Ai No Koe

Ai No Koe
Chapter 113


__ADS_3

Kaito


Aku dan Naya pun duduk di bangku kayu yang ada di halaman rumah sakit ini. Karena aku menjadi bocah SMP, Naya jadi sering mencubit pipi ku dan memperlakukan ku seperti bocah.


Aku ingin segera pergi dari nya, tapi aku menunggu penjelasannya tentang semua yang aku lihat ini. Terik matahari mulai memuncak, aku lupa ini adalah musim panas. Banyak orang lalu lalang di halaman rumah sakit ini.


Keramaian yang tak asing ini membuat ku semakin merasa nyaman berada di waktu ini.


"Etto ... aku panggil Kaito-kun boleh gak?", tanya Naya dengan wajah gemas nya terhadap ku.


"Hmm ... terserah ... yang penting kamu jelasin dulu semua ini", ucap ku dengan wajah cuek.


"Hmm ... mochiron desu!!",(pastinya!!!) ujar nya seraya mengusap kepalaku lagi sampai rambut ku jadi berantakan.


"Oii"


"Pertama ... aku adalah Yume yang sering kau temui di mimpi mu", kata kata pertama nya yang membuat ku sangat terkejut.


"Haaa?!! ... kamu malaikat?", aku sangat terkejut dan heran karena gadis jepang di samping ku ternyata adalah seorang malaikat.


"Hmhm ...", Naya mengangguk dan lagi lagi mencubit pipi ku.


"Oi!! ... bisa berhenti utak atik wajah ku gak seh?!", kata ku dengan wajah kesal.


"Ya ya ya ... yang ke dua ... aku juga yang memberitahukan semua pada Ame", kata kata kedua nya yang juga membuat ku terkejut dan bingung.

__ADS_1


"Hmm ... sekarang ... apa yang di lakukan malaikat di sini?", lanjut ku langsung bertanya.


"He? ... kau pikir malaikat hanya ngurus satu orang? ... ya udah ... aku pergi dulu", ujar nya lalu melangkah meninggalkan ku.


"Etto ... kau akan kembali besok malam ... jadi kau punya waktu sehari lagi di sini ... dan jangan mati ya?", ucap nya dengan senyum lalu kembali melanjutkan langkah untuk melaksanakan tugas nya.


Aku menghela nafas sembari menenangkan diri ku yang menerima banyak kejutan hari ini. Suasana ini mungkin tak akan pernah aku rasakan lagi. Sekarang aku berada di antara hidup dan mati.


Seperti nya aku berhasil merubah takdir, tapi aku juga harus menghadapi masalah berikutnya. Aku harus bangun dari tidur ku dan kembali ke waktu semula dengan selamat.


"Ano ... apa aku boleh duduk di sini?", tanya Ai dengan pipi yang mengeluarkan rona merah seperti biasa.


Ai datang membawa dua kaleng teh dingin yang sepertinya ia beli dari drink machine yang ada di koridor rumah sakit.


"Oh ... boleh ...", ucap ku lalu bergeser dan memberi ruang Ai untuk duduk.


"Hmm ... makasih ...", kata ku menerima sekaleng teh dingin itu.


"Ano", Ai duduk di samping ku dengan wajah nya yang memerah itu.


Sial!!! dia imut banget pas SMP!!!


Aku juga sedikit merasa canggung karena seperti pertama kalinya bertemu dengan nya. Ai yang aku temui sekarang jauh berbeda dari Ai yang ku kenal. Bahkan sangat jauh berbeda, aku sekarang tau bagaimana takdir bisa mengubah orang dengan sangat mudah.


"Apa kamu dah baikan?", tanya ku sembari menyeruput sekaleng teh dingin yang barusan Ai berikan pada ku.

__ADS_1


"Hmm ... makasih ...", kata nya tanpa melihat ku sama sekali.


"Ngomong ngomong ... kamu bakal pindah ke SMA mana?", aku menanyakan sesuatu agar kami bisa memulai percakapan.


"Emm ... gak tau .. kalo kamu?", Ai membalik pertanyaan ku.


"Aku sih di SMA Asakura ...", jawab ku sembari memandangi kaleng teh dingin ini.


"Ohh ...", kami mulai kehilangan arah pembicaraan lagi.


"Ai ... apa kamu bakal nerusin hobi adik mu?", tanya ku.


"Eh? ... aku ... aku gak tau ...", jawab nya dan ia lagi lagi menundukan kepala nya tanda keputus asaan nya.


"Ya sudah lah ... besok ... apa kau mau memberikan sesuatu untuk adik mu?", lanjut ku bertanya.


"He?!", Ai terkejut dan langsung menoleh ke arah ku dengan mata nya yang berbinar itu.


"Aku cuma mau kasih kenangan buat Ame ... dan aku juga akan menyelesaikan novel kami sendiri mulai besok lusa ... jadi ... apa aku boleh kesini lagi?", jelas ku.


"Tentu ... dan aku pengen banget adik ku bisa melihat bunga matahari!", ucap Ai dengan senyum yang mulai tumbuh di wajah nya itu.


"Eh? bunga matahari?", aku mengernyit heran.


"Hmm ... adik ku itu suka banget sama bunga matahari ...", kata Ai dengan nada bahagia nya.

__ADS_1


"Oke lah ... besok ... kita cari bunga matahari itu ... tapi ... aku gak tau ...", aku menggaruk kepala ku dan sedikit tersenyum.


"Gunung Okiyama!!!"


__ADS_2