tak harus memiliki. Asal kau bahagia aku bahagia?


realita nya kau bahagia tapi tak bersamaku, malah membuat ku amat terluka....


~cici Pramita~


Keesokan harinya,


Gina mulai membuka matanya perlahan, ia menyipitkan matanya karna pancaran sinar matahari pagi yang mengintip lewat celah celah fentilasi. Gina bangun dan mulai meregangkan tubuhnya yang berasa sedikit kaku..


Gina berjalan menuju jendela kamar, Dibukanya tirai jendela itu dan dilihatnya pemandangan pagi yang sangat indah..


Ia pun membuka pintu kamar yang menuju ke arah balkon. Gina duduk diatas kursi santai yang tersedia disitu. Pandangannya jauh ke depan, menatap langit biru yang cerah berawan, jam dinding baru menunjukkan pukul 6.30. Entahlah, mengapa perasaan Gina menjadi tak karuan, debar jantungnya pun tak beraturan, ia masih ingat betul soal semalam, soal siapa Gendis, Soal Iyan yang bilang cinta pada Gina. Ah, sudah lah, soal ini dan soal itu.


Tanpa disadari sesorang telah duduk disampingnya. Dengan sebatang rokok yang berada diantara dua jari kanannya. Ia mengeluarkan asap dari dalam mulutnya menuju Wajah Gina..


uhuk..uhukkkk


Gina terbatuk-batuk menghirup asap itu


" Apa kau gila? Pagi pagi sudah mencari masalah denganku. Pencemaran udara nih, polisi tauk." Geram Gina


" Polusi sayang, bukan Polisi." jawab orang yang berada di samping Gina yang tak lain adalah Iyan.


" Kau melanggar privasi ku, Masuk kamarku tanpa ijin. Keluar!!!" Perintah Gina tanpa memandang lawan bicaranya..


" Hei, tanang. Kau kenapa,? tidak biasanya kau marah akan hal kecil begini. Apa kau ada masalah?" Ucap Iyan tenang dan lembut.


Gina tak menghiraukan Iyan. Ia berlalu pergi dari balkon itu meninggalkan Iyan yang masih menatap punggungnya menjauh.


" Aneh sekali, sebentar baik sebentar galak lagi." Gumam Iyan yang bejalan keluar kamar Gina, menuju kamarnya sendiri.


Setelah beberapa saat Gina ,Lisa dan Iyan sudah berkumpul dimeja makan untuk memakan sarapan yang sudah di siapkan untuk mereka.


Tidak ada hal penting, hanya Dentingan sendok dan garpu yang terdengar. Diam diam Iyan mencuri pandang pada Gina, namun Gina tak menghiraukan nya.


"Sayang hari ini kau akan kemana? kau kuliah malam kan?" Tanya Lisa dengan sesuap nasi goreng dimulutnya.


" Aku akan mencari kerja, Aku harus punya penghasilan agar tidak terus merepotkan mu sayang." Jawab Gina santai.


" Kalian berdua kenapa menggunakan kata sayang? menjijikan!!! " Ucap Iyan yang sedari tadi diam.


Gina dan Lisa tak menghiraukan ucapan Iyan.


" Gina Syarif, kau tanggung jawabku, aku tidak ingin kau merasa bahwa yang kulakukan untuk mu adalah sesuatu yang merepotkan. Lagi pula kau mau kerja apa??" Kata Lisa dengan mata yang mulai berkaca-kaca.


" Haha apa kau lupa bakatku?" Jawab Gina dengan tawa pendeknya.


" Memangnya apa bakatmu?" Tanya Lisa.


"Membunuh orang!" Jawab Iyan tanpa mengalihkan pandangannya dari kopi yang hendak diminumnya...


" Yes , betul sekali kak Iyan Pratama." Ucap Gina membenarkan.

__ADS_1


Lisa yang mendengar itu pun terperangah tak percaya. Sebuah kata tiba tiba muncul dikepalanya.


" Pembunuh bayaran?" Sebuah kata yang ada dipikiran Lisa akhirnya keluar dari mulut nya.


" Yuhu, tepat sekali. Dan karna aku sudah selesai Sarapan, ku tinggal pergi ya, Sepertinya setelah selesai bekerja aku langsung ke kampus. Jadi kau tak usah menungguku, Ok Sayang.!" Ucap Gina berlalu sambil melambaikan tangannya.


"Kenapa Gina jadi berubah begini ka?" Ucap Lisa pada Iyan.


" Biarkan dia memilih jalannya. Kita tidak berhak mencampuri keputusannya." Ucap Iyan datar


"Apa kau tidak ingin melihat Gina bahagia? kenapa juga kau mulai tidak peduli padanya? apa perasaan mu pada Gina mulai goyah karna mantan pacarmu itu??"" Ucap Lisa .


Iyan hanya diam mematung mendengar apa kata Lisa. Ya benar, Iyan mulai bimbang. Disatu sisi ia mencintai Gina, satu sisi lainnya Ia juga masih mempunyai sedikit perasaan pada Gendis. Meskipun perasaan itu tak seberapa dibandingkan perasaannya terhadap Gina yang tengah diperjuangkan nya.


 


Gina dengan lihai memainkan jari jemari tangan nya diatas keyboard komputer disebuah warnet. Ia sedang berada di sebuah situs Rahasia , yang bernama The Secret of Rose. Ia menciptakan itu untuk mempermudah pekerjaan nya, Gina sudah lama menciptakan TSR. Sejak Gina masih tinggal di kontrakan lamanya.


Sudah banyak juga yang mengunjungi situs Itu, situs itu berisikan tentang informasi mengenai Lady Rose yang sangat bersikap rahasia. Membunuh dengan tak terlihat, tak terdeteksi dan juga tidak meninggalkan jejak. Sudah banyak juga orang yang ingin memakai Jasa Lady rose ini. Namun belum ada yang menarik bagi Lady rose yang tak lain adalah Gina Syarif. Dan hari ini, Gina akan memulai pekerjaannya. Membuka percakapan rahasia dari Akun A sampai Akun z.


Caffein : " Lady rose, jika kau berhasil membawa Baji\\*n itu kehadapan ku esok pada jam 11 di alamat yang ku kirimkan untukmu, Aku akan memberikan 1000$ untukmu."


Lady rose : " Kau pikir 1000$ cukup untuk menyuruhku membawa cecunguk itu kehadapan mu? kalau begitu kau suruh saja preman dipasar untuk membawanya kehadapan mu."


Caffein : "Ayo lah Lady, berbaik hati sedikit padaku."


Lady rose: " Beri aku tawaran yang lebih bagus!"


1juta$ diakhir pekerjaan?"


Lady rose:" kalau kau bohong, akan ku habisi nyawamu"


Caffein: " 😰 aku tidak berbohong"


Lady Rose :" Deal. alamat?"


Caffein : " Apartemen Elit jalan. Humburg lantai45. No room.303.!"


 


Setelah menyelesaikan misinya dengan mudah, Gina menerima segelintir uang yang masuk kedalam rekening rahasia nya.


Setelah memastikan semua pekerjaan nya bersih, ia bersiap kekampus, jam ditangannya sudah menunjukan pukul 6.30 malam. Yang artinya sebentar lagi, pelajaran akan dimulai.


Gina sengaja mengubah jadwal kelasnya menjadi malam. Agar dia lebih banyak waktu mengerjakan pekerjaannya..


Kadang terbesit dipikiran nya," akan jadi apa dirinya kelak. Pekerjaan yang kotor dan mengerikan sudah dia jalani atas kehendak dirinya sendiri. Akan kah ada kebahagiaan bagi manusia yang penuh dosa sepertiku?"


Pukul 9.30 pelajaran telah selesai, ia melangkah kan kakinya menuju Halte untuk menunggu sebuah bus. Baru sebentar Gina mendudukan tubuhnya dikursi halte, sebuah mobil Jazz merah maron menghampiri nya dan membunyikan klakson. Gina terkejut, karna orang yang ada didalam mobil itu tak lain adalah Lisa.


" Sudah selesai?" tanya Lisa pada Gina.


Gina mengangguk dan masuk kedalam mobil Lisa. mereka berbincang santai sambil mendengarkan sebuah musik .. dan Tibalah mereka disebuah Club' malam tersohor dinegara A.

__ADS_1


" Ngapain kesini? aku GK bawa baju,ayo pulang, aku capek" kata Gina.


" tuh di jok belakang, ada baju kau pakai saja disini. Kita bersenang\-senang. Sebentar lagi capekmu pasti hilang." kata Lisa dengan bibir nya yang merah menyunggingkan senyum.


Gina menurut saja, Karna kalau tidak menurut yang ada GK jadi senang malah badmood, karna berdebat dengan Lisa gak akan ada habisnya...


Sebentar saja Gina sudah disulap bagai ratu malam yang cantik, seksi dan menggairahkan. Dibalut Dress hitam keunguan yang panjangnya satu jengkal diatas lutut, Dengan sedikit polesan makeup dan rambut bergelombang yang tergerai dan berjuntai membuatnya menjadi pusat perhatian.


Gina yang kurang nyaman menjadi pusat perhatian memilih untuk duduk didepan meja Bar. Dia memesan Lemon sirup dan meminumnya, sambil memperhatikan Lisa yang tengah asyik bergoyang.


" Aku sudah kotor dan rusak karna segelintir ba\*\*\*\*@\*, jadi apa salahnya jika aku meneruskan saja apa yang sudah rusak, lalu mendapat bayaran atas itu semua??" Gumam Gina dalam hati. Dia menarik kedua bibirnya ke atas, menertawakan hidupnya yang kini berubah 180 derajat.. rasanya kemarin dia adalah gadis yang polos dan ceria, tapi kini???


" Hai manis, aku tidak menyangka kita akan bertemu disini!!" Kata seorang pria yang sedang memegang pundak Gina.


Gina menoleh kearah suara, Dan dia terkejut sekali, Karna pria yang tengah bicara padanya adalah Orang yang saat itu dia lukai.. Ya tepat sekali, Pria yang berada didalam pabrik tua yang sudah lama tidak beroperasi, dan disebuah kota tua di tempat yang dijanjikan Ali dan Gina kesana sendiri itu loh.. ingat??


Pasti ingat kan.. Ya , dia pria yang Gina gores lengannya...


" Mati aku!!" Umpat Gina dalam hati dan menundukkan kepalanya.


" Melihat dari reaksimu, seperti nya kau ingat aku!!" Kata pria itu sedikit berteriak karna suara musik yang keras.


" Maaf kau salah orang tuan," Kata Gina dengan buru buru berdiri ingin kabur.


Dengan gesit tangan Pria itu menangkap tangan Gina yang akan pergi.


" Mau kemana Gina Syarif??" tanya pria itu yang masih menggenggam tangan Gina.


" ya Tuhan dia tau namaku" kata Gina dalam hati.


" Aku hanya ingin ke toilet sebentar tuan" kata Gina.


"Baiklah aku akan mengantarmu!!" Pria itu menarik tangan Gina menuju toilet wanita.


Dan Pria itu dengan setia menunggu didepan pintu toilet.


Setelah Gina keluar dari toilet, pria itu langsung menyeret Gina masuk kesebuah kamar yang ada di Club malam itu.


Pria itu melempar tubuh Gina ke atas ranjang.


"Kau berhutang padaku, dan kau juga berani melukai ku. Sekarang kau harus membayar hutangmu!!" Ucap Pria itu pada Gina.


Dan pria itu pun melempar beberapa berkas, yang masing\-masing memiliki ketebalan yang berbeda.....


" Apa ini? Ku pikir kau ingin aku tidur denganmu untuk melunasi hutangku." Ucap Gina dengan tangan yang membalik balik lembar kertas ditangannya.


Pria itu terkejut dengan omongan Gina. Bagaimana seorang perempuan bisa berfikiran seperti itu. Dan kenapa dia tidak memiliki sebuah ketakutan sedikitpun didalam hati dan dirinya...


"Perempuan yang sangat menarik" Ucap pria itu dalam hati


 


 

__ADS_1


__ADS_2