
Kaito
"Gak perlu minta maaf ... kau itu malaikat tau ...", ucap ku dengan sedikit tawa.
"He?!"
"Jika memang takdir ku begini ... ya sudah lah ... yang penting takdir Ai sudah berubah ...", aku menghela nafas ku dan berbalik ke arah jendela yang ada di ruangan ini.
"Kaito-kun!!! ... jangan sok jadi pahlawan gitu!!!", Naya menarik kerah seragam ku dengan tatapan tajam nya pada ku.
Mata merah muda nya itu kembali berubah seperti semula. Kali ini yang bicara pasti adalah Naya. Wajah marah nya itu bisa terlihat jelas karena jarak antar wajah kami berdua hanya beberapa sentimeter.
"Naya?"
"Kalo kamu mati ... Ai, dia pasti kena kutukan lagi ...", Naya menghawatirkan Ai jika aku meninggalkan dunia ini.
"Udah ... tenang aja ... walau aku gak inget apa apa ... tapi aku gak akan biarin Ai kena kutukan atau apapun itu", aku menenangkan nya dan melepas tangan nya yang mencengkeram kerah seragam ku.
"Sebelum aku mati ... aku bakal buat kenangan yang indah ... Naya-chan tolong bantu aku ya?", aku tersenyum tipis pada nya.
"Pada akhir nya aku akan kehilangan teman ku lagi ...", Naya menundukkan kepala nya.
"Kalo kamu sedih sekarang gak ada guna nya tau ... ya udah ... aku ke kelas dulu", aku melangkah keluar dari ruangan itu dan melihat papan tulisan kecil yang ada di atas pintu.
'Ruang klub sastra'
Kayak pernah liat ...
Aku menuruni tangga dan berjalan kembali masuk ke kelas yang cukup ramai dan berisik ini.
"Kaito?! ... kemana aja ... lama banget", ujar Raku yang masih duduk di bangku nya.
__ADS_1
"Hmm ... ada masalah", jawab ku sembari melihat Ai yang masih membaca novel.
"Ai ..."
Ai menatap ku dengan wajah cantik nya itu setelah aku memanggil nya tanpa alasan yang jelas.
"Jangan baca novel terus ... entar mata mu minus tau?!", aku merebut novel itu dari tangan nya.
Ai memandang ku dan tatapan nya membuat ku merasakan perasaan yang amat sangat aneh.
"Oi?! ... jangan natap aku gitu ...", aku memukul kepala nya perlahan dan kembali duduk di bangku ku.
"Oi semua ... pokok nya nilai kita harus bagus loh ... supaya kita bisa masuk ke kelas tiga A", ujar ku dengan semangat.
"Hee?!! ... kenapa kamu bisa semangat gitu seh?!", Mina yang mendengar kata kata ku langsung berlari dari depan kelas menuju ke bangku ku yang ada di pojok belakang kelas.
"Hmm ... rahasia", jawab ku.
"Bukan nya bagus ya?", sahut Haru yang duduk di samping Raku.
"Ekhm ... iya juga", Raku menggaruk kepala nya dengan sedikit tawa.
"Tapi aku kayak nya ga bisa deh hehe ...", Mina yang berdiri di belakang ku tersenyum karena tak percaya pada diri nya sendiri.
"Hoi ... pasti bisa ... kalo kita belajar kelompok ... gak ada yang bisa ngalahin nilai kita di ujian nanti", aku berusaha membangkitkan kepercayaan diri teman teman ku.
"Kaito ... kau benar benar berubah ...", gumam Raku lemas.
"Ai? ... kamu gimana?", tanya Haru ketika melihat Ai hanya diam dan tak bisa melakukan apa apa setelah novel nya ku ambil.
"Emm ... terserah kalian", jawab Ai menundukkan kepala nya dan hanya menatap ke arah meja kami berdua.
__ADS_1
"Kamu sakit kah?", ujar ku sembari menyentuh pipi kiri nya dengan jari telunjuk ku.
"Eh?!"
Mata nya terbelalak dan wajah nya memerah karena aku menyentuh pipi nya yang lembut itu.
Plak!!!
"Oi!!! jangan pegang pegang perempuan seenak mu tolol!!!", Mina menampar ku cukup keras.
"Ai ... kamu gak apa apa kan? ... dasar mesum!", kata Mina menatap ku dengan tatapan waspada nya pada ku.
"Hahaha ... Kaito ... gara gara amnesia kamu jadi orang mesum?", tawa Raku membuat kami semua ikut tertawa.
Perasaan bahagia ini, mungkin seharus nya memang tak ada. Lagi pula sebentar lagi semua ini akan sirna. Aku pasti akan membuat kenangan yang membekas di hati mereka. Agar mereka tak melupakan ku. Terutama Mirai Ai.
Gadis yang sangat berharga bagi ku. Aku yakin banyak hal yang aku lakukan dengan nya sebelum aku merubah takdir nya. Dan sekarang giliran ku membuat kenangan yang indah setelah aku merubah takdir nya. Aku pastikan dia tak akan terkena kutukan iblis lagi setelah aku pergi dari dunia ini.
"Nee ... Minna-san?!", (Oi semua!!) Naya berlari ke arah kami dari pintu masuk kelas dengan wajah bahagia nya.
"Apa kau memanggil ku?", tanya Mina dengan wajah bingung nya.
"Mina? ... jangan jangan kamu bener bener gak bisa bahasa jepang?", ujar Raku dengan wajah datar nya.
"He? ... memang nya ada apa?", Mina masih tak mengerti akan apa yang terjadi.
"Kayak nya Mina yang perlu belajar paling keras", kata ku lemas dan menepuk kening ku sendiri.
"Hahahaha!!", semua nya tertawa terbahak bahak dan pipi Mina memerah malu karena tak tahu apa yang kami bicarakan.
Hari Ini rasa nya jauh berbeda dengan hari sebelum nya. Tawa bahagia yang memenuhi hari ku. Teman teman yang selalu menghibur ku dengan canda an mereka.
__ADS_1
Disaat yang sama aku juga sadar kebahagiaan ini tak akan bertahan lama. Senyuman Ai yang indah itu, aku pasti akan segera kehilangan nya.