Ai No Koe

Ai No Koe
Chapter 135


__ADS_3

Di tengah salju yang menyelimuti jalanan di sore hari kami berdua melangkah menuju rumah kami. Aku tak menghiraukan dingin nya sore ini karena aku di dampingi oleh Mirai Ai. Gadis cantik rambut pirang keemasan itu.


Syal merah muda, jaket tebal warna putih. Mulut nya yang tersembuyi dalam balutan syal nya itu. Butiran salju yang ada di atas kepala nya itu. Aku tak bisa memalingkan pandangan ku dari nya sedikit pun.


"Kaito ... kenapa kamu cuma minta senyuman ku sebagai ganti dari semua yang kamu lalui ini?", tanya Ai di tengah langkah kami.


"Hmm ... gak tau ... tapi ... rasa nya seneng aja liat senyum mu", jawab ku.


"Kalo gitu ...", Ai menoleh ke arah ku dan tersenyum dengan senyuman manis nya itu.


Senyum nya itu ...


Ai tersenyum pada ku di tengah butiran salju yang sedang jatuh perlahan. Dingin nya sore ini seakan tak berarti bagi ku. Melihat senyum nya saja membuat tubuh ku hangat.


"Apa an coba ...", ucap ku dengan sedikit tawa sembari mengusap kepala nya supaya tak ada salju yang menempel di rambut indah nya itu.


Pipi nya mulai memerah karena aku mengusap kepala nya. Ai semakin terlihat cantik ketika pipi nya mengeluarkan rona merah nya itu. Mata ku semakin tak ingin mengalihkan pandangan ku dari nya.


"Makasih ...", kata Ai perlahan seraya menundukan kepala nya.


Buk!!!


"Hahaha!!! pecah tu pala!!!", teriak Mina setelah melempar bola salju dari belakang.


"Hoi!!! dasar bocah!!!", aku menoleh ke belakang dengan wajah kesal.

__ADS_1


"Habis nya kalian mesra banget loh ... aku cemburu tau!", Mina memeluk Ai dari belakang.


"Salah sendiri jomblo ...",


Buak!!!


"Sekali lagi bilang aku bunuh kamu!!", ucap nya setelah memukul wajah ku dan memasang senyuman kejam nya itu.


"Iya iya ...",


"Kaito-kun ... aku mau ngomong penting lagi sama kamu ... Ai aku pinjam cowo mu bentar ya?", ujar Naya seraya menarik tangan ku dan menghentikan langkah ku.


"Ai ... ke minimarket dulu yuk?!", Mina menggandeng Ai dan berjalan menjauh dari kami berdua.


"Apaan lagi sih Naya?", tanya ku bingung sekaligus malas jika harus membahas tentang hidup dan mati ku lagi.


"Ohh ... tentang Fate Restart?", tanya ku.


"Hnm ...", Naya mengangguk kan kepala nya tanda tebakan ku benar.


Di saat yang sama mata Naya berubah warna menjadi merah muda. Tanda nya yang berbicara pada ku sekarang adalah Yume. Sang malaikat mimpi yang ada dalam tubuh Naya.


"Kaito ... karena kamu ... takdir di dunia ini berantakan", Yume mengatakan hal yang sama sekali tak aku harapkan.


Yume mengatakan bahwa aku bukan hanya merubah takdir Ai. Melainkan aku mengubah takdir banyak orang di dunia ini. Karena setiap takdir orang itu berhubungan, dan satu saja dari takdir itu berubah maka semua juga akan berubah.

__ADS_1


"Mungkin hari hari ini terlihat biasa saja ... tapi jika terus seperti ini keseimbangan dunia akan hancur ... akan terjadi perang di mana mana ...",


"Jangan bercanda ... cuma karena aku ... dunia akan hancur?", aku sangatlah tak percaya hal yang sama sekali tak masuk akal itu.


"Hmm ... terserah kamu ... tapi yang penting aku tetap akan menggunakan Fate Restart agar dunia ini tetap damai ...", Yume menatap ku dengan ekspresi serius nya itu.


"Jadi ... takdir ku, Ai, dan yang lain nya akan di tulis ulang secara acak?", tanya ku karena masih tak paham cara kerja kekuatan nya itu.


"Biar aku jelaskan sekali lagi ...",


Fate Restart sebenar nya adalah kekuatan terlarang bagi para malaikat. Karena jika di salah gunakan maka takdir yang sudah ditetapkan dewa akan berubah ubah dan akan mengacaukan dunia ini.


Takdir ku akan di tulis ulang mulai dari aku lahir. Dan pasti nya aku tak memiliki ingatan ini lagi. Aku akan benar benar lahir kembali dan akan menjalani hidup ku seperti yang takdir katakan.


Karena aku adalah orang yang telah mengubah takdir, hukuman tak akan lepas dari ku. Aku akan menjalani hidup yang penuh masalah dan akan membuat ku putus asa untuk menerima takdir ku.


Dan Ai, orang yang telah ku ubah takdir nya karena dia harus nya sudah mati. Dia juga tak lepas dari hukuman sang dewa. Dia beresiko tinggi lahir kembali tanpa bisa bicara, mendengar, atau melihat. Tapi takdir hanya akan mengambil salah satu dari tiga hukuman itu.


Jika takdir hanya mengambil suara nya. Ai akan menjadi orang bisu. Dan jika takdir mengambil pengelihatan nya, dia hanya akan menjadi orang buta. Jika takdir memilih Ai tak bisa mendengar, maka jadilah seperti itu.


"Tunggu!! ... Ai gak salah ... kenapa dia yang harus menerima hukuman yang lebih berat?", aku tak terima akan apa yang Yume jelaskan itu.


"Maaf ... aku gak bisa banyak bantu ... aku juga sebentar lagi akn lenyap karena kekuatan ku itu", kata Yume lalu mata Naya kembali menjadi warna hitam seperti semula.


"Kaito-kun ... senang bisa bertemu dengan kalian", ucap Naya dengan mata yang berkaca kaca.

__ADS_1


"Naya ... makasih banyak ... tapi ... kapan Yume akan menggunakan kekuatan nya itu?", tanya ku.


"Kapan pun dia siap ... ya sudah ... aku dan Yume bakal nikmatin saat saat terakhir ini", ucap Naya tersenyum pada ku.


__ADS_2