AIR MATA CLARA

AIR MATA CLARA
"Perceraian"


__ADS_3

Keputusan sudah aku terima dan berakhir dengan perceraian, walaupun hak asuh anak-anak jatuh kepadaku ibunya, tapi hati ku sangatlah terluka rumah tangga yang aku pertahankan demi anak-anak kini hancur dengan sebuah perceraian.


Aku memang yang tersakiti dan terzholimi tetapi ketika Palu diketuk dan kami harus benar-benar berpisah, seketika itu seperti petir menyambar hidupku.Aku tidak berdaya aku kalah dan hidupku hancur, aku memang menginginkannya untuk berpisah dengan mas Rio tetapi kenapa setelah semuanya sudah berakhir aku tidak menginginkannya ini terjadi.


Aku lemah dan aku kalah dengan semua keadaanku, aku tidak kuat seperti yang aku inginkan, hidupku seperti hancur tanpa ada harapan.


Aku menangis dipangkuan ibuku, dan kenapa harus terjadi dihidupku? lelaki yang dulu aku cintai hingga dia menikahiku menjadi suamiku, dan menggugatku hingga aku harus bercerai dan menjadi orang lain dalam hidupku dan itu seperti mimpi buruk dalam kehidupanku.


"kamu harus sabar kamu harus kuat, jangan lemah seperti ini jalan hidupmu masih panjang kasian anak-anakmu" nasihat ibu


Aku diam hanya air mata yang menjawab semua kesedihanku, aku pandang Nara dan Niko yang sedang sibuk main dengan mainan barunya dan terkadang Nara menoleh ke arah ku dan menghampiri aku dan mengusap air mata yang menetes begitu saja dipipiku.


"mama disini ada Nara dan Niko, mama gak boleh nangis lagi, Nara janji nggak akan nakal lagi "...


Aku memeluk Nara aku menangis di pelukannya Nara anak perempuanku seperti mengerti dengan semua kesedihanku yang memberiku sebuah ketenangan dan kekuatan.


Niko berlari kecil menghampiri dan melihat kakanya Nara sedang memeluk ibunya dan ikut memeluk pula.


Anak-anak adalah kekuatan untukku semangat dalam hidupku kalaupun kini aku tanpa suami aku bisa bertahan menghidupi ke dua anak-anakku dan berkat doa orang tuaku, aku usaha kecil-kecilan dengan membuat cemilan cemilan yang aku titipkan ke setiap warung-warung yang mau dititipkan cemilan buatanku.


Walaupun tidak mendapatkan untung besar tetapi setidaknya sudah membuat aku lebih sibuk dan bisa melupakan kesedihanku tentang perceraian ku.


Ibu dan bapak mulai tenang dengan melihat keadaan ku dan bahkan ikut membantu dalam usahaku.


"Alhamdulillah pak, bu berkat doa ibu bapak usaha ku berjalan lancar, dan minggu depan akan diadakan pameran tentang makanan buatan rumahan semoga akan berhasil ya bu, doain Clara ya bu, pak" aku memeluk ke dua orang tua ku penuh bahagia.


"Amiin... ibu sama bapak akan selalu doain yang terbaik buat kamu nak,"...


Tanpa ke dua orang tuaku tanpa anak-anakku mungkin aku tidak akan sekuat ini, mereka adalah semangat ku dan merekalah yang mengeluarkan aku dari keterpurukan..


"Nara bahagia melihat mama tersenyum " ujar nara memeluk aku dibarengi dengan Niko yang ikut memeluk aku ibunya yang mereka sayangi.


" ma, tadi sepulang sekolah sebelum nenek jemput aku bertemu dengan tante Merry, trus tante Merry kasih aku hadiah " Nara mengeluarkan hadiah pemberian Merry dan menunjukkannya kepadaku.


"bagus, kamu ucapin terimakasih gak?" ujar ku


"ya aku ngucapin lah mah"...


Aku tersenyum " ada momen apa tante Merry memberi Nara hadiah?"...

__ADS_1


"Niko juga di kasih ma," sahut Niko menimpali


"oyah... Niko apa hadiahnya?"...


" mainan mobil besar yang aku mau ma," Niko tersenyum sumringah dan menunjukan mainannya dan langsung memainkannya..


"kata tante Merry itu oleh-oleh buat aku sam Niko"jawab Nara memeluk boneka beruang yang lumayan besar.


Aku langsung mengambil hp yang tergeletak di meja dan langsung menghubungi Merry.


"ma, aku main dulu ya sama boneka beruang ini" izin Nara


" iya sayang"...


Dan akhirnya di jawab juga setelah beberapa kali aku telepon tapi ada jawaban.


"iya mba Clara ada apa, maaf mba baru aku angkat tadi sedikit sibuk"...jawaban Merry dibalik tlephon.


"iya Merry ngak apa-apa, sekarang sudah nggak sibukkan?"...


"udah nggak.. ada apa mba Clara telpon aku sedikit kaget nih nggak seperti biasanya mba telpon" ucapnya Merry


"ya ampun mba, aku kira ada apa! aku udah janji sama mereka mau kasih mereka hadiah, kebetulan minggu kemarin aku ambil cuti untuk pergi ke bandung dan aku melihat ada boneka dan mainan yang cocok untuk nara dan niko"


"makasih ya Merry maaf jadi repot ya kamu jauh-jauh dari bandung, bawa hadiah untuk anak-anakku"...


"iya, sama-sama mba, syukurlah kalo mereka suka o iyah selamat ya mba, cemilan-cemilan yang mba buat udah nyampe bandung enak pula, banyak yang suka loh ngantri mau belinya juga*"


"Alhamdulillah, terimakasih ya Merry main dong kesini aku tunggu ya"....


"iya mba nanti kapan-kapan aku main ke tempat mba, udah dulu ya mba, nanti kita sambung* lagi"


Aku sedikit lega Merry baik kepada anak-anakku dan tidak ada maksud lain didalamnya dan semoga aja itu.


Dan aku bahagia cemilan yang aku buat sudah nyampe kota lain dan itu membuat aku semakin semangat dalam usahaku.


Mas Rio datang ke toko bersama shinta wanita yang merebut suamiku yang telah menghancurkan rumah tangga ku, mereka memamerkan kebahagiaannya tanpa memikirkan perasaanku yang tersakiti oleh mereka.


"ada apa kamu datang kesini?" tanyaku sinis

__ADS_1


"sombong sekali mantan istrimu mas,"ujar shinta sambil memamerkan kedekatannya dengan mas Rio sembari menyenderkan kepalanya kepundak mas Rio.


"aku ingin bertemu dengan anak-anakku" jawab mas Rio


" mereka ada, tunggu aku panggilkan mereka" selang beberapa menit Nara dan Niko datang menghampiri papanya


"kita jalan-jalan yuk, papa kangen sama kalian"ajak papanya kepada anak-anak.


Nara dan Niko melirikku dan meminta agar aku mengizinkannya, aku tersenyum kepada mereka dan menganggukkan kepala, kalau aku mengizinkannya.


"horee aku mau jalan- jalan sama papa" Nara dan Niko loncat- loncat bahagia.


"sayang jangan nakal ya, harus denger kata papa" nasehatku kepada anak-anakku walaupun hati kecilku agak sedikit kuatir karena mereka jalan-jalannya sama wanita itu, wanita yang telah merebut mas Rio dari ku.


"iya ma" sahut Nara dan Niko bersamaan


"sekarang kalian siap-siap ya, papa tunggu kalian di mobil "..


Mas Rio berjalan dengan shinta ke arah mobil dan menunggu Nara dan Niko bersiap-siap.


"mas Rio tunggu" panggil aku


mas Rio menoleh menghampiri ku dan meninggalkan wanita itu masuk kedalam mobil sendiri.


"jaga anak- anakku baik-baik aku tidak percaya dengan wanita itu, dan ingat jangan terlalu lama bawa mereka main, besok anak-anak harus sekolah"...


" jangan menilai seseorang dengan baik atau tidak baik percaya atau tidak percaya, dia adalah pilihan ku brarti dia baik buat aku dan buat anak-anak juga karena shinta akan menjadi ibu mereka juga kan" sahutnya angkuh


"tapi tidak buat ku, karena dia..."


"papa" teriakan Nara dan Niko memanggil papanya dan membuat aku berhenti bicara .


"iya sayang , yuk kita jalan" ajak mas Rio dan menyuruh mereka masuk kedalam mobilnya


"dadah mama" Nara dan Niko melambaikan tanganya.


"hati-hati ya sayang" aku tersenyum kepada mereka dan membalas lambaian tangan anak-anakku. Tetapi wanita itu dia perusak keluarga kecilku yang harus bahagia itu aku bukan wanita itu yang harus duduk dimobil itu bukan wanita itu tapi aku.


Aku seperti tidak bisa menerima tentang takdiku aku masih mencintai mas Rio mantan suamiku.

__ADS_1


__ADS_2