
"makasih sayang, ku pikir kau tak akan biarkan aku tau alamat muππ." Ucap Lisa dengan suara yang dibuat buat seperti menangis.
"Hah, mana mungkin. Kamu itu satu satunya orang yang aku punya didunia ini. Jadi apapun masalahku, cepat atau lambat kau akan tau ." Kata Gina sambil membalas pelukan Lisa...
"Terimakasih sayang." Ucap Lisa penuh haru.
2 hari berikutnya.
Hari ini adalah hari Minggu. Dimana Hari ini juga Gina memulai kehidupan baru nya. Pagi pagi sekali Gina sudah memulai merapikan barang\-barang nya, tak lupa Lisa juga ikut andil dalam kemas barang tersebut. Saat itu Iyan sedang berada diluar kota untuk sebuah bisnis penting yang memang harus dia kerjakan. Jadi pindahnya Gina tentu diluar dugaan oleh Iyan..
Tidak begitu lama pun semua barang Gina sudah selesai dikemas, karna memang barang Gina GK banyak banyak amat.
3 Tahun sudah Gina tinggal di kediaman Pratama, tak berasa Buliran air mata membasahi wajahnya. Banyak sekali kenangan suka maupun duka dirumah ini. Gina merasa nyaman dan aman dirumah ini, tapi tetap saja ini bukanlah rumahnya, dan dia harus melangkah kan kakinya untuk terus maju dalam perjalanan hidupnya.. Gina tak ingin menjadi benalu dalam hidup Iyan dan Lisa. Lisa perlu bahagia tanpa harus khawatir aka dirinya. Iyan pun harus bahagia tanpa dirinya. Apa lagi setelah kedatangan Gendis, membuat Gina memantapkan niatnya untuk pindah.
" apa nona memang harus pindah?" Tanya mbok Iyem dengan nada sedih.
"Iya mbok, Gina harus pindah, Gina ingin mandiri."Ucap Gina sambil mengusap punggung mbok Iyem.
"Kalau mbok tiba tiba kangen sama nona muda gimana?" tanya mbok Iyem .
" haha ahaha kalau begitu aku akan pinjam mbok Iyem tiap hari Minggu buat bersihkan apartemen ku, biar mbok Iyem GK kangen sama Gina.. Boleh kan Sa??" jawab Gina dengan melirik Lisa.
" Tentu saja boleh sekali, dan Lisa akan antar mbok ketempat Gina." jawab Lisa penuh antusias.
mereka pun sempat berpelukan bersama.
Mbok Iyem sudah seperti ibu bagi Gina dan Lisa, karna diwaktu waktu senggang, mbok Iyem selalu melayani mereka dan juga menasehati mereka tentang apa yang baik dan tidak baik.
Akhirnya, setelah Drama perpisahan yang begitu mengharu biru, kini tibalah mereka berdua di Apartemen Gina yang baru. Lisa sempat terkagum melihat itu, karna Apartemen Gina berbeda jauh dengan apa yang ia bayangkan. Super mewah dan megah.... kata itu lah yang tepat untuk apartemen Gina.
"Banyak juga uangmu ya Na." Ucap Lisa sambil berkeliling melihat\-lihat ruangan.
"Tidak juga, aku juga sedikit bingung, Apartemen segini mewahnya hanya disewakan 85jta pertahun nya. jadi aku tidak ambil pusing, langsung saja ku ambil." Kata Gina yang sedang sibuk membongkar barang barangnya.
__ADS_1
"Iya kau beruntung sekali bisa mendapatkan semua ini dengan harga yang bersahabat.. Setidaknya aku sangat lega karna kau mendapatkan tempat tinggal yang layak.. O ya, bagaimana kabar Lady rose ku?" Ucap Lisa yang mulai membantu Gina menyusun buku buku di tempat nya ..
" Itu lah aku juga amat bersyukur.. Lady rose? tentu saja baik, sudah banyak yang menggunakan jasa itu. Dan rencana nya setelah lulus kuliah aku akan membangun Kantor khusus untuk TSR." jelas Gina panjang.
" Kau gila? lalu ketika orang bertanya , gedung apa itu, trus kau akan bilang gedung untuk orang yang menyewa pembunuh bayaran gitu..? Sinting kau sayang." Kata Lisa dengan menggelengkan kepalanya.
" Hahaha tentu saja tidak,Untuk dapatkan izin usaha, tentunya aku akan menyulap TSR menjadi jasa keamanan yang bagus. Hanya orang tertentu dengan bayaran tertinggi yang bisa memintaku membunuh orang." Kata Gina dengan bibirnya yang melengkung keatas..
"Luar biasa Na , aku bangga sekali denganmu!!" Ucap Lisa sambil menunjukkan senyum tulusnya..
" Terimakasih sayang.." Kata Gina.
Sementara itu Iyan yang baru saja tiba dari luar kota, tiba dirumah dengan raut wajah yang amat lelah. Ketika sampai rumah, ia merasakan rumahnya amat sepi tidak seperti biasanya. Tapi Iyan tak peduli, yang Iyan inginkan saat ini adalah tidur untuk melepaskan lelahnya.
Ketika Iyan bangun dari tidurnya jam didinding menunjukkan pukul 7.15 malam. Iyan langsung bergegas mandi dan turun kebawah untuk menyantap makan malam.
Sedari tadi Iyan sudah membayangkan Gina akan menyambut kedatangannya dimeja makan dengan senyuman manisnya.
Tapi ketika sampai didapur, Iyan tidak menemukan siapapun.. Baik Gina maupun Lisa.. Hanya makanan saja yang sudah terjejer rapi dimeja makan... Iyan yang bingung pun segera bertanya pada mbok Iyem.
" Loh Den Iyan Ndak tau ya, Non Gina kan sudah pindah rumah, dan kalau non Lisa tadi ikut anterin non Gina pindahan...
memangnya nan Gina gak pamit apa den?" Kata mbok Iyem heran.
"Apa? Pindah???? yang benar saja... kemana Gina pindah mbok??" Tanya Iyan
"Kalau masalah itu mbok belum tau den" Jawab mbok Iyem jujur.
Iyan yang mendengar itu pun mendadak kesal dan emosi. Iyan merasa tak dihargai oleh Gina, sampai sampai pindah tidak minta ijin dan meninggalkan pesan sedikitpun. Iyan berdiri dan beranjak pergi meninggalkan makanan yang sudah siap diatas meja..
" Loh Den mau kemana? makan dulu Den!!" Teriak mbok Iyem..
" Gak lapar mbok.. Mbok aja yang makan." Ucap Iyan dari Atas..
***Apartemen Gina***.
Kling...kling
ponsel Gina berbunyi. Tanda ada pesan singkat masuk.
__ADS_1
Tuan Iyan : Kau menghindari ku?
tuan Iyan : Kau tak lagi mau denganku? setelah yang kita lakukan kemarin??
Tuan Iyan: jawab!!!!!
Gina : Aku tidak menghindari mu..
Gina : Soal malam itu, itu sebuah kesepakatan, kau menolongku yang sedang ada dalam pengaruh obat, dan kau sendiri terpuaskan atas rasa penasaran mu akan tubuhku.. Bukan kah tidak ada yang dirugikan disini?? lalu biarlah itu menjadi kenangan.
Tuan Iyan : Kau gila? kau anggap apa aku Gina? kenapa caramu berbicara seperti itu?
Gina: aku tidak Gila tuan!!! dan bukan kah kita berdua tidak ada hubungan apapun??? benar bahwa aku mencintaimu, tapi masalah kau mencintaiku tulus atau tidak itu bukan masalah ku.
Tuan Iyan: apa yang kau bicaraka?? apa kau masih tidak percaya padaku???
Gina : Yah, aku tidak percaya pada lelaki sepertimu!!!!!
***bersambung dulu.....
Kira kira apa ya penyebab Gina marah dan kesal sama Iyan? Padahal kan beberapa waktu yang lalu mereka sudah menyatakan saling cinta dan sempat melakukan...... ehemmmmm melakukan itu lah...
tapi kok Gina jadi begini sih???
kalau mau tau kelanjutannya, tolong kasih like, komen dan vote ya teman\-teman...
Cerita ini tu real dari fikiran author, jadi author harus mikir cepat nih biar bisa terus up dan bisa menyelesaikan cerita ini.. jadi kadang kalau ceritanya sedikit gak masuk akal, dikasih saran ya ...
jangan dibully, author juga GK punya latar belakang pendidikan yang bagus ... jadi kurang tahu bahasa yang baik dan benar seperti apa.. harap maklum ya...
Salam sayang..
happy reading readersπ₯°πππππ***
__ADS_1