Ai No Koe

Ai No Koe
Chapter 128


__ADS_3

Kaito


Mungkin untuk saat ini aku gak akan pergi. Tapi suatu saat nanti pasti aku akan pergi. Setelah saat itu Hanabi, aku tak tahu bagaimana dia bisa menerima kepergian ku nanti.


"Ukhuk ..."


Sial!! jantung ku rasa nya sakit!


Rasa sakit ini kembali lagi menyerang jantung ku. Hanya satu ingatan kecil kembali dan ini efek samping nya. Aku tak ingin memikirkan bagaimana rasa nya jika semua ingatan ku kembali nanti.


"Kak ... tidur di samping ku aja ... entar sakit", ucap Hanabi dengan mata yang terpejam sembari bergeser memberi ku ruang untuk tidur di samping nya.


Aku mengambil bantal dan selimut ku yang ada di lantai dan berbaring di atas ranjang. Hampir tak ada jarak di antara kami berdua. Walaupun ingatan ku bilang ini pertama kali nya aku tidur bersama adik perempuan ku, tapi rasa nya aku sudah terbiasa akan hal ini.


Saat aku berusaha memejamkan mata ku, Hanabi mengigau dan mulai mengatakan hal yang aneh.


"Kakak ... jangan tinggalin aku ...", ucap nya perlahan.


"Hanabi ... kakak minta maaf", gumam ku sembari memejamkan kedua mata ku.


"Hanabi ... apa ada tempat yang pengen kamu datengin", aku iseng bertanya pada adik ku yang setengah sadar itu.


"Hmm ... ke perpustakaan kota", jawaban yang sama sekali tak terduga keluar dari mulut nya walau dia sudah tertidur pulas.


Oh ... kalo gitu ... aku pasti akan ajak kamu ke sana ...

__ADS_1


Tanpa sadar aku pun ikut tertidur lelap. Aku hanya bisa berharap aku masih bisa bernafas besok. Semoga hari yang cerah menantiku esok.


--------------


"Kak? ... aku mimpi buruk lagi loh ...", suara Hanabi yang membuat ku bangun dari alam mimpi ku.


Saat aku membuka kedua mata ku. Aku langsung melihat wajah Hanabi yang begitu dekat dengan ku. Aku baru ingat kami tidur bersama sejak malam tadi. Wajah kami berhadapan dengan jarak hanya sekitar satu sentimeter saja.


Aku bahkan bisa merasakan nafas nya yang lembut itu. Hanabi membelai pipi ku dengan lembut. Tak ku sangka adik perempuan ku yang ganas itu bisa bersikap seperti ini juga.


"Mimpi apa?", tanya ku perlahan.


"Mimpi yang sama kaya kemarin ...", mata nya mulai berkaca kaca membendung air mata nya yang hendak keluar.


"Biasa nya kalo aku mimpi dua kali itu bakal kejadian beneran loh ...", Hanabi berusaha tersenyum walau air mata nya mulai mengalir keluar dan membasahi bantal nya.


"Hmm ... kak ... mimpi ku gak pernah salah loh", kata Hanabi.


"Udah ... jangan mikir yang aneh aneh ... kakak kan masih di sini", aku mengusap air mata yang ada di pipi nya.


"Ya udah ... Hanabi mau nyiapin sarapan buat kakak dulu", Kata nya lalu bangkit dari ranjang dan keluar dari kamar.


Hanabi ... Jangan jangan dia juga mempunyai kekuatan spesial?!


Aku langsung bangun dan terduduk di atas kasur Hanabi. Aku sadar sikap Hanabi jauh berbeda dari biasa nya. Hanabi yang biasa nya kasar dan pemarah itu bisa bersikap selembut itu pagi ini.

__ADS_1


Ya ... sudah lah ... yang penting sekarang ... aku harus semangat!!


Aku pun berdiri dan hendak keluar dari kamar Hanabi.


Deg!!!


Jantung ku serasa ditusuk pisau berkali kali. Aku yang hendak melangkah ini terpaksa berhenti dan menahan rasa sakit yang luar biasa ini.


"Loh ... kakak kenapa?", tanya Hanabi yang sedang berada di depan pintu.


Sial!! ... jangan di depan nya ... aku mohon ...


"Gak apa apa kok", ucap ku berusaha tersenyum menahan sakit di dada ku ini.


"Bener ga apa apa?", Hanabi kembali bertanya memastikan bahwa aku tak berbohong pada nya.


"Bener ... Ukhuk ...", aku kembali batuk dan kembali membuat telapak tangan ku penuh dengan darah yang keluar dari mulut ku.


"Kakak?! ... gak kenapa napa pala mu?!", Hanabi berlari ke arah ku dan membantu ku untuk kembali duduk di atas ranjang nya.


Aku hanya bisa terpaku melihat telapak tangan kanan ku yang penuh dengan darah ini. Hanabi segera mengambil selembar tisu dari tempat tisu yang ada di atas meja belajar nya.


"Ini darah dari mana kak?", Hanabi membersihkan telapak tangan ku dengan tisu yang baru saja dia ambil.


"Kakak gak apa apa kok", ucap ku menenangkan nya walau tahu dia tak akan percaya dengan kata kata ku begitu saja setelah melihat hal ini langsung di depan mata nya.

__ADS_1


"Kak ... apa mimpi ku ...",


"Ahh ... gak akan ... ya udah ... kakak mandi dulu ya ... makasih", kata ku kembali berdiri dan mengusap kepala nya dengan lembut.


__ADS_2