Ai No Koe

Ai No Koe
Chapter 137 [END]


__ADS_3

Malam yang sangat dingin, salju putih sudah menyelimuti dunia ini. Rasa dingin sudah tak bisa dihindari. Salju masih berjatuhan dari langit. Malam ini aku bisa melihat salju yang sedang berjatuhan melalui jendela kamar ku.


Tapi aku tak sempat menikmati itu. Malan ini aku, Ai, Naya, dan Mina duduk melingkar di atas lantai kamar ku. Pintu sudah terkuci rapat agar Hanabi tak bisa tiba tiba masuk dan mengacaukan pembicaraan kami yang amat sangat penting ini.


Suhu AC di kamar ku sudah di sesuaikan agar kami tak merasakan dingin di malam yang beku ini. Kami berkumpul di sini atas permintaan Naya, lebih tepat nya Yume lah yang meminta nya.


Untuk memulai pembicaraan ini, Yume yang meminjam tubuh Naya menjelaskan semua yang tak Mina ketahui tentang kekuatan Fate Restart milik nya. Sudah ku duga reaksi Mina akan berlebihan. Mina sampai berteriak heboh saat mendengar cerita Yume.


"Jadi ... apa Kaito gak akan mati?", tanya Ai.


"Enggak ...", kata Yume yang meminjam tubuh Naya.


"Tunggu?! ... apa Kaito akan mati?!", tanya Mina terkejut karena baru tahu akan hal ini.


Akhir nya Yume pun menceritakan semua nya pada Mina. Tentang pengaruh kekuatan ku terhadap takdir dunia ini. Dan juga bagaimana takdir ku kedepan nya.


"Tega nya Kaito ... kenapa kamu gak cerita sama aku?!", Mina menarik lengan kaos ku dengan kuat.


"Oi ... aku takut kamu bakal nangis tau?? ... aku itu tau sifat mu kaya gimana ... apa lagi setelah kamu inget kenangan masa lalu mu", jelas ku.


Mina langsung terdiam dan menundukkan kepala nya setelah mendengar kata kata ku.


"Aku mengumpulkan kalian di sini karena besok aku akan melakukan nya", kata kata Yume yang membuat ku sangat terkejut.


"Tu-tunggu ... apa tidak terlalu cepat?", aku sedikit takut karena segala kemungkinan terburuk yang Yume katakan pada ku.


"Dewa sudah marah besar tau? ...", kata Yume dengan senyuman wajah Naya.


"Yume ... tapi kamu kan akan ...",


"Naya-chan sudah siap kok Kaito-kun ...", Yume mengembalikan kesadaran Naya.


"Siap untuk apa?", tanya Mina bingung.

__ADS_1


"Aku ... aku akan lenyap bersama Yume", jawaban Naya yang membuat mata Mina terbelalak.


"Jadi ... tetap ada yang dikorbankan ya", kata Mina perlahan.


"Bahkan hidup Kaito dan Ai pun jadi korban ...", lanjut Mina dengan mata yang berkaca kaca membendung air mata nya.


"Besok ... kita ketemu lagi di atap sekolah ya? ... itu adalah pertemuan terakhir kita", kata Naya yang memecah tangisan Ai dan Mina.


"Naya ... terima kasih banyak ...", Ai memeluk Naya dengan erat.


"Naya ... arigatou ... hanya itu bahasa jepang yang aku tau ...", Mina pun ikut memeluk Naya.


Mereka butuh sedikit waktu untuk berbicara. Aku pun keluar dari kamar ku dan kembali menutup pintu kamar. Setelah menuruni tangga, aku melihat Hanabi yang sedang duduk di sofa menonton televisi di ruang keluarga.


"Oohh ... kakak ... gimana? ... enak rasa nya punya tiga pacar?", tanya Hanabi dengan senyuman jahat nya.


"Berisik!!", aku memukul kepala nya perlahan dan duduk di samping nya.


"Ngapain kakak keluar dari kamar? ... bukanya kalian uda ena ena?", Hanabi terus saja mengarahkan pembicaraan ke arah sana setiap kali ada kejadian seperti ini.


"Hehehe ...", Hanabi tertawa karena film kartun yang sedang ia tonton di layar televisi kami.


Tawa imut nya itu, aku harap aku masih bisa mendengar nya. Aku harap aku masih memiliki Hanabi di kehidupan ku setelah semua takdir ku di ulang. Besok pagi adalah terakhir kali nya aku melihat Hanabi. Pikiran ku sangat kacau hari ini.


Bingung, takut, senang, ragu, dan kesal. Semua itu bercampur jadi isi hati ku sekarang ini.


---------------


Keesokan hari nya Kaito, Ai, Mina, dan Naya berkumpul diatas atap sekolah SMA Asakura. Di tengah salju yang berjatuhan dari awan tebal di atas mereka.


Kaito memaksa hati nya untuk berkata siap. Hari ini adalah terakhir kali nya mereka bisa saling memandang satu sama lain. Hari ini akan menjadi hari yang sangat berat bagi mereka.


"Sekarang ... apa ada kata kata terakhir?", kata Yume yang mengambil alih tubuh Naya.

__ADS_1


"Hmm ... kayak nya aku siap", Kaito mengepalkan tangan nya dengan kuat.


"Kaito ... aku pikir kamu udah tau apa yang pengen aku bilang kan?", kata Mina dengan air mata yang membasahi pipi nya di tengah siang hari yang dingin ini.


"Aku suka sama kamu ... dan akan selalu begitu ... aku mungkin gak bakal ketemu kamu lagi ... tapi makasih udah jadi sahabat ku sejak kecil", Mina memeluk Kaito dengan erat.


"Mina ... makasih juga ... maaf aku belum bisa ngasih jawaban kamu sekarang", ucap Kaito karena tak ingin menyakiti perasaan sahabat nya itu.


"Aku tau kok ... jawaban mu ... kamu bakal milih Ai dari pada aku kan?", Mina melepas pelukan nya dan mengusap air mata nya.


"Maaf", Kaito tertunduk dan kehabisan kata kata nya.


"Ya sudah ... Ai ... sekarang giliran mu ...", Mina melangkah menuruni tangga dan meninggalkan Ai, Kaito, dan Naya.


"Kaito ... makasih buat semua yang kamu lakukan untuk ku ... walau pada akhir nya kita tetap berpisah", Ai menundukkan kepala nya dan meremas ujung rok nya.


"Sebenar nya aku juga suka sama kamu", Ai memberanikan diri nya untuk menjawab pernyataan cinta Kaito kemarin.


"Hmm ... jadi ... akhirnya cuma begini ya? ... entah kenapa aku belum puas ...", ujar Kaito dengan wajah datar nya.


"Kaito ... ini belum berakhir ... Aku dan Naya sangat bersyukur ketemu kamu ... gak ada orang lain yang memiliki hati sebersih kamu tau ...", kata Yume dengan mata merah muda nya yang mulai bersinar itu.


"Ai ... aku gak tau harus bilang apa", aku langsung memeluk Ai karena merasa waktu ku hanya tinggal beberapa detik lagi untuk bisa memeluk nya di saat terakhir.


"Hmm ... makasih", Ai membalas pelukan ku.


"Sampai jumpa semua nya ..."


Itulah kata kata terakhir yang di ucap kan Kaito di saat saat terakhir nya memeluk Ai. Pada Akhirnya semua yang dilakukan Kaito untuk menyelamatkan Ai berakhir dengan kata perpisahan juga.


Dengan ini takdir sudah kembali seperti semula. Tak ada yang mengetahui kekuatan orang orang berhati bersih. Tak ada lagi malaikat mimpi bernama Tenshi Yume. Dan tak ada lagi gadis jepang yang bernama Sakiko Naya.


Mulai sekarang Kaito dan Ai akan menerima hukuman dari sang dewa. Kaito akan menjalani hidup nya yang berat. Dan Ai akan kehilangan salah satu dari hal yang paling penting bagi manusia.

__ADS_1


Tamat ...


__ADS_2