Ai No Koe

Ai No Koe
Chapter 119


__ADS_3

Kaito


Krrringg~~


Suara alarm ponsel ku yang berbunyi berusaha membangkitkan ku dari alam mimpi.


Tok tok tok~


"Sarapan kak!", suara Hanabi yang mengetuk pintu kamar ku dari luar.


"Ya ... bentar lagi kakak turun ...", jawab ku sebari mengusap kedua mata ku.


Setelah mandi dan memakai seragam sekolah ku dengan rapi, aku pun menuruni tangga menuju ruang makan. Tak ku sangka adik perempuan ganas ku ini pandai memasak juga. Entah kenapa aku merasa sudah terbiasa menjalani hari seperti ini. Mungkin hanya ingatan ku yang hilang, tapi bukan perasaan ku.


"Ano ... Hanabi ... orang tua kita kemana?", Tanya ku setelah menghabiskan sarapan yang ada di piring.


"Ohh ... ayah kita pergi entah kemana saat kita kecil ... ibu akhir nya terpaksa bekerja di kuar kota", jawab Hanabi sembari membereskan alat makan kami.


Jadi hanya Hanabi keluarga terdekat ku ...


"Ngomong ngomong ... kakak beda hari ini", ucap Hanabi tetap fokus mencuci piring di wastafel.


"He? ... ahh ... perasaan mu aja kali ...", aku pun menggandong ransel ku dan memakai sepatu yang ada di depan pintu keluar rumah.


"Oii!!! apa kakak ingat dimana sekolah kakak?", teriak Hanabi dari dapur.


Oh iya!!


"Tenang aja", jawab ku lalu membuka pintu rumah dan merasakan udara dingin yang menusuk kulit ku.

__ADS_1


"Ano ... Hanabi?, bisa ambilin jaket ku gak?", kata ku karena lupa memakai jaket.


"Tunggu bentar", jawab Hanabi lalu berlari menaiki tangga menuju kamar ku.


Setelah beberapa saat menunggu adik perempuan ku itu. Dia kembali turun dari tangga dan berjalan ke arah ku sembari membawa jaket dan syal di kedua tangan nya. Seragam SMP nya itu membuat nya terlihat imut. Pasti dia populer di kalangan laki laki di kelas nya.


"Nih ...", Hanabi memberikan jaket hitam dan syal warna putih pada ku.


"Apa kamu berangkat sendiri?", tanya ku seraya memakai jaket dan syal yang baru di berikan Hanabi.


"Hmm ... kan memang selalu gitu", jawab nya dengan wajah cemberut nya.


"Ohh ... hati hati di jalan ... kakak berangkat dulu ya ...", ucap ku sembari mengusap kepala adik ku dengan lembut.


"Eh?!"


Mata Hanabi terbelalak dan pipi nya mengeluarkan rona merah tanda ia sedang tersipu malu.


Duar!!!


Hanabi berlalri masuk ke rumah dan menutup pintu dengan sangat kasar. Reaksi yang sama sekali tak aku duga yang keluar dari adik ku itu.


"Kaito?! ... ayo berangkat ... kamu pasti lupa sekolah mu kan?", Mina sudah berada di depan gerbang rumah ku dengan senyuman nya.


"Kamu mau bantu ato mau ngejek aku seh ...", ucap ku dengan wajah datar sembari kembali menutup pagar kecil rumah ku.


"Hahaha ... kamu kayak nya gak amnesia deh ...", ujar nya memukul kepala ku perlahan.


Langit pagi yang berwarna biru cerah. Awan tebal yang menutupi cahaya sang mentari. Dingin nya udara Hari ini membuat ku semakin merasa malas.

__ADS_1


"Gimana? ... udah inget sesuatu?", tanya Mina di tengah perjalanan kami.


"Hmm ...", aku hanya menggelengkan kepala ku dan terus melangkah.


"Aah ... sial!! ... kenapa hari ini dingin banget", keluh Mina dengan wajah kesal nya.


Aku langsung sadar Mina hanya memakai jaket tanpa mengenakan syal. Pantas saja dia masih bisa merasakan hawa dingin ini.


"Nih ... lain kali jangan jadi cewe pikun", ucap ku sembari melingkarkan syal yang tadi nya aku pakai di leher nya.


"Ta-tapi kamu?", tanya Mina dengan wajah nya yang memerah itu.


"Gak perlu ...", aku hanya berusaha melupakan hawa dingin ini untuk sementara waktu.


"Ini sekolah kita ...", Mina menghentikan langkah kami di depan gerbang SMA Asakura.


"Woh ... rame juga", ujar ku ketika melihat semua keramaian yang sangat membosankan ini.


"Kehidupan baru mu di mulai sekarang", ucap Mina dengan senyuman ceria nya.


Mina menggandeng ku masuk ke gedung sekolah tanpa ragu sedikit pun. Dia menjawab setiap sapaan yang di tujukan kepada nya dan terus menarik ku menyusuri koridor sekolah yang amat sangat ramai ini.


Greek!!!


"Selamat pagi semua!!!"


Mina membuka pintu kelas dan berteriak menyapa semua orang yang ada di dalam nya.


"Oi ... bisa santai gak seh?!", ucap ku dengan wajah datar.

__ADS_1


"Tempat duduk mu paling belakang deket jendela ... kamu sebangku sama Ai ya ...", ujar nya lalu mendoron ku dengan kasar.


Tanpa mengatakan apapun aku langsung menuju ke bangku yang ditunjukan Mina. Aku berusaha tak mempedulikan Ai yang sedang duduk dan membaca novel itu. Aku hanya duduk lalu memandangi awan yang melintas di luar jendela.


__ADS_2