
Akhir-akhir ini aku banyak diam bahkan mas Rio yang sedang marahpun aku tak berkomentar, aku memilih diam dan mungkin diam itu lebih baik dan itu yang ada dipikiranku.
sepulang dari rumah orang tuaku mas Rio mengancam aku akan membawa anak-anak pergi jauh dari aku bila mana aku pergi lagi dari rumah tanpa sepengetahuan dia.
"Nara dan Niko aku yang akan mengantar mereka sekolah dan yang jemput juga aku, jadi kamu nggak usah kemana-mana dirumah saja" ujar mas Rio berjalan menuju teras rumah.
sedangkan Nara dan Niko sudah menunggu papahnya diteras rumah sedari tadi.
"mulai hari ini yang akan mengantar dan menjemput kalian disekolah, papah...."
"iya pah" sahut Niko lemas sedangkan Nara loncat-loncat bahagia karena senang papahnya yang akan menjemput mereka pulang sekolah.
"jangan lupa bekalnya dimakan" ujarku mengingatkan anak-anakku agar mereka memakan bekalnya.
Dan merekapun berlaju pergi meninggalkanku dengan mobil yang mas Rio kendarai.
Aku kembali dengan tugasku sebagai ibu rumah tangga dan menghilangkan rasa jenuh rasa sesak didalam hati, aku sibukkan diriku dengan melakukan tugasku sebagai ibu rumah tangga beres-beres rumah menyapu mengepel mencuci dan memasak, semuanya dengan sempurna aku kerjakan.
Tidak terasa hari mulai siang dan jam dinding menandakan pukul 14.15 wib.
waktunya anak-anakku pulang skolah,
hati mulai tidak tenang "ingatkah mas Rio menjemput anak-anak pulang?" aku bertanya-tanya dalam benakku.
Handphone ku berdering dari no tidak aku kenal.
"hallo " jawabku pelan
"selamat sore bu, dengan ibu Clara orang tua dari Nara dana Niko" suara dibalik telepon
"iya saia sendiri... dengan siapa ini, ada apa dengan Nara dan Niko?" aku mulai kwatir.
__ADS_1
"saya penjaga sekolah saat ini Niko dan Nara belum dijemput kasian bu mereka sudah lama menunggu"
"iya terimakasih pak, saya akan segera jemput mereka"
Tampa menunggu lama aku segera pergi menuju sekolah anak-anak untuk menjemput mereka pulang, mas Rio mengingkari janjinya hingga sampai sore mereka belum dijemput juga.
Benar saja sesampainya disana anakku Nara sedang menangis sedangkan Rio memegang perutnya sepertinya perut Rio sakit.
" maafin mamah ya, sampai kalian telat dijemput" Nara dan Niko memelukku
"papah mana mah?"ujar Nara
"papah lagi sibuk jadi gak sempet jemput kalian ngak apa-apa ya" ujarku memberi pengertian kepada mereka.
"mamah... perut aku sakit, aku laper" Niko merintih kesakitan
"ya ampun, ya udah kita pulang mamah udh masak banyak untuk kalian makan" aku merangkul mereka pulang.
sedangkan penjaga sekolah dia hanya tersenyum mungkin hatinya lega karena anak-anakku sudah ada yang menjemput.
dan bapak tua itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
Anak-anakku sudah terjaga, setelah aku mendongengkan mereka sebelum tidurnya.
pukul 8 malem mas Rio belum pulang juga, aku mulai cemas, aku telepon tapi tidak diangkat, dan aku kirim pesan tapi tidak ada balasan juga.
"kemana mas Rio " dalam benakku.
Mata ku mulai lelah aku mulai mengantuk dan akupun tertidur pulas disofa.
Aku terbangun dan aku lihat jam dinding ternyata sudah pukul 01.30 Mas Rio belum pulang juga. Tidak lama kemudian aku mendengar suara pintu terbuka aku langsung beranjak bangun menghampiri suara pintu terbuka dan ternyata itu mas Rio, hatiku mulai tenang "akhirnya suamiku pulang juga" ucapku dalam hati.
__ADS_1
"Mas Rio" panggilku menghampirinya tetapi mas Rio langsung mengelak
"aku capek, aku mau tidur" sahutnya cuek.
Aku tahu mas Rio lelah seharian kerja tapi yang jadi pertanyaanku kenapa bisa selarut ini Mas Rio pulang, kemana aj dia?
biarlah hanya dia dan Tuhan lah yang tahu...
pagi-pagi sekali aku sudah menyiapkan sarapan untuk anak-anakku dan suamiku, bahkan bekal untuk Nara dan Niko sudah siap.
Seperti biasa aku bangunkan anak-anakku untuk bersiap-siap pergi sekolah, Niko selalu bangun lebih awal dibandingkan kknya Nara.
"selamat pagi Niko, selamat pagi Nara" ...
" pagi mam" jawab Niko manja.
sedangkan Nara masih males- malesan ditempat tidur lalu tarik selimut
"aku masih ngantuk" kata Nara pelan
"sayang anak mamah yang cantik sudah pagi waktunya bangun mamah sudah siapkan sarapan untuk kalian"
Nara dan Niko sudah siap untuk berangkat sekolah seperti biasa mereka selalu menunggu papahnya di teras depan rumah.
"anak-anak sudah menunggu didepan" ujarku kepada suamiku yang sedang lahap menyantap roti bakar buatanku.
" aku buatkan bekal ya rotinya untuk makan dikantor" Aku langsung menyiapkannya.
" tidak usah" mas Rio minum susu hangatnya lalu berjalan menuju teras depan.
" yang jemput anak- anak pulang, biar aku aj y, kasian anak-anak takutnya terjadi lagi seperti kemarin, kamu lupa menjemputnya" ...
__ADS_1
" ok, lagi pula hari ini aku sibuk, mungkin aku akan pulang larut malem lagi"...
Mas Rio sepertinya tidak mau tahu apa yang terjadi kemarin pada anak- anaknya bahkan tidak sama sekali menanyakannya.