Ai No Koe

Ai No Koe
Chapter 120


__ADS_3

Kaito


Suara keributan di dalam kelas. Canda tawa diiringi teriakan memenuhi kelas pagi ini. Satu satu nya orang yang tak mengeluarkan suara selain aku adalah gadis pirang yang duduk sebangku dengan ku.


Aku sempat beberapa kali melirik nya tapi dia masih saja fokus membaca novel nya. Aku pun melirik nya sekali lagi karena tak bisa menahan rasa penasaran ku. Dan saat itu lah mata kami berdua bertemu di pagi musim dingin ini.


Mata biru nya itu berkilauan separti berlian di tengah awan. Kami saling memandang untuk waktu yang lama. Tubuh ku serasa beku saat melihat tatapan mata nya itu.


Semakin lama kami saling memandang waktu seakan berhenti untuk kami berdua. Rona merah di pipi nya mulai keluar seiring waktu berlalu.


"Etto ... kamu baca apa?", tanya ku karena merasa keadaan mulai canggung.


"Novel", jawab nya memalingkan wajah nya dari ku dan kembali menaruh perhatian nya ke novel yang ada di tangan nya itu.


Oi ... anak kecil juga tau itu novel!!


Aku kehabisan kata kata dan akhirnya berakhir kembali melihat awan awan yang beterbangan di langit.


"Hoi ... diem diem aja", Raku yang duduk tepat di depan meja ku menoleh dengan wajah datar nya.


"Hmm ... mau gimana lagi ... aku aja gak tau apa apa ...", jawab ku cuek dan tetap melihat ke luar jendela.


"Ano ... aku mau ke toilet dulu ya?", kalimat pertama nya yang ku dengar hari ini jauh dari yang aku harapkan.


"Oo ... oh, ya udah ...", jawab ku sedikit gugup dan membiarkan nya berjalan keluar dari kelas.


"Oi ... belakangan ini Ai agak aneh kan?", ujar Raku.

__ADS_1


"Mana ku tau?! ... aku aja baru ketemu dia kemarin ...", kata ku dengan wajah kesal.


"Oh iya ... maap ...", ucap nya dengan sedikit tawa.


"Oh iya ... aku denger Ai ada masalah sama kakak kelas ...", Haru yang duduk sebangku dengan Raku pun menoleh ke arah ku juga.


"Hmm ... aku tebak, pasti karena cowok", ujar ku bosan mendengar masalah yang dihadapi para perempuan di sekolah.


"Hmm ... nama nya juga cewe ... nih ... yang di sebelah ku aja gitu", kata Raku menyindir Haru.


"Kaito-kun ... coba kasih ini ke Ai sekarang dong", Naya tiba tiba datang dari bangku baris paling depan.


"Kasih apaan?", aku memasang wajah malas ku.


"Ini loh ...", Naya memberiku sebuah penjepit rambut kecil dengan hiasan berbentuk bunga matahari.


"Iya ... udah pokok nya ini penting banget buat dia ... cepetan!!", Naya menarik tangan ku dan memaksa ku berdiri dari kursi ku.


"Cih ... oke oke ...", aku melangkah keluar dari kelas dengan wajah malas ku.


Aku menggenggam penjepit rambut milik Ai dan menyembunyikan tangan ku di dalam saku celana ku. Bukan nya mencari ke arah toilet, perasaan ku menuntun ku untuk menaiki tangga dan menuju ke perpustakaan.


Saat aku tiba di depan pintu perpustakaan, sebuah suara keributan dari dalam membuat ku menunda niatan untuk membuka pintu.


"Dasar cewek aneh!!!"


Bruak!!!

__ADS_1


Saat aku melihat ke dalam melalui kaca yang ada di pintu perpustakaan. Aku melihat Ai bersama gadis yang tak ku kenali. Seperti nya dia dari kelas tiga karena tinggi nya jauh melebihi Ai.


Anak kelas tiga itu mendorong Ai ke rak buku dengan kasar. Dengan wajah kesal nya itu aku mengerti mereka sedang bermasalah.


"Maaf", ucap Ai menundukan kepala nya itu sembari memeluk sebuah novel.


Sial ... aku tak ingin terlibat masalah ...


Tapi ...


Greek!!!


Aku membuka pintu perpustakaan dengan wajah malas ku dan melangkah masuk. Mereka berdua menatap ku karena terkejut.


"Maaf ... ini perpustakaan bukan tempat buat ribut", ucap ku dengan tatapan tajam ku pada kakak kelas yang kurang ajar itu.


"Urusan mu apa?!", dia berbalik membentak ku.


"Urusan ku? ... ini perpustakaan dan kamu pasti tau fungsi nya apa kan?", aku melangkah perlahan mendekati mereka.


"Oi oi ... ada apa ini?", laki laki tinggi rambut pirang tiba tiba masuk ke dalam perpustakaan.


"Saki? ... kenapa lagi?", ucap laki laki itu dengan nada bosan nya.


Gadis tinggi berambut hitam yang diikat pita itu ternyata nama nya adalah Saki. Dia nampak terkejut dan terpaku saat melihat laki laki yang baru saja masuk itu.


"Hmm ... dia lagi bully adik kelas yang mau baca novel di sini", ucap ku santai menyadari laki laki di samping ku ini seperti nya orang penting.

__ADS_1


"Ha? ... Saki?, apa belum puas hukuman kepala sekolah kemarin?", kata laki laki rambut pirang itu.


__ADS_2