Ai No Koe

Ai No Koe
Chapter 118


__ADS_3

Kaito


Malam ini aku merasa jauh lebih baik. Tubuh ku bisa bergerak dengan normal walau masih sedikit lemas. Seperti nya senyuman teman teman membantu ku pulih lebih cepat.


Setelah mengemasi barang barang aku bejalan pulang bersama Mina. Gadis rambut merah sebahu yang katanya adalah sahabat masa kecil ku. Seperti nya memang begitu adanya, karena aku merasa lebih nyaman bersama nya.


Di tengan malam yang dingin dan sunyi. Kami berdua menyusuri jalan menuju rumah kami. Hanya cahaya lampu jalan yang terlihat. Ditambah cuaca yang dingin ini membuat ku ingin cepat cepat sampai rumah.


Aku tak sabar menunggu untuk melihat rumah ku yang aku lupakan itu.


"Nee ... Kaito ... apa kamu bener bener amnesia?", tanya Mina di tengah langkah kami berdua.


"Hmm ... menurut mu?", aku berusaha cuek dan memasukan kedua tangan ku di kedua saku jaket ku.


Cuaca malam ini sangat tak bersahabat. Entah kenapa aku merasa kesal saat mengetahui bahwa hari ini adalah musim dingin.


"Aahh ... dingin nya ... kalo gini senyuman adik mu pasti balik lagi", ujar Mina dengan uap yang keluar dari mulut nya setiap kali ia menghembuskan nafas nya.


"Eh? ... adik?", aku bahkan melupakan seseorang yang penting di hidup ku.


"Iya ... dia cantik loh", ujar nya.


Ohh ... perempuan ...


Beberapa langkah yang membosankan itu berhasil aku lewati. Akhir nya Mina menghentikan langkah kami di depan sebuah gerbang rumah dua lantai yang minimalis itu.


"Nah ... ini rumah mu ...", kata Mina menunjuk ke rumah itu.


"Ya sudah ... aku mau ..."

__ADS_1


"Tunggu dulu ... bisa tunggu di luar bentar gak?", Mina menahan ku untuk memasuki rumah ku sendiri.


"He?!"


"Aku cuma mau ngomong sama adik mu dulu biar gak kaget", kata Mina lalu membuka pagar rumah ku dan masuk ke dalam rumah.


Cih ... aku harus nunggu lage ...


Udara semakin dingin seiring berjalan nya waktu. Lebih dari lima menit aku menunggu di depan gerbang rumah ku. Menunggu seseorang memanggilku dari dalam rumah ku sendiri. Dan setelah beberapa saat akhir nya saat itu datang juga.


"Kakak!!! masuk sini!!!", suara yang baru terdengar di telinga ku.


Tanpa pikir panjang aku pun segera melangkah masuk ke rumah melewati pintu yang terbuka lebar itu.


"Ano ... dia adik mu ...", ujar Mina yang sedang duduk di sofa ruang keluarga bersama gadis SMP rambut hitam sebahu itu.


Buk!!!


"Tolol!!! dasar kakak pikun ... baru ditinggal sehari aja udah lupa sama aku!!!", teriak adik perempuan ku setelah melempar ku dengan bantal sampai aku terjatuh.


"Oi oi ... gak nyangka aku punya adik ganas ...",


Buk!!!


"Berisik tolol!!!", dia kembali melempar ku dengan bantal sebelum aku bisa bangkit berdiri.


"Oi Hanabi ... udah kak Mina bilang jangan kasar kan ...", kata Mina menahan adik ku untuk melempari ku dengan bantal lagi.


"Ya udah ... aku mau belajar lagi!!!", Hanabi langsung berlari masuk ke kamar nya dan menutup pintu nya dengan rapat.

__ADS_1


"Ohh ... ternyata adik ku gitu", ucap ku sembari kembali berdiri.


"Aku heran kamu bisa tinggal bareng sama dia ... bukan nya tiap hari kerjaan nya ngomelin kamu ya?", ujar Mina.


"Hmm ... mana ku tau ... kamar ku di atas kan?", tanya ku.


"Ya dah sini aku anter", kata Mina menggandeng ku menaiki tangga.


Kami berhenti di depan sebuah pintu yang tertutup rapat.


"Nih ... masuk aja ...", Mina membuka pintu kamar itu dan mendorong ku masuk.


Klek!!


Mina menekan saklar yang ada di samping pintu dan lampu pun menyala dan menerangi kamar ku yang lumayan berantakan ini. Meja belajar yang ada di pojok ruangan, ranjang yang ada tepat di belakang nya. Serta lemari dan rak buku yang di pajang di sisi kamar ku.


Jadi ini kamar ku ...


"Ya sudah ... aku pulang dulu ... ngomong ngomong rumah ku ada tepat di sebelah", ujar nya dari depan pintu kamar ku.


"Oh ... ya udah ... makasih ...", ucap ku sembari memandangi sekeliling kamar ku.


"Walau pun adik mu kaya gitu ... tapi dia sayang banget sama kamu loh ... kalo ada apa apa panggil aja dia", ucapan terakhir Mina sebelum ia kembali menuruni tangga dan keluar dari rumah ku.


Saat aku melepas jaket hitam ku, aku melihat ponsel yang tergeletak di atas meja belajar ku. Itu pasti milik ku, karena ini adalah kamar ku.


"Eh?!"


Aku terkejut saat menyalakan ponsel ku itu. Karena ternyata dulu aku memasang foto Ai sebagai wallpaper ponsel ku.

__ADS_1


__ADS_2