
Sang rembulan pun telah tergantikan oleh mentari. Cahaya nya memulai kembali hari yang baru saja berakhir. Udara pagi yang dingin, embun pagi yang masih melekat di daun daun yang belum gugur dari ranting pohon.
Hari ini telah memasuki musim dingin. Semua orang memakai pakaian yang tebal. Uap yang keluar dari mulut setiap kali bicara. Hari yang paling dinanti untuk sebagian orang. Tapi tidak bagi murid murid sekolah, karena ujian akhir ada di depan mata mereka.
Rumah sakit Zei, menyimpan berbagai kenangan walau kenangan itu telah berubah karena Kaito. Sekarang Kaito berbaring di ruang rawat rumah sakit itu. Hanya tersisa Ai yang setia menemani Kaito. Karena hari ini hari senin, maka yang lain nya harus sekolah.
Hanabi sebenarnya menolak untuk sekolah hari ini. Tapi Ai memaksa nya karena ujian akhir semakin dekat. Tentu saja Hanabi tak ingin kakak nya kecewa ketika sadar nanti.
Cahaya mentari di musim dingin yang masuk melalui jendela. Tirai yang tertiup angin, dan bau obat obatan di rumah sakit. Ai terus menggenggam tangan Kaito, menunggu sang penyelamat nya itu bangun dari tidur nya dengan segala kemungkinan yang akan terjadi.
Kesunyian menyelimuti pagi ini. Sampai tangan Kaito yang di genggam Ai sedikit bergerak tanda ia sudah sadar.
"Kaito?", panggil Ai perlahan.
Kaito mulai menggerakkan kepala nya ke arah Ai.
"Kaito? ... kamu sadar?", ujar Ai dengan senyuman yang mulai tumbuh di wajah nya.
Kaito perlahan membuka kedua mata nya dan menatap wajah Ai sejenak.
°\=°\=°\=°\=°\=°\=°
Kaito
Aku terbangun dari tidur ku. Entah kenapa mata ku langsung tertuju ke wajah cantik nya itu. Melihat senyum nya saja aku merasa bahagia. Rambut pirang nya itu sangat indah, ditambah bola mata biru seperti berlian itu.
__ADS_1
Dia menggenggam tangan ku dengan erat sembari tersenyum lebar pada ku.
Tapi ... siapa dia?
Aku baru sadar aku bahkan tak kenal nama nya. Berbagai pertanyaan pun mulai bermunculan di kepala ku.
Siapa aku?
Dimana aku?
Siapa dia?
Kenapa dada ku terasa sakit?
Aku bahkan tak tahu siapa diri ku. Aku merasa ada suatu hal penting yang aku lupakan. Tapi aku tak tahu apa itu. Mungkin aku terkena amnesia karena kecelakaan. Hanya itu satu satu nya kesimpulan yang masuk akal.
Pertanyaan ku yang membuat senyuman gadis cantik itu langsung hilang. Mata biru nya itu mengeluarkan air mata. Entah kenapa aku juga merasa sedih ketika melihat nya menangis. Kepala ku semakin terasa sakit saat berusaha mengingat siapa dia.
"Nama ku Mirai Ai ...", jawab nya mengembalikan senyuman di wajah nya itu.
"Mirai Ai ...",
Nama yang indah dan penuh makna. Kepala ku sangat sakit setiap kali berusaha mengingat masa lalu. Aku merasa percuma saja mengingat masa lalu untuk sekarang. Aku butuh waktu untuk mengingat gadis cantik bernama Ai yang ada di depan ku ini.
"Lalu ... siapa nama ku?", lanjut ku bertanya.
__ADS_1
"Okino Kaito ... itu nama mu", jawab nya dengan senyuman manis yang sangat familiar bagi ku.
Kenapa?
Aku merasa aku telah melewati banyak hal bersama nya. Dari pada aku ingin mengetahui diri ku sendiri. Aku lebih ingin mengetahui diri nya dan masa lalu nya bersama ku.
Aku pun berusaha membangkitkan diri ku yang terbaring lemas ini dan duduk di ranjang. Ai terus saja menggenggam tangan ku seolah tak ingin aku pergi.
"Ano ... banyak hal yang ingin ku katakan pada mu ...", ucap nya dengan wajah yang penuh kebahagiaan itu.
Senyum nya selalu membuat ku terpaku. Hati ku terasa sangat tenang dan damai setiap kali melihat senyuman indah layaknya pelangi itu.
"Maaf merepotkan mu ...", kata ku perlahan.
"He? ... harus nya aku yang berterima kasih pada mu", ujar nya lalu mengeluarkan kertas tua yang dilipat dari saku kemeja nya.
"Ini ... dulu kamu bilang ini harus ku berikan sekarang", kata Ai memberi ku secarik kertas tua itu.
Aku membuka dan membaca nya. Tulisan tangan yang rapi ini tampak sangat familiar juga bagi ku. Setelah aku baca, surat ini seperti nya aku lah yang membuat nya.
{Untuk diri ku di masa depan ... ingat lah ... kau sudah melakukan hal yang luar biasa ... jika kau bangun dan tak mengingat apa pun, itu karena kau telah menyelamatkan Ai dari takdir nya yang sebenar nya}
"Agghhh!!!",
Baru membaca bait pertama nya saja membuat kepala ku terasa sakit.
__ADS_1
"Kaito? ... kenapa?", tanya Ai dengan wajah cemas nya.
"Hmm ... kayak nya aku perlu waktu deh ...", ucap ku seraya mengembalikan surat itu kembali pada nya.