Adakah Cinta? Adakah Bahagia?

Adakah Cinta? Adakah Bahagia?
eps12


__ADS_3

Setelah hari itu Iyan dengan setia menunggu Gendis, Tapi tidak setelah Iyan bertemu dengan Gina. Cintanya yang dulu berlabuh pada sebuah Nama , Saat itu juga nama itu pudar, digantikan oleh sosok perempuan kecil yang cantik. Berawal dari rasa simpati dan kasihan, lama lama rasa itu menjadi cinta yang amat dalam. Ya siapa lagi kalau bukan Gina...


Setelah tiba dirumah, Iyan langsung mencari keberadaan Gina. Entah kenapa bertemu dengan Gendis hari ini membuat Cinta dan rindunya menjadi tak tertahankan. Rasanya ingin sekali dia mencumbui gadis kecilnya itu. Tapi setelah ia berputar-putar dan berkeliling rumah, orang yang dicari tak kunjung ia jumpai.


Disebuah kota tua, Gina sedang mencari alamat yang dikirimkan oleh Ali lewat Wa. Matanya tak henti-hentinya memperhatikan setiap bangunan yang ia lewati. Dan setelah tiba di bangunan terakhir diujung Jalan, Gina menemukan alamat yang ia cari. Tapi kok aneh, itu bukan sebuah bangunan berpenghuni, melainkan semacam pabrik tua yang sudah lama tak beroperasi. Namun Gina tak ambil pusing. Sebelum berangkat tadi Gina sudah membawa sebuah pisau kecil yang ia selipkan dicelana jeans nya. Juga ia tetap memastikan agar ponselnya tetap aktif, berjaga jaga kalau Iyan mencarinya. Karna ketika Gina akan pergi, Iyan dan Lisa tidak ada dirumah.


Masuklah Gina ke gedung itu. Dengan penuh kehati-hatian dan waspada tingkat tinggi, ia memasang telinga dan matanya untuk tetap konsentrasi. Gina datang karna Ali bilang ia akan minta maaf dan mengatakan sesuatu sebelum ia. pergi. Tapi Gina tetap menaruh rasa curiga akan permintaan kakaknya yang tidak seperti biasanya itu... Ruangan demi ruangan ia lewati, Meskipun hari ini masih sore, tapi didalam ruangan ini sudah amat gelap.


Dan disudut ruangan yang ada cahaya lampunya, Gina melihat sosok pria tengah duduk membelakangi pintu. Saat Gina tiba, pria itu langsung berbalik kearah Gina dan menatapnya intens. Gina terkejut, pasalnya Pria itu bukanlah Ali, Melainkan Pria tampan dengan rambut yang menjulang kedepan menutup mata kanannya, Dengan telinga kiri yang ditindik.


" Siapa kau? " tanya Gina heran.

__ADS_1


" Oh jadi ini gadis kecil yang dijanjikan b**Ingan itu? Cantik dan sangat seksi!!" Ucap Pria itu dengan sudut bibir yang tertarik dan tatapan yang sulit diartikan


"Mau apa kamu? Dimna kakakku?" teriak Gina.


" Dia bukan kakakmu!!! Kalau dia kakakmu, dia tak akan tega menjual mu padaku.. Dan lagi Hanya dengan uang 30juta ia menjual mu?? kau sungguh Naif , apa kau datang kesini sendiri? benar katanya kalau kau sangat peduli padanya." jelas Pria itu sambil beranjak dari tempat duduknya, dan menghampiri Gina.


Gina yang waspada langsung saja mengeluarkan Pisau kecil, dari pinggangnya dan mengarahkan pisau itu keleher Pria itu.


"Kau jangan macam-macam denganku, kalau kau tak ingin pisau ini menancap dilehermu!!!" Ancam Gina kuat.


Gina yang mendengar itu pun, melonggarkan cengkraman pisau dileher pria itu. Sebelum akhirnya Gina kabur dari Pria itu, Gina dengan sengaja menyayat lengan Pria itu, agar pria itu tak punya kesempatan mengejar nya..

__ADS_1


settthhh..


Gina berlari sekencang-kencangnya, meninggalkan pria itu. Dan pria yang ditinggalkan Gina itu hanya meringis merasakan perih pada lengannya. Ia menatap punggung Gina yang berlari sambil menyunggingkan kedua bibirnya.


"Sangat Seksi. aku suka gadis yang berani seperti itu. Tenanglah kemana pun akan ku kejar dirimu. Karna kau hanya milikku." Gumam pria itu lirih dengan tangan menutupi lengannya yang sudah mengeluarkan banyak darah segar...


Sementara Iyan yang sudah mengetahui keberadaan Gina dengan melacaknya lewat ponsel gina. Langsung saja Iyan menginjak gas mobilnya kearah Kota tua itu..


Tak lama kemudian sampailah ia dikota itu, dan dilihatnya Gina sedang berlari kearah jalan yang sama dengan Iyan..


Cepat cepat Iyan menginjak rem mobilnya dan memencet klakson mobilnya. Gina yang tahu bahwa itu mobil Iyan, ia langsung saja menuju mobil dan duduk di samping kemudi..

__ADS_1


Iyan nampak sangat khawatir, tapi ia tak bertanya apapun. Dan itu membuat Gina menjadi serba salah.



__ADS_2