
Benarkan? Kalau komunikasi Lancar dan jalan, segala sesuatunya tidak akan menjadi rumit dan kusut. Begitu pula bagi Gina dan Iyan, mereka baru menyadari bahwa sebuah hubungan tidak bisa dimulai dengan sebuah keegoisan. Jauh sebelum Egois menguasai diri, cinta sudah lebih dulu hadir dalam hati. Mengalah lah demi sebuah rasa yang dapat menjadikan kita bertahan dari terpaan dan hantaman sebuah Ujian. Belajarlah dari rasa salah, maka kita akan dapat mengalah. Mengalah untuk menang, menang dari semua permasalahan yang dapat merugikan diri sendiri...
Ganbateπ₯°π₯°π₯°
"Sudah baikan sayang?" Tanya Iyan pada Gina. Dilihatnya Gina sudah segar seperti biasa. Dia tetap cantik meski tanpa polesan make up seperti itu, duh duh rasanya ingin sekali Iyan menyentuh setiap inci tubuhnya... π€ͺ
"em, jauh lebih baik, Ayo kita pulang" Tukas Gina girang.
"Baik lah , Aku akan antar kamu kerumahmu, disana sudah ada Lisa dan kedua teman mu.." Ajak Iyan..
Setelah semua urusan rumah sakit selesai, Iyan mengantar Gina pulang ke apartemennya, Selama diperjalanan mereka saling melontarkan lelucon dan tertawa bersama.
"Oya aku mau tanya, Itu cewek cowok yang ngikutin kamu kemarin siapa? kayaknya kok lengket banget sama kamu!" Tanya Iyan..
"Ouh itu Salsa sama Tio, mereka itu Kesayangan ku, Mereka kerja sama aku udah lama, berapa tahun ya???" Kata Gina sambil mengerutkan alisnya.
"Ya pokoknya dari Awal aku merintis TSR lah, Aku juga kenal mereka lewat situs TSR. mereka selalu setia sama aku dari saat itu lah. Tio sama Salsa itu 2 tahun lebih tua dari aku, Tapi mereka aja yang selalu sopan sama aku, Padahal tiap mereka manggil aku Nona rasanya ingin kuledak kan kepala mereka. Tapi tidak tega, karna aku sayang mereka." Jelas Gina sambil cengar-cengir.
"Berarti TSR sudah ada sebelum kamu tinggal dirumahku sama Lisa? "Tanya Iyan.
"Ho'oh betul sekali, Tapi Lisa juga gak tahu soal itu, soalnya aku gak mau Lisa menilai ku sebagai perempuan yang GK punya hati. Lady rose yang Lisa tahu adalah orang yang tak segan-segan membunuh Orang hanya demi uang. Tapi nyatanya aku memang begitu." Lanjut Gina.
"Nggak papa Gina, aku juga gak sebaik yang kamu kira." Ucap Iyan
"Maksudnya Kak?" Tanya Gina yang penasaran...
Tiba -tiba mobil sudah berhenti, dan mereka sudah sampai di Parkiran Apartemen Gina, Iyan turun lebih dulu, membantu Gina turun dari mobil dan berjalan kearah Apartemen Gina tanpa ada percakapan...
***ih, kenapa jadi diam begitu? Padahal dia tadi bilang kalau dia gak sebaik yang aku kira, giliran aku tanya GK dijawab, malah di diamin begini, Dasar Bambang π...
Ceklekkkk***
**Gina membuka pintu Apartemen rumahnya,
dor dor dor
__ADS_1
Surprise**..... (teriak bebera orang dari dalam Apartemen)
Gina terkejut bukan main , pasalnya suara Keras itu berasal dari balon yang diletuskan, Hampir saja Gina mengira dalam Apartemen nya sedang terjadi baku tembak ,ππ Gina Gina kau sudah menjadi Gadis cantik yang seperti sedang difilm dan novel novel, dimana kamu sangat faham akan segala macam yang berbau dengan senjata dan kekerasan. Padahal kan Emang begitu ya Thorπππ.
" Hampir saja kuledakkan rumah ini" Ucap Gina dengan tangan kanannya menyentuh dadanya yang masih berdegup kencang Kana kagetnya.
"Hahahaha...." Pecah tawa mereka mendengar ucapan Gina.
"Hai Sayang, aku kangen banget sama kamu, lama sekali kamu tak mengunjungimu." Ucap Lisa sambil memeluk Gina lembut...
"Aku juga kangen sayang, Maaf belakangan ini aku sangat sibuk.." Gina membalas pelukan Lisa sambil menepuk pundak Lisa..
"Jangan Lupa seminggu lagi kita ujian, dan setelahnya kita harus sidang skripsi Biar cepat lulus, belajar yang rajin..." Kata Lisa sambil menuntun Gina untuk duduk di Sofa
"Ini yang selalu membuatku tak bisa marah padamu. Kau selalu menjadi sosok yang mampu membuatku lupa akan niat jahatku hehehe..." Ucap Gina ngawur.
" Halah ngomong apa lah.." Tukas Lisa.
Lagi lagi semua yang ada disana hanya terkekeh mendengar percakapan Lisa dan Gina.
"Alamakkk Tioooooo mobil Baruku huhuhu" teriak Gina pada Tio , seketika Gina ingat bahwa dia kecelakaan dengan mobil barunya yang super duper mewah..
"Salsa mobilku huhuhu" yah Nangis deh Gina.
" Kita akan bisa membeli yang baru Nona, yang penting Nona selamat dari kecelakaan itu." Ucap Salsa mencoba menenangkan Gina.
"Itu mobil Gratis Salsa, kapan lagi aku bisa dapat mobil Gratisan huhu Malah ada saja cobaanku... " masih terisak.
sedangkan Iyan mengerutkan keningnya heran..
"Apa maksudnya Gratisan? Mobil apa? aku gak lihat Mobil mewah saat Gina kecelakaan, yang kulihat hanya mobil yang sudah hangus......"
"Oh ya tuhan jadi mobil yang hangus itu...." Ucap Iyan sambil menganga tak percaya..
"Betul sekali tuan, Itu mobil keluaran Baru yang Limited edition tahun Ini, Hadiah dari seorang Klien TSR. Tapi Na'as baru saja nona mengendarai mobil itu, Tiba-tiba Nona Gina kecelakaan!" Jelas Tio sambil setengah berbisik pada Iyan..
__ADS_1
" tenang Sayang, Aku akan membelikan mu 10 mobil Limited edition , kalau perlu aku akan belikan PABRIKnya." Ucap Iyan yang melihat Gina masih saja menangis..
Cie ileh, Sultan mah bebas,πππ..
Dan Begitulah hari itu berlalu dengan penuh cinta dan keceriaan dari muda mudi yang menjadi satu tak kenal pangkat dan materi. Untuk sehari saja, mereka sudah mengukir kenangan indah dan manis bersama. Tanpa peduli pangkat, kaya atau miskin, mereka hanya tertawa dan menangis bersama hanya kerna hal hal Kecil...
Iyan POV
"*tidak ku sangka, mencintaimu akan seindah ini Gina..semua hal tentang mu membuatku bahagia dan semua hal yang ada disekitar mu membuatku terbang bahagia."
Gina POV
"semakin aku mengenal diri mu, semakin aku mencintaimu Iyan, tak kusangka kau mempunyai sisi humoris yang dapat membuat siapapun yang ingin mengenal mu menjadi ingin lebih dan lebih lagi mengenalmu."
Lisa POV
"Aku bahagia melihat mu bahagia Gina ku tersayang, teruslah seperti ini. Buanglah semua pikiran yang membuat mu tertekan."
Salsa POV
" aku menyayangimu seperti aku menyayangi adik ku, Kakakku dan ibuku. Aku akan melindungi mu dengan segenap jiwa raga ku. Akan aku hancurkan otak dan hati bagi siapapun yang mengusik mu. Terimakasih Gina kau sudah menerima ku menjadi sebagian dari hidupmu."
Tio POV
"Sebelum mengenal dirimu, aku bukanlah siapa-siapa. Tidak ada yang percaya dengan apa yang aku lakukan dan aku katakan, Entahlah, serendah itu aku dulu tanpamu. Dan kini aku menjadi orang yang paling kau percayai adalah sebuah kehormatan bagiku. Aku akan menjaga kepercayaan yang telah kau berikan untukku, seperti aku menjaga hiasan kecil yang terbuat dari kaca. Aku menyayangimu sebagai ibu, Anak, adik dan kakak bagiku. Akan aku ledakkan otak mereka yang berusaha mengusikmu, aku tak akan biarkan hidup mereka Tenang."
Nyatanya, ketika kita memberikan hati dalam setiap persahabatan, maka buah dari hati itu adalah kepercayaan...
Tak dapat disentuh dan tak dapat digapai, namun sangat mudah dihancurkan...
"Kepercayaan"
ΒΆ~~ΒΆ
**Bersambung
__ADS_1
To be continue***