
Kaito
"Tu-tunggu?!"
Gunung Okiyama itu adalah tempat yang kami kunjungi di musim panas waktu itu. Tempat nya lumayan jauh dan memakan banyak waktu untuk kesana. Aku ragu aku masih punya cukup waktu.
Dan juga tujuh ratus anak tangga nya itu tak akan pernah aku lupakan. Sekarang aku akan kesana lagi dan bersama Ai yang berbeda.
"Hmm ... yang penting sekarang ... apa ..."
Deg!!!
Jantung ku lagi lagi terasa sangat sakit dan berhenti berdetak. Aku seperti nya hanya sanggup bertahan sampai di sini. Naya, kenapa aku hanya sampai di sini saja?
Apa terjadi sesuatu?
"Ai ... aku ... aku minta tolong padamu ...", ucap ku dengan menahan rasa sakit yang luar biasa ini.
"Kamu kenapa?!", tanya Ai yang melihat ku meringis kesakitan.
"Gak ada apa apa ... tapi tolong ... apa kamu punya kertas dan pulpen?!", jantung ku terasa sangat sakit seperti ditusuk berkali kali,.aku sampai menjatuhkan kaleng teh dingin yang ada di genggaman ku karena tak bisa menahan rasa sakit ini.
"Oh!! tunggu bentar ...", Ai langsung berlari masuk ke gedung rumah sakit.
Sial!! kenapa sekarang?!
__ADS_1
Ditambah lagi, apa apaan kata kata Naya yang bilang aku bisa bertahan sampai besok. Yang penting sekarang aku bisa merubah takdir Ai. Aku tak peduli lagi apa yang akan terjadi di masa depan.
Jika aku kembali ke masa depan, mungkin aku akan kehilangan ingatan, bahkan nyawa ku.
"Ini!!! kau mau apa?!", tanya Ai yang sudah kembali ke sini dengan wajah panik nya.
"Tolong tulis semua yang ku katakan di kertas itu!", pinta ku.
"Iya ...", Ai duduk di samping ku dan bersiap untuk menulis di kertas itu dengan pulpen nya.
"Untuk diri ku di masa depan ... ingat lah ... kau sudah melakukan hal yang luar biasa ... jika kau bangun dan tak mengingat apa pun, itu karena kau telah menyelamatkan Ai dari takdir nya yang sebenar nya", aku sedikit menarik nafas karena rasa sakit ini tak kunjung hilang dan terus ada di jantung ku seakan ingin membunuh ku sekarang.
"Apa maksud mu?", Ai bertanya pada ku.
"Walau pun tak ada yang mengingat kenangan yang sudah kau ubah ... tapi ... di hari itu waktu kau membantu nya membawakan buku"
"Dan hari pertama kali kau duduk sebangku dengan nya ... hari di mana kau masuk ke ruang klub bersama nya"
"Hari dimana kau mulai menulis lagi ... hari di mana kau ke festival dan melihat kembang api bersama nya ...",
"Dan malam di bawah jutaan bintang kau juga menemukan tujuan hidup mu yang membuat mu terbaring di sana ...",
"Malam di mana kau menyelamatkan Ai dari takdir nya di atap sekolah ... dan selanjut nya kau menyadari semua kekuatan mu ...",
"Jangan lupakan semua itu", aku berusaha membuat surat yang akan ku berikan ke pada diri ku di masa depan.
__ADS_1
Aku tak ingin melupakan kenangan indah ini. Karena jika aku melupakan nya, maka tak seorang pun sadar takdir sudah berubah. Rasa sakit ini tak lama lagi akan menghilang. Begitu juga dengan kesadaran ku.
"Ai ... apa sudah kau tulis semua?", tanya ku.
"Sudah ... tapi ... apa yang akan kau lakukan dengan surat ini?", Ai kembali meminta penjelasan ku.
"Pastikan kamu pindah ke SMA Asakura di kelas dua ... dan buatlah kenangan indah di kelas itu ... berikan surat ini pada ku saat setelah drama musim gugur diadakan ... disaat aku bangun dari pingsan ...", jelas ku.
"Dan jika aku tak mengingat apapun ... tolong tetap simpan surat itu ... makasih", ucap ku lalu menyandarkan kepala ku di pundak Ai yang duduk di samping ku.
"Nama ku ... Okino Kaito ... senang bisa menyelamatkan mu ...", aku mulai tak bisa lagi merasakan tubuh ku.
Rasa dingin mulai menyelimuti ku. Kesadaran ku perlahan memudar. Setidak nya aku sudah melakukan apa yang seharus nya aku lakukan di sini.
"Kaito ... apa kau benar benar dari masa depan?", tanya Ai dengan wajah nya yang memerah itu karena aku menyandarkan kepala ku di pundak nya.
"Ya ... dan kemungkinan besar aku akan mati ...", ucap ku dengan mata ku yang terpejam.
"Kaito ... apa pun yang sudah kamu lakukan ... sepertinya kamu udah berkorban banyak buat ku", kata Ai.
"Aku ... menunggu mu di masa depan ya?", ucap ku lalu menggenggam tangan nya.
"Apa pun yang terjadi di masa depan nanti ... kenangan ini akan selalu ada di hati ku", lanjut ku dengan nada lemas.
"Ya ... Kaito ... terimakasih banyak ... walau aku tak tau apa yang terjadi ... tapi terimakasih"
__ADS_1