
tok tok tok...
suara ketokan dipintu benar benar membuat Iyan marah lalu menghentikan aksinya .
" oh shitttt.. siapa yang berani mengganggu ku" ucap Iyan geram.
Gina mengambil kesempatan untuk langsung lari ke kamar mandi.
Iyan berdiri, merapikan baju dan rambutnya yang berantakan, dan dilihatnya Gina sudah berlari ke kamar mandi, lalu iyan berjalan kearah pintu dan membukanya.
"Nona Lisa, Sudah sadar tuan. Apa kah anda akan melihatnya??" Ucap seorang pemuda tampan yang tak lain adalah Max.
Iyan menggertak rahangnya, dan menahan amarahnya sampai terlihat urat urat kemarahan diwajah dan lehernya. Iyan kesal karna aktifitas nya dengan Gina yang terbilang sangat dirindukannya terhenti karna ulah Max. Tapi ia juga bahagia karna Lisa sudah sadar, dan ia memutuskan untuk pergi kembali kerumah sakit setelah mandi .
"Baiklah aku akan kesana bersama Gina. Kau ambilkan baju untukku dan Gina. setelah membersihkan diri kami akan kesana." ucap Iyan datar ,yang disambut anggukan oleh Max.
tak berapa lama Max kembali dengan 2 kantong paper bag, yang isinya adalah pakaian Gina dan Iyan.. setelah Gina, dan Iyan selesai membersihkan diri, mereka berdua pun akhirnya pergi untuk menemui Lisa..
sebelum kerumah sakit, terlebih dahulu mereka membeli makan siang dan buah2an untuk dimakan. karna memang waktu yang sudah mendekati sore hari , dan sudah lewat waktu makan siang, akhirnya mereka kelaparan.
"Sayang kau sudah sadar!" Ucap Gina haru sambil memeluk Lisa..
" Hai i' fine, ok.. aku GK papa. tak perlu khawatir" Ucap Lisa pelan dengan menepuk punggung Gina pelan.
" Justru aku yang khawatir padamu. Aku sudah dengar semuanya dari Max. Kamu kenapa?" Lanjut Lisa bertanya ..
" Apanya yang kenapa?" tanya Gina bingung
" Ya kamu kenapa ? Bisa bisanya kamu mukul orang sampai orang itu mati... apa kamu gila? apa kamu gak takut dihantui? nanti kalau arwah mereka jadi hantu apa jadinya kamu?? tanya Lisa sekenanya.
" haha haha haha. Kau bisa aja. sudah ayo kita makan" ucap Gina disela sela tawa renyah nya..
semua yang ada diruangan itu tertegun akan tawa dan senyum Gina yang amat menawan. sudah lama tawa itu tak terlihat dari wajah manis Gina. sudah lama senyum itu tak bertempat dibibir itu...
ahh kerinduan semua orang akan keceriaan Gina ,sudah terbalas kan sekarang. dan semoga seterusnya Gina akan menjadi dirinya yang selalu ceria dan bahagia.
.
Setelah dikabarkan bahwa Lisa sudah boleh pulang, Akhirnya mereka pun kembali ke kediaman Pratama. dan hari hari pun berjalan seperti biasa, hanya saja Gina yang kemarin sempat amat depresi sekarang sudah lebih banyak tersenyum. sudah lebih banyak bicara .
sepertinya ungkapan Cinta Iyan Pratama mampu menyembuhkan luka dihati Gina secara perlahan.
dikantor Iyan Pratama sedang berbicara ditelepon dengan seorang Pria.
"Apa yang dia lakukan sekarang?" Tanya Iyan santai
"seperti biasa dia hanya bermain2 dengan banyak wanita disini.! tapi anak buahku menangkap kejanggalan disini, sepertinya dia sudah tau bahwa adik yang berusaha dia bunuh masih hidup. Dan seperti nya dia merencanakan sesuatu. Aku masih belum dapat memastikan apa yang dia rencakan." Jelas pria itu.
"Baiklah terus amati dia , jangan sampai kau kehilangan jejaknya. Aku percaya padamu Alex." Ucap Iyan tegas pada lawan bicaranya yang tak lain adalah Alex.
__ADS_1
"tenang lah Iyan, Gadis kecilmu tak akaan dalam bahaya kali ini." ucap Alex menenangkan.
Setelah panggilan telepon itu terputus, Iyan selalu menerima laporan dari Alek mengenai gerak gerik Ali yang mencurigakan, namun belum ada hasil yang memuaskan Menurut Iyan. Dia belum tau apa yang akan direncanakan oleh Ali terhadap Gina..
kringgg.. kringggg
suara telepon mengagetkan Gina yang sedang olahraga boxing diruangan itu.
Setelah dilihatnya ternyata panggilan telepon dari nomer baru.
dengan ragu ragu di angkatnya telpon itu.
"Hallo.!" Ucap pria disebrang telepon.
"Ya hallo. siapa ini?" jawab Gina.
"Ini aku Dek, aku Ali.!" Ucap pria disebrang telepon singkat yang tidak lain adalah Ali.
"Mau apa lagi kamu?" Tanya Gina dengan marah
"Aku mau minta maaf sama kamu. Maafkan aku yang selama ini, yang banyak menyakiti mu, dan menyiksa mu " jelas Iyan dengan suara yang bergetar, seperti orang yang sedang menahan tangisnya.
merasa tidak ada jawaban dari Gina, akhirnya Ali mengambil keputusan untuk terus bicara.
"aku tau, aku bukan tipe orang yang mudah kau maafkan, aku juga memang tidak pantas meminta maaf padamu setelah, apa yang aku lakukan padamu. Aku akan pergi jauh dari duniamu." lanjut Ali yang terisak...
saat Gina akan mematikan sambungan telepon nya , tiba tiba dengan cepat Ali menghentikan nya,
"Tunggu, tunggu, jangan dimatikan,tunggu sebentar, hallo Gina kau masih disana?" tanya Ali cepat dan buru buru.
"Aku ingin bertemu dengan mu untuk yang terakhir kalinya. Kau maukan menemui kakakmu yang 1 ini, aku mohon, ini adalah keinginan terakhiku" ucap Ali yang terdengar sungguh-sungguh.
"ok, aku akan menemuimu, kirimkan alamatnya lewat wa." jawab Gina dengan segera memutuskan sambungan telepon nya.
setelah itu Gina langsung terduduk lemas, ia menangis sejadi-jadinya. Kata maaf yang ingin dia dengar dari kakak satu satunya. akhirnya ia dapatkan hari ini. Bagaimana pun kejamnya Ali pada dirinya, ia tetaplah kakak bagi Gina. dimana hanya Ali keluarga yang ia miliki setelah orang tuanya pergi meninggalkan dunia nya. Dengan tanpa rasa curiga , Gina mau menemui kakaknya yang katanya untuk terakhir kalinya. Yang ia dengar seperti suatu kesungguhan, tidak ada kebohongan bagi Gina. ia Yakin sesuatu sedang terjadi pada kakaknya itu, sehingga membuat nya meminta maaf pada Gina yang selama ini tidak dianggap nya sebagai adik.
Sementara itu, Iyan yang sudah membereskan kerjaannya dikantor , dengan segera ia berjalan menuju kearah mobilnya berada, seperti biasa, Iyan dan Max selalu bersama.
" Berhenti!!" Teriak seorang perempuan yang menghentikan langkah kaki Iyan dan juga Max.
tanpa Aba-aba, perempuan itu langsung saja berlari dan menghambur ke dada bidang Iyan dan memeluknya. Iyan yang tak sadar dengan apa yang terjadi ia, hanya bengong dan terkejut. tidak terkecuali dengan Max, ia tahu bahwa perempuan yang berani memeluk Majikan sekaligus sahabatnya itu adalah Gendis Fredly.
Gendis adalah mantan kekasih Iyan, dulu ketika mereka berdua masih kuliah di New York..
"Iyan aku sangat rindu padamu, rindu sekali.. Do you Miss me, Darling?" Kata Gendis yang masih dalam pelukan Iyan.
Bukan Iyan namanya kan kalau dia tidak bisa mengendalikan tubuhnya sendri? Dengan cepat Iyan melepaskan pelukan Gendis pada tubuhnya. dan mundur selangkah dari tempat Gendis berdiri.
Gendis yang melihat perlakuan Iyan padanya merasa kesal sekaligus terkejut, seingatnya Iyan adalah orang yang benar-benar cinta mati padanya, hingga rela menunggu Gendis dengan begitu lamanya.
__ADS_1
" Hai what happened, ini aku Gendis Fredly. apa kau lupa padaku Iyan?" Tanya Gendis dengan suara yang masih sama seperti tadi ketika ia memeluk Iyan.
"Iya Gendis, aku tak pernah lupa padamu, tapi maaf aku sedang buru buru, aku ada meeting dengan seseorang. Jadi lain kali kita jumpa lagi ya!!"Ucap Iyan ramah pada gendis,Iyan berlalu pergi yang diikuti oleh Max.
" Seperti biasa dia masih saja ramah, nada bicara tak pernah berubah, Aku yakin kau masih cinta padaku kan Iyan? tapi apa yang benar2 penting dari pada kedatanganku ini? bukankah selama ini ia menunggu ku? Gumam Gendis dalam hati.
Iyan memang sangat mencintai Gendis, tapi dulu Lo ya..
Mereka berdua pacaran dari masih SMA, sampai lulus kuliah .. Rencananya, setelah Iyan mendapatkan izin Dari orangtuanya, Iyan berencana menikahi Gendis. Tapi tanpa diduganya Gendis telah dijodohkan dengan Pria tua dinegara Gendis. Dan Iyan yang mendengar itu pun, langsung pergi ke Negara F untuk menemui Gendis, karna setelah Kuliah Iyan kembali ke Negara A.
Tapi terlambat, Gendis sudah menikah dengan pilihan orang tuanya, dan ketika Iyan sampai dinegara F, Iyan menghubungi Gendis, namun tak dapat jawaban dari Gendis.
Sampai pada akhirnya, Iyan menulis surat untuk Gendis.
***Dear Gendis tersayang .
Maaf atas keterlambatan ku, dalam segala hal tentang dirimu,
aku tau , tak ada pilihan bagimu untuk menikahi Pria pilihan orang tua mu.
aku juga tau bahwa kau sangat mencintaiku kan?
sakit?
jangan kau tanya sakit yang ada di hatiku, kau pasti dapat melihat nya.
Menangis?
Jangan kau suruh aku untuk tidak menangis, bagaimana pun juga Kau adalah cinta ku, sebagai mana seorang manusia yang telah kehilangan cintanya, maka seperti itu pula diriku, hancur, duniaku hancur. Runtuh impianku runtuh bersamaan dengan menikahnya dirimu dengan pria pilihan orang tuamu.
Namun , aku tetaplah Iyan yang mencintaimu, aku selalu menunggu disini dengan segenap rasaku.
Bila terjadi sesuatu dengan pernikahan mu,
maka Datanglah padaku ke negara A.
maka aku akan menyambutmu.
Iyan Pratama***¶~
Setelah hari itu Iyan dengan setia menunggu Gendis, tapi...
maafkan author ya readers. lama sekali Author gak Up episode baru,
dikarenakan banyak hal terjadi didunia author yang belum memungkinkan author untuk up di beberapa hari kedepannya.
maaf ya, mudahan Reader tersayang tetap sabar dan setia menunggu ya.
jangan lupa like dan vote
__ADS_1