
Kaito
Lagi lagi pagi yang sangat dingin. Langit biru yang tertutup awan tebal. Keributan kelas yang luar biasa heboh. Ai yang fokus dengan novel nya. Raku yang sedang bercakap cakap dengan Haru. Mina yang membuat keributan di depan kelas.
Suasana yang tak asing bagi ku. Tapi aku bahkan tak ingat nomer absen ku. Bagaimana aku bisa mengingat semua nya dengan cepat, hanya itu yang ada di pikiran ku. Aku bukan hilang ingatan karena kecelakaan, dan aku yakin itu.
"Nee nee ... Ai? apa kamu dah bilang hari ini ada belajar kelompok?", Naya tiba tiba menghampiri Ai dengan semangat nya.
"Udah ...", jawab Ai tak mengalihkan perhatian nya dari novel yang ada di tangan nya.
"Dirumah siapa?", tiba tiba Raku menoleh ke arah ku.
"Rumah Kaito gimana?", Haru pun ikut campur dan tiba tiba menyarankan rumah ku sebagai korban.
"Hoii ...", aku pasti menolak jika rumah ku di jadikan tempat belajar kelompok hari ini.
"Ai? gimana?", tanya Naya.
"Rumah ku aja ...", jawab Ai.
Huff ... untung aja ...
"Hmm ... ya udah lah ...", ucap ku lalu kembali memandang keluar jendela.
__ADS_1
"Kaito-kun ... bisa ke perpus sekarang gak? ... aku mau ngomong penting sama kamu", kata Naya dengan wajah serius nya.
"Ya udah ... ayo ...", aku pun berdiri dari bangku ku dan mengikuti langkah Naya dari belakang.
Naya tak mengeluarkan sepatah kata pun ketika perjalanan kami menuju ke perpustakaan. Naya yang biasa nya banyak omong itu sepertinya sedang ingin membicarakan hal penting dengan ku.
Saat kami sampai tepat di depan pintu perpustakaan, Naya tiba tiba menggenggam tangan ku dan menarik ku masuk ke sebuah ruangan yang ada di depan perpustakaan.
Duar!!!
Naya menutup pintu ruangan ini dengan keras. Sekarang aku sadar ini pasti hal yang sangat penting ketika melihat nya bersikap seperti ini.
"Kaito!! ... aku Yume ...", kata Naya membalik badan nya ke arah ku.
"Maksud mu?", aku bingung karena tak tahu apa pun yang ia katakan itu.
"Gawat ... Aku harus mengatakan hal penting pada mu", kata Naya dengan wajah cemas nya.
"Penting? apa?", tanya ku.
-----------------
Jam dinding yang baru menujuk ke pukul sepuluh pagi. Ini adalah jam istirahat di SMA Asakura. Waktu nya untuk makan siang dan melepas penat bagi sebagian siswa. Tapi tidak dengan Kaito dan Naya.
__ADS_1
Mereka berdua ada di dalam ruang klub sastra dan berbicara hal yang sangat rahasia. Naya atau bisa di bilang Yume lah yang sedang bicara pada Kaito dengan menggunakan tubuh Naya sekarang.
Yume menjelaskan tentang kekuatan yang dimiliki Naya. Kekuatan spesial yang hanya dimiliki orang orang dengan hati bersih sama seperti kekuatan yang Kaito miliki. Naya memiliki kekuatan untuk meminjamkan tubuh nya untuk malaikat.
Para malaikat biasa nya tinggal di dalam hati orang dengan kekuatan seperti itu. Yume tak akan mengambil alih kesadaran Naya jika tidak dalam keadaan yang sangat amat mendesak.
Setelah berbicara panjang lebar mengenai kekuatan Naya, Yume akhir nya mengatakan hal yang seharus nya ia katakan sekarang.
"Kaito ... jika kamu mengingat masa lalu mu ... kamu akan mati", kata kata Yume yang keluar dari mulut Naya.
Kaito hanya bisa terbelalak dan terpaku mendengar kata kata Yume itu. Yume menceritakan secara singkat bagaimana Kaito bisa kehilangan ingatan nya.
"Aku pernah melihat kejadian seperti ini ribuan tahun lalu ... kamu akan segera mati setelah mengubah takdir ... walau efek nya tak terasa secara langsung ... tapi tetap saja ...", jelas Yume.
"Tapi kata mu ada kemungkinan selamat sepuluh persen ...", Kaito mulai tegang saat bicara hal yang menyangkut nyawa nya itu.
"Hmm ... itu hanya kemungkinan untuk kembali bangun dari mimpi mu ...",
Yume melupakan hal penting pada saat itu. Orang yang memiliki kekuatan seperti Kaito tak akan mungkin bisa selamat setelah mengubah takdir yang besar. Ada dua kemungkinan jika Kaito mengubah takdir.
Kemungkinan pertama adalah dia tak akan bisa bangun dari tidur nya dan akan mati saat itu juga. Kemungkinan kedua adalah, Kaito akan kehilangan ingatan nya untuk sementara dan tetap hidup untuk sementara waktu hanya sampai ingatan nya kembali.
"Maafkan Kaito ... seharus nya aku gak biarin kamu pake kekuatan itu", Yume yang menggunakan tubuh Naya membungkuk minta maaf pada Kaito.
__ADS_1