Ai No Koe

Ai No Koe
Chapter 129


__ADS_3

Kaito


"Kak ... berangkat bareng yuk", suara Hanabi yang menghentikan langkah ku saat hendak keluar dari gerbang rumah ku.


"Oi oi ... bukan nya sekolah mu kan lawan arah nya sekolah ku kan?", tanya ku.


"Iya seh ... tapi habis nya kakak sakit gitu sih!", ujar nya dengan wajah kesal nya seperti biasa.


"Udah ... kamu kan lagi ujian ... jangan sampe telat ...", kalau dia sampai telat, mungkin dia gak akan ikut ujian nya.


"Tapi ...", Hanabi mengeraskan hati nya dan tetap ingin mengantar ku ke sekolah.


"Ohayou Kaito-kun ... Hanabi-chan mou ...",(selamat pagi Kaito ... Hanabi juga) Naya keluar dari gerbang rumah nya mengenakan seragam dan jaket serta syal nya.


"Tu ... ada kak Naya kok ... kakak gak berangkat sendiri ...", ucap ku pada Hanabi menenangkan hati nya itu.


"Ya udah ... kak ... jangan tinggalin aku ...", Hanabi menundukan kepala nya dengan wajah sedih nya itu.


"Mimpi malem tadi ya? ... gak usah di pikir ... ano ... sabtu ini kakak ajak kamu ke perpustakaan kota ya?", aku mengusap kepala nya dan membuat senyuman tumbuh di wajah cantik nya itu.


"Bener nih kak? ...", tanya Hanabi dengan mata nya yang berbinar.


"Hmm ... iya kok ... semangat ujian nya!", ujar ku memberi nya suntikan semangat di pagi hari yang dingin ini.


"Ya udah ... aku berangkat dulu ya kak ... kak Naya juga", Hanabi pun melangkah menuju sekolah dengan wajah ceria nya sembari melambaikan tangan nya ke arah kami.


"Kaito-kun ... Hanabi ...",


"Dia juga punya kekuatan spesial kan?", aku menebak yang akan dikatakan malaikat di samping ku ini.


"Hmm ... gitu lah"

__ADS_1


Ternyata memang adik perempuan ku bisa meramal masa depan lewat mimpi nya. Pantas saja ia sampai menangis karena mimpi semalam.


"Naya ...", aku berpikir untuk menanyakan kenapa Ai juga mengingat kejadian masa lalu nya. Tapi seperti nya hari ini bukan hari yang tepat.


"Kenapa?",


"Gak jadi ... ya udah ... ayo berangkat", aku pun memimpin langkah Naya untuk menujubke sekolah.


"Nee ... Kaito-kun ... tadi malam ... apa kamu ingat sesuatu?", tanyaNaya di tengah langkah kaki kami di pagi hari yang dingin ini.


"Hmm ... cuma dikit ...", jawab ku mengangguk.


"Ohh ..."


Saat kami hendak melewati persimpangan jalan. Ai muncul dari jalan menuju rumah nya. Saat aku melihat nya aku pun menyapa nya.


"Ai ... Oi!!", panggil ku sembari melambaikan tangan kanan ku.


Ai terperanjat dan menghentikan langkah nya saat mendengar teriakan ku tadi.


"Kaitolol!!!"


Buk!!!


Mina berteriak lalu menabrak ku dari belakang dengan kekuatan penuh nya. Aku hampir saja terjatuh karena nya untung aku bisa menjaga keseimbangan tubuh ku dengan baik.


"Oi ... sakit!! dasar bocah!!", umpat ku kesal pada nya.


"Hoi hoi ... Santai aja kale ...", ujar nya sembari mengacak acak rambut ku.


"Oh iya ... Mina ... hari ini kayak nya kamu harus belajar paling keras lagi loh", kata Naya dengan senyuman jahat nya pada Mina.

__ADS_1


"Oh ... iya juga ...", Mina langsung menundukkan kepala nya lemas.


"Hoi hoi ... rasain tuh!!", kata ku seraya mengacak acak rambut nya juga sebagai pembalasan dari ku.


"Ya udah ayok ke sekolah!!", Naya menggandeng Ai dengan semangat nya mendahului aku dan Mina di belakang mereka.


Pagi yang sangat dingin, tapi sang salju tak kunjung turun dari langit. Awan tebal yang menutupi cahaya mentari, angin yang bertiup sesuka hati mereka. Canda dan tawa yang mengelilingi ku pagi ini. Aku harap aku bisa merasakan ini selama nya.


"Kaito ...",


Mina yang melangkah di samping ku ini memaksa ku untuk memperlambat langkah ku dan membuat jarak dengan Naya dan Ai yang ada di depan kami.


"Apa?", tanya ku.


"Maaf ... tapi kayak nya aku gak sanggup masuk kelas tiga A", kata Mina menundukkan kepala nya tanda ia sedang tak percaya pada kemampuan diri nya sendiri.


"Hmm ... ya udah", kata ku tanpa melihat nya sama sekali.


"He? ... bukan nya kamu yang bilang kita semua harus masuk kelas tiga A?", Mina mengernyit heran karena reaksi ku setelah mendengat kata kata nya itu.


"Mungkin kalo kamu berjuang sendiri kamu gak akan sanggup ... tapi kalo kita berjuang bersama sama gak ada yang mustahil tau?!", jelas ku.


"Ha? ... dapet kata kata itu dari mana?", tanya Mina bingung.


"Terserah kamu ... tapi pokok nya kita semua bakal bantu kamu buat belajar", lanjut ku.


"Haaa?! ... aahh ... belajar lagi akhirnya", Mina menghela nafas nya dan menundukkan kepala nya.


"Mina ... pokok nya kita semua harus sekelas lagi tahun depan ... soal nya aku ...",


Aku hampir saja mengatakan rahasia ku pada Mina. Untung saja aku menahan mulut ku untuk mengatakan semua itu.

__ADS_1


"Soal nya kamu kenapa?", tanya Mina bingung karena aku tak melanjutkan kalimat ku.


"Gak apa apa ..."


__ADS_2