
Entah kenapa dunia ku jadi aneh sekarang. Apa aku sedang berada dalam kisah novel fantasi atau semacam nya, aku hanya bingung kenapa harus aku yang memiliki kekuatan yang sama sekali tak berguna itu. Pada akhirnya aku tetap saja akan berpisah dengan Ai.
Ya Tuhan ... kenapa kau mempermainkan ku seperti ini ...
Aku lelah ...
Jika aku mengulang takdir ku kembali mungkin, aku tak akan sanggup menerima setiap kegagalan dan kegagalan yang datang di hidup ku.
Maaf ...
Aku tak tahu kata maaf itu kutujukan pada siapa. Yang penting sekarang adalah saat saat terakhir ku bersama teman teman dan tentu nya Ai.
Apa yang harus aku lakukan?!
Apa yang harus ku perbuat?!
Dunia ini kacau hanya karena ulah ku. Aku sok menjadi pahlawan, dan pada akhir nya aku jatuh dari langit dan harus mengulang semua nya lagi dari awal.
Aku terus menundukkan kepala ku dan melihat setiap langkah kaki ku sendiri. Tumpukan es putih yang ku injak setiap saat. Butiran salju yang berjatuhan dari langit. Uap yang keluar bersamaan saat aku menghembuskan nafas.
Aku bukan hanya kehilangan hidup ku sebentar lagi. Aku juga kehilangan kenangan, semua kenangan ku bersama Ai. Aku harus mengulang takdir ku lagi dari awal dan dengan masa depan yang berbeda.
"Hmm ... aneh ya ...", gumam ku.
"Kakak?", panggil Hanabi.
Tanpa sadar aku sudah berada di depan gerbang rumah ku. Hanabi berdiri di depan pintu dengan senyuman manis nya menyambut ku.
"Aku pulang ... Hanabi", aku langsung melangkah masuk ke rumah dengan perasaan ku yang kacau ini.
"Selamat datang kak ... hee? ... kakak ada masalah?", tanya Hanabi saat melihat ku melewati nya dengan kepala ku yang tertunduk lesu.
"Gak kok ...", jawab ku sembari melepas sepatu sekolah ku di depan pintu.
__ADS_1
"Wajah kakak kok murung gitu?", lanjut Hanabi bertanya pada ku dan menarik lengan seragam ku berkali kali.
"Hmm ... Eh?!", aku terkejut dan menghentikan langkah ku saat melihat Ai duduk di atas anak tangga rumah ku.
"Kaito ... malam ini aku nginep di rumah mu ya?", kata Ai dengan senyuman manis nya itu.
"Ohh ... Eh?! Apa?!", mata ku langsung terbelalak saat mendengar kata kata nya itu.
"Hua ... kalian mau tidur sekamar ya?", ujar Hanabi dengan senyuman jahat nya.
"Ha-hanabi ... kan udah kak Ai bilang aku tidur sama kamu", sangkal Ai dengan pipi nya yang memerah.
"Hmm ... terserah kalian ...", aku langsung melewati Ai dan naik tangga untuk segera masuk ke kamar ku.
"Kak tunggu!", suara Hanabi dari lantai dasar tak menghentikan langkah ku.
"Kakak capek ...", aku masuk ke kamar dan menutup pintu kamar ku.
"Ohh ... Kaito ... kamu dah pulang ...", ucap Mina dengan mata nya yang memandang langit langit rumah ku.
"Hoi ... kenapa kamu ada di kamar ku seh? ...", kata ku dengan nada datar.
"Tolol!", ucap nya perlahan seraya memalingkan wajah nya.
"Huff ... ya sudah lah", aku pun meletakan ransel ku di lantai dan melepas jaket ku.
"Kaito ... kalo aku bilang aku suka sama kamu gimana?", pertanyaan Mina yang membuat tubuh ku langsung beku seketika.
"He?!"
Tiba tiba suara dengungan keras masuk ke telinga ku. Kepala ku langsung terasa sakit dan aku kembali mengingat potongan kenangan ku. Saat Mina menyatakan perasaan nya pada ku dan semua kenangan masa kecil ku dengan nya.
Lagi lagi aku tak merasakan sakit di jantung ku. Sebenarnya aku sedikit tenang karena tak merasakan sakit. Tapi di saat yang sama aku merasakan ada hal yang aneh sedang terjadi.
__ADS_1
"Kaito ... kamu bener bener masih hidup ... kamu masih belum kasih aku jawaban waktu itu loh", Mina menutupi wajah nya dengan bantal ku.
"Mina ... kenapa kau juga mengingat nya?", aku diam tak bisa bergerak dan hanya melihat pintu kamar ku.
"Mana ku tau tolol?! ...",
Sial!!! ... kenapa dunia ku kacau sekarang?! ...
"Mina ... aku butuh waktu bentar", aku langsung masuk ke kamar mandi yang ada di dalam kamar ku dan menutup pintu nya dengan rapat serta tak lupa mengunci nya.
Aku mengambil ponsel dari saku seragam ku dan segera menelepon Naya karena aku semakin merasa ada yang aneh disini.
"Halo? ... kenapa Kaito?",.Naya menerima telepon ku.
"Ano ... ada sesuatu yang ingin aku katakan", aku menyandarkan punggung ku di pintu kamar mandi ku.
"Apa itu?"
"Kenapa Ai dan Mina juga mengingat masa lalu nya sebelum aku mengubah takdir?",
Naya sedikit terkejut ketika mendengar pertanyaan ku. Tapi dia tetap menjawab nya. Hal ini bisa terjadi ketika seseorang memiliki perasaan yang sangat kuat terhadap ku. Ternyata bukan hanya Ai, bahkan Mina memiliki perasaan yang kuat pada ku.
"Apa kamu mau aku Fate Restart sekarang?", tanya Naya dengan santai nya.
"Hoi! ... jangan buru buru ... lagi pula kamu juga harus menikmati dunia ini di saat saat terakhir seperti ini kan?", aku menolak tawaran nya itu.
Lagi pula, Naya dan Yume akan lenyap setelah memakai kekuatan itu. Mereka layak menikmati saat saat terakhir dengan tenang. Sejujur nya aku juga belum siap untuk mengulang semuanya dari awal.
"Nee ... Naya-chan ... jika kamu pake kekuatan itu ... apa aku akan jadi orang yang berbeda?", tanya ku karena masih penasaran tentang kekuatan terlarang para malaikat itu.
"Hmm iya ... kamu bisa jadi lebih ganteng loh ... dan juga ... Kaito makasih mau jadi temen ku"
Aku tak tahu tapi aku yakin, kata kata itu berasal dari Yume. Karena Yume sangat menghargai teman dan tak ingin kehilangan seorang teman lagi karena Ame juga sudah tiada sepenuh nya.
__ADS_1