Ai No Koe

Ai No Koe
Chapter 133


__ADS_3

Eh?! Aku dimana?!


Aku kembali merasakan tubuh ku. Kepala dan dada ku sedikit terasa sakit. Aku pasti jatuh pingsan saat kembali mengingat kenangan yang mengejutkan itu. Ternyata adik nya Ai memiliki kenangan yang kuat dengan ku. Aku seperti nya berhasil mengubah takdir nya sangat besar.


Aku membuka mata ku dan kembali melihat Ai yang duduk di kursi di samping ranjang tempat aku berbaring ini. Dia yang selalu muncul pertama kali setiap aku sadar kan diri. Entah kenapa juga aku merasa sangat tenang setelah melihat wajah nya itu.


Aku kembali berbaring di rumah sakit. Aku kembali membuat teman teman ku khawatir lagi. Aku kembali membuat mereka bersedih.


Sial!! ... seandainya aku bisa melakukan sesuatu ...


"Kaito ... Kaito ... Kaito ... Kenapa?", Ai meneteskan air mata nya sembari menggenggam tangan ku.


"Ai ... kenapa?", tanya ku lemas.


"Aku tau!! ... kata Naya ... kau akan mati kan?!?!", kata kata Ai yang langsung membuat mata ku terbelalak.


"Kaito ... maaf ...", Naya berdiri di pintu masuk ruangan rumah sakit ku dan menundukan kepala nya.


"Naya ... gak perlu bilang gitu ... sudah saat nya Ai tau ...", ucap ku lalu bangkit dan duduk di ranjang.


"Kaito ... kenapa?! ... kenapa kamu bisa berbuat sejauh ini demi aku? ...", Ai terus meneteskan air mata nya dan menggenggam tangan ku dengan sangat erat.


"Soal itu ... aku belum bisa menjawab nya sekarang Ai ...", aku tersenyum tipis pada nya.


"Kenapa kamu bisa santai gitu?! ... kamu ini bakal mati tau!!", bentak Ai.

__ADS_1


"Semua ini salah ku Ai ... aku yang membiarkan dia menggunakan kekuatan itu ... kata Naya seraya masuk dan menutup pintu ruangan ku.


"Kaito ... kalau kamu mati ... aku ...",


"Kamu gak akan kenapa napa ...", aku memotong kalimat nya itu.


"Ai ... tolong ... jangan sia sia kan pengorbanan ku ... kalau kamu kena kutukan lagi ... aku sudah tak ada di sini untuk menolong mu lagi", lanjut ku sembari membalas ngenggaman tangan nya.


"Jangan ngomong seenaknya!!", Ai menundukan kepala nya.


"Maaf ..."


"Kaito ... sebenar nya ... aku masih punya satu solusi dari masalah kalian berdua ...", kata Naya.


"Apa itu?!", Ai langsung mengangkat kepala nya setelah mendengar kata kata Naya.


Naya menjelaskan tentang kekuatan yang ia memiliki selain meminjamkan tubuh nya bagi malaikat. Sebenar nya kekuatan itu adalah milik Yume, malaikat yang ada dalam diri nya sekarang. Kekuatan itu adalah ...


"Yume bisa mengembalikan waktu dan mengubah takdir semua orang secara acak", kata kata Naya yang membuat kami berdua terkejut.


Naya menjelaskan bagaimana kekuatan Yume itu bekerja. Nama kekuatan itu adalah Fate Restart. Kemampuan seorang malaikat yang bisa menulis ulang takdir seseorang secara acak. Jadi takdir ku yang seharusnya mati ini bisa berubah.


Yume bisa memundurkan waktu dan membuat takdir semua orang berubah. Singkat nya aku bisa lahir kembali dengan takdir yang baru. Aku mungkin tak akan bisa bertemu dengan Ai. Aku mungkin tak akan memiliki kekuatan ini. Dan mungkin malaikat atau Naya sekalipun tak pernah ada di dunia ini.


Ya, kekuatan yang besar membutuhkan pengorbanan yang besar juga. Yume dan Naya akan ditiadakan oleh hukuman sang dewa karena mengubah takdir banyak orang yang sudah ditetapkan. Bukan hanya itu, salah satu dari kami harus terlahir tanpa suara.

__ADS_1


"Mana mungkin!!! kalau aku sih gak masalah kalau aku bisu!!! ... tapi kalau Ai ... lebih baik aku mati saja ...", aku menolak usul Naya itu mentah mentah setelah mendengar resiko yang tak masuk akal itu.


"Kaito ...", Ai melihat ku dengan tatapan mata nya yang indah itu.


"Ohh ... jika kau tak mau tak apa ...", ucap Naya.


"Aku juga tak ingin Naya-chan jadi korban hanya karena aku tau?", aku tersenyum tipis pada Naya.


"Ya udah ... jangan pikirin aku ... ayo pulang", ku pun turun dari ranjang dan sedikit meregangkan tubuh ku.


"Kaito ... aku tak tau harus bilang apa", Ai masih duduk dan menundukan kepala nya lagi.


"Kan udah ku bilang ... kamu cukup senyum aja", aku mengusap air mata yang masih tersisa di pipi nya dan menarik tangan nya supaya ia kembali berdiri.


"Emang nya kamu dah sehat?", tanya Naya memiringkan kepala nya.


"Hmm ... oh iya ... dimana Hanabi?", tanya ku saat mengingat terakhir kali aku sedang bersama nya di perpustakaan kota.


"Dia beli makanan ... bentar lagi pasti balik kok", jawab Naya.


"Eh?! kakak?!", Hanabi membuka pintu ruangan rumah sakit perlahan sembari membawa kantong plastik yang berisi minuman hangat dan makanan ringan.


"Kakak!!!", Hanabi menjatuhkan belanjaan nya itu dan langsung berlari ke arah ku.


"Kakak ini kenapa sih?! ... katanya gak bakal ninggalin aku ...", Hanabi memeluk ku dengan erat.

__ADS_1


"Hoi hoi ... aku emang gak ninggalin kamu kan ... bukti nya aku di sini", ujar ku mengusap kepala nya dengan lembut.


__ADS_2