
Raku
Malam ini adalah festival musim panas. Dan pagi ini aku hanya duduk di depan layar komputer dan bermain game kesukaan ku. Tepat saat pukul sembilan pagi. Seseorang mengetuk pintu rumah ku.
Tok tok tok~
Aku sedikit kesal karena konsentrasi ku bermain game jadi terganggu. Aku segera melepas headphone ku dan keluar dari kamar.
Tok tok tok~
"Raku? ... kamu dirumah kah?", suara itu, aku mengenali nya.
Dia pasti adalah Haru, tetangga sekaligus teman sekolah yang duduk sebangku dengan ku. Entah apa alasan nya mengganggu ku pagi ini, tapi aku tak lagi merasa kesal setelah mendengar suara imut nya itu.
Greek ...
"Kenapa?", aku membuka pintu dan langsung menyambut nya dengan pertanyaan.
"Ano ... umm ... itu ...", wajah nya memerah dan dia seakan tak bisa menatap mata ku.
"Hmm ...", aku menunggu dia mengatakan sesuatu.
"Mau gak pergi ke festival kembang api sama aku?!", kata Haru memejamkan mata nya dengan kedua tangan nya yang mengepal kuat.
Woah ... mimpi apa aku semalem ...
Aku terkejut dan malah jadi gugup sekarang. Aku tak pernah pergi ke festival kembang api di musim panas, apa lagi pergi bersama dengan seorang gadis.
"Ohh ... oke ...", jawab ku sedikit gugup.
"Bener nih?! ... aku tunggu di stasiun biasa ya ... jam tiga sore harus udah siap loh", ucap Haru dengan mata nya yang berbinar seraya kembali berlari kembali masuk ke rumah nya yang ada di samping rumah ku.
"Padahal aku mau push rank ... hmm ... bodo amat lah", gumam ku lalu kembali menutup pintu rumah ku.
Aku kembali bermain game di komputer ku sampai jarum pendek jam dinding di kamar ku menunjuk ke angka dua. Aku segera mandi dan memakai kaos dan celana panjang ku.
Karena sedikit lapar, aku makan sisa roti yang ada di kulkas ku lalu segera memakai sepatu ku. Setelah memastikan tak ada barang barang ku yang tertinggal aku segera keluar dari rumah dan tak lupa mengunci pintu nya kembali.
Seperti yang dijanjikan aku segera berjalan menuju stasiun kereta kecil yang ada di dekat rumah ku. Stasiun itu lebih mirip halte menurut ku. Karena terlalu kecil untuk bisa disebut stasiun.
__ADS_1
Beberapa langkah yang mendebarkan ini berhasil aku lewati. Aku pun tiba di stasiun kecil itu dan melihat gadis rambut merah padam yang terurai dan Yukata ungu nya itu.
"Raku!!", dia melambai ke arah ku dengan senyuman manis nya itu.
Aku tak bisa mengalihkan pandangan ku dari nya sejak pertama kali aku menatap nya. Aku pun menghampiri nya dengan rasa gugup di hati ku.
"Hoi ... bukan nya kamu dateng nya kecepetan?", tanya ku saat melihat jam di ponsel ku yang masih menunjuk ke pukul tiga kurang lima belas menit.
"Umm ... jam di rumah ku kecepetan kayak nya", Haru memalingkan wajah nya yang mulai memerah itu dari ku.
Sial sial sial sial!!!
Kenapa dia cantik banget sih?!
Jangtung ku berdebar debar hanya karena berdiri di samping nya. Festival bahkan belum dimulai, tapi keringat ku sudah mulai bercucuran. Jujur saja aku tak pandai berbicara, apa lagi dengan Haru.
Whoa ... gimana coba kalo aku salah ngomong nanti?!
Tak lama kemudian kereta pun datang dan berhenti di depan kami. Tanpa pikir panjang aku dan Haru segera masuk dan duduk di kursi yang ada di dalam gerbong kereta.
Priiitt~~
Haru yang duduk di samping jendela itu melihat pemandangan musim panas yang indah di sepanjang perjalanan. Aku bisa melihat wajah imut nya itu yang terpantul di jendela kereta. Jujur saja aku selalu terpaku pada wajah nya itu.
Yukata ungu nya itu membuat ku semakin kacau. Aku sama sekali tak ingin hari ini berakhir. Dia sangat mirip dengan karakter anime yang aku baca di manga kemarin.
Sesaat kemudian hal yang tak terduga datang. Kereta tiba tiba berhenti di tengah jalan. Sang masinis berkata ada masalah pada kereta yang berhenti di stasiun selanjut nya. Jadi kereta kami pun terpaksa berhenti dan menunggu kereta yang ada di stasiun selanjut nya itu kembali beroperasi.
"Yahh ... kayak nya kita bakal telat nih", ucap Haru dengan wajah kecewa nya itu.
"Masih lama kok ...", kata ku menenangkan nya sembari terus memantau jam di ponsel ku.
Setelah lima belas menit berlalu. Akhir nya kereta kami kembali melaju seperti sebelum nya. Raut wajah Haru kembali penuh dengan kebahagiaan.
Beberapa jam kemudian akhir nya kami sampai di stasiun pusat kota. Matahari sudah hampir tenggelam dan hanya menyisakan cahaya oranye nya. Kami segera naik taksi menuju tempat festival di adakan.
Tak ku sangka jalanan di pusat kota ini sangat padat. Kami terjebak kemacetan dan beresiko terlambat ke festival. Tapi untung nya takdir masih memihak ku. Kami sampai di tempat festival tepat waktu.
"Whoah ... Raku ... kita enak nya ngapain ya?", Haru menggenggam tangan ku dan membuat jantung ku semakin berdebar kencang.
__ADS_1
'Firework Festival'
Tulisan besar yang terpampang di pintu masuk tempat festival.
"Yo Raku ... kita main main dulu sebelum kembang api nya di mulai!!", senyum nya itu lagi yang ia tunjukan pada ku.
Kami pun akhir nya bermain di beberapa permainan tradisional dan membeli beberapa makanan tradisional pula. Canda dan tawa selalu mengiringi kami. Satu sisi hati ku aku merasakan kebahagiaan.
Tapi juga kesedihan mengingat hari ini akan berakhir juga nanti nya. Dan saat saat yang ditunggu pun tiba. Kami berdua berlari menuju lapangan tempat melihat kembang api meledak dan menghiasi langit malam ini.
Kami berdua berdiri di tengah keramaian orang lain yang juga menunggu malam puncak perayaan musim panas ini. Haru terus melihat ke langit malam yang penuh bintang yang bersinar di malam ini.
Sedangkan aku tak bisa mengalihkan pandangan ku dari wajah nya itu. Tepat pukul delapan saat saat yang dinantikan pun tiba. Di saat kembang api pertama diluncurkan ke langit, Haru menggenggam tangan ku.
"Raku ... apa kamu mau cari arti cinta bersama dengan ku?"
Duar!!!
Kembang api mulai meledak dan menghiasi langit malam ini. Di saat yang sama banyak orang yang bertepuk tangan dan bersorak kegirangan.
Ca-cari arti cinta?
Maksud nya?!
Mata biru nya yang berbinar itu. Rambut merah padam yang tertiup angin di malam musim panas ini. Dan pertanyaan nya yang membuat ku bingung tak tertolong.
"Raku ... apa kau mau?", lanjut Haru bertanya sembari melihat kembang api yang indah itu menghiasi langit.
"Kalo ... aku jawab iya?", aku sebenarnya masih bingung dengan pertanyaan nya itu.
"Raku ... kayak nya aku suka deh sama kamu", kata Haru menoleh ke arah ku dengan senyuman nya itu.
"Ha?"
Gadis yang menolak banyak laki laki di sekolah ku ini sekarang memilih aku sebagai kekasih nya?
Apa aku mimpi?!
jangan jangan dia baru aja nembak aku?!
__ADS_1