Ai No Koe

Ai No Koe
Chapter 117


__ADS_3

Jarum jam bergerak layaknya deras nya air sungai. Tak terasa langit sudah berubah menjadi oranye. Hari menjadi semakin dingin seiring berjalan nya waktu. Jam sekolah pun telah usai. Mina dan Naya langsung berjalan menuju rumah sakit setelah membeli buah buahan di minimarket sepulang sekolah.


Tanpa sadar banyak yang telah diubah Kaito. Mina tak lagi memiliki perasaan terhadap Kaito. Sebaliknya hubungan persahabatan antara Mina, Raku, dan Kaito jadi lebih erat. Kenangan yang telah diubah tak lagi ada di dunia ini. Tak seorang pun mengingat kejadian yang Kaito alami.


Hanya Naya yang mengerti bagaimana perjuangan Kaito saat itu. Naya memutuskan untuk menceritakan semuanya pada Ai dan Mina. Walau mereka berdua tahu apa yang sebenarnya terjadi tapi tetap saja mereka tak memiliki kenangan yang telah hilang itu.


Saat tepat pukul empat sore, Naya dan Mina tiba di rumah sakit tempat Kaito di rawat. Mereka mengenakan jaket tebal serta syal yang mereka lingkarkan di leher. Cuaca semakin dingin karena musim dingin sudah di depan mata.


"Selamat sore tolol!!!", sapa Mina dengan senyum ceria nya.


Kaito duduk di ranjang nya dan Ai tetap duduk di kursi yang ada di samping ranjang Kaito sejak pagi tadi. Ai menyambut Mina dan Naya dengan senyuman indah nya. Sedangkan Kaito menoleh dengan tatapan bingung nya.


"Kaito-kun ... ini ada buah buat kamu", ucap Naya seraya masuk ke ruangan Kaito bersama Mina.


Naya meletakan sekantong plastik buah buahan itu di meja yang ada di sisi lain ranjang Kaito.


"Ano ... Ai apa dia? ...", tanya Mina.


"Hmm ... dia kehilangan ingatan nya", jawab Ai perlahan.


"Oi tolol!!! inget aku gak?", ujar Mina menunjuk ke arah diri nya sendiri.


"Maaf ... aku lupa", kata Kaito sembari menundukkan kepala nya.


"Oi ... apa Kaito sadar?", tiba tiba Raku dan Haru berada di depan pintu ruangan Kaito.

__ADS_1


"Ooo ... si kacamata peang!!", ejek Mina.


"Bisa gak sekali aja gak usah ngejek aku? ...", kata Raku dengan wajah kesal nya lalu melangkah masuk ke ruangan Kaito bersama Haru yang ada di sisi nya.


"Kalian berdua jangan terkejut kalo Kaito gak kenal kalian ya?", kata Naya.


"Loh?", Haru mengernyit heran.


"Memang ada apa?", tanya Raku.


"Aku amnesia", kata Kaito dengan wajah datar nya.


"Heee?!!!", seru Raku dan Haru serentak.


"Bercanda kan?", Raku memasang wajah datar nya juga karena sahabat nya itu tak memiliki tanda tanda amnesia yang jelas.


"Huah!!? sial ... baru kali ini aku bener bener di ejek Kaito", Raku menundukkan kepala nya tanda ia percaya Kaito sudah kehilangan ingatan nya.


"Oi sudah ... sekarang mending kita mulai lagi hubungan persahabatan kita dari awal", kata Mina dengan senyum nya.


"Hmm ... betul juga ...", suara Raku lemas.


"Ya kalo gitu aku kenalin mereka satu persatu!", kata Naya dengan semangat.


"Yang baru datang dan kamu panggil kacamata peang itu sahabat lama mu nama nya Hideko Raku ...", Naya menunjuk ke arah Raku dengan jari telunjuk nya.

__ADS_1


"Salam kenal lagi ... tolol!", Raku membalas ejekan Kaito tadi.


"Yang di samping nya adalah ... pacar nya sahabat mu ... Nazuki Haru", Naya mengarahkan jari telunjuk nya ke arah Haru dan membuat pipi nya memerah karena kata kata Naya.


"Aku ... Hanabi Mina!!!", teriak Mina memperkenalkan diri nya sendiri dengan semangat yang membara.


"Hmm ... dia sahabat mu juga ...", ucap Naya.


"Dan nama ku Sakiko Naya ...", ucap nya sembari membungkukkan badan nya.


"Dan yang nungguin kamu dari pagi nama nya Mirai Ai ... dari dulu kalian ngaku nya belum pacaran tapi aku sih gak percaya", ujar Mina.


"Oh ... aku bingung harus ngomong apa", kata Kaito menggaruk kepala nya.


"Gak perlu bingung ... kita semua di sini buat ngembaliin ingatan mu kok", Naya membangkitkan senyuman di wajah semua orang yang ada di ruangan itu.


Hati Kaito terasa begitu damai dan tenang saat melihat senyuman teman teman nya itu. Perjuangan nya memang tak sia sia. Tapi bukan berarti perjuangan nya berakhir di sini.


"Semuanya ... terima kasih ...", ucap Kaito dengan senyuman tipis di wajah nya.


"Hoi hoi ... apa apaan itu?", ujar Raku.


"Baru kali ini Kaito bilang terima kasih loh ...", kata Mina.


"He? ... beneran kah?", tanya Kaito tak percaya dengan wajah datar nya.

__ADS_1


Setelah itu canda dan tawa memenuhi ruangan rawat Kaito. Kebahagiaan yang seharus nya tak pernah ada ini terasa sangat indah bagi Kaito.


__ADS_2