AIR MATA CLARA

AIR MATA CLARA
"Senyum Ceria Niko"


__ADS_3

Sangat pagi sekali aku menyiapkan sarapan untuk Niko, dan untuk kedua orang tuaku. Bahkan bekal untuk dibawa Niko kesekolah sudah siap.


Pagi ini aku sangat bahagia sekali Niko yang tadinya enggan untuk berangkat sekolah, kini mau pergi kesekolah, dan tanpa aku bangunkan Niko sudah bangun dari tidurnya dan sudah siap-siap untuk mandi pagi.


" selamat pagi sayang " sapaku dibagi hari


" pagi ma "...


" mama sudah siapkan sarapan dan bekalnya, mama tunggu ya di meja makan "...


"iya ma " sahut Niko


Meja makan udah penuh dengan hidangan yang sudah aku siapkan untuk sarapan pagi.


Niko, dengan semangat menyantap roti yang sudah diolesi dengan selai coklat.


" selamat pagi " sapa ibu dan bapak bersamaan dengan mengecup kening cucunya bergantian.


" pagi nenek, pagi kakek " sahut Niko


" Alhamdulillah cucu nenek udah mau sekolah lagi " ucap ibu dengan melirik ke arah Niko yang sedang menyantap roti.


"Alhamdulillah bu, semoga akan seterusnya seperti ini "...


" Amiin "


Aku tuntun Niko sampai depan gerbang sekolah dan Niko melambaikan tangannya lalu masuk kedalam kelas.


Hatiku lega akhirnya Niko bisa semangat lagi sekolahnya, bahkan senyum cerianya sudah terlihat lagi. Dan semoga akan seterusnya seperti ini.


Walaupun tanpa Nara disampingku Nara akan tetap ada dihatiku dan dihatinya Niko selamanya.


Toko sudah kubuka kembali setelah sekian lama tutup dan aku mulai semangat lagi dalam mencari rejeki karena aku tidak ingin terus terpuruk dalam kesedihanku dalam kepergian putri kecilku.


Aku masih punya pangeran kecilku, ke dua orang tuaku dan merekalah yang aku miliki saat ini yang menjadi penyemangat hidupku.


Bapak jatuh pingsan didalam kamarnya Ibu panik dan berteriak-teriak memanggil-manggil Namaku.


" ada apa bu? " tanyaku kaget, sepulang menjemput Niko


" bapak pingsan " jawab ibu panik dan langsung masuk kedalam kamar menghampiri bapak yang tergeletak tidak sadarkan diri dilantai.


Sesegera mungkin aku panggil ambulans karena bapak harus dilarikan ke rumah sakit.

__ADS_1


" mama kakek kenapa? " Tanya Niko menangis saat melihat kakeknya akan di bawa kerumah sakit.


" kakek tidak apa-apa sayang " jawabku dan berusaha menenangkan Niko.


" aku takut kakek seperti ka Nara ma " ujar Niko, dengan rasa takutnya.


" tidak sayang kakek akan baik-baik saja "...


Walaupun aku berusaha menenangkan rasa takutnya Niko, tentang keadaan kakeknya, hati kecil akupun takut kesedihan akan terulang lagi dalam hidupku.


Aku telepon Sindi, dan memberitahukan kalau bapak aku masuk kerumah sakit dan meminta Sindi pula untuk menemani Niko dirumah, karena tidak mungkin aku meninggalkan Niko dirumah sendirian.


" Niko mama harus kerumah sakit, melihat kondisi kakek, kasian nenek dirumah sakit sendirian, kamu tidak apa-apakan kalau mama tinggal pergi, nanti tante Sindi ke sini temani Niko" ujarku dan berharap Niko mau ditinggal.


" iya ma, semoga kakek cepet sembuh ya ma"...


"Amiin"...


Aku hampiri Ibu yang sedang menemani bapak diruang rawat.


" Bu bagaimana keadaan bapak?"...


"Bapak masih belum sadar" sahutnya dengan mata berkaca-kaca.


"apa kata dokter bu?"...


"apa yang bapak pikirkan bu? apa selama ini bapak sakit karena memikirkan aku"...


Ibu menggeleng-gelengkan kepalanya dan mendekati bapak yang berharap bapak segera sadar.


Aku menatap bapak dan berusaha tenang.Dan aku melihat tangan bapak bergerak sepertinya bapak mulai sadarkan diri.


"Clara, dimana Niko?" tanya bapak yang mulai sadar


"Niko dirumah pak, bapak tidak usah kuatir karena Niko aku titipkan sama Sindi " sahutku dengan hati mulai lega karena bapak sudah siuman.


"bu maafin bapak ya, sudah merepotkan ibu" ujar bapak dengan tangan menggenggam tangan ibu


Ibu tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya


" ibu tidak merasa direpotkan sama bapak, ini udah kewajiban ibu merawat bapak" sahut ibu lalu mencium tangan bapak.


Bukan hanya cinta yang ada dihati ibu dan bapak tetapi rasa sayangnya yang tidak pernah luntur oleh waktu.

__ADS_1


30 tahun bapak sama ibu bersama dan selama 30 tahun itu pula bapak dan ibu selalu memperlihatkan rasa kasih sayangnya satu sama lain.


Dan dengan pengabdian ibu sama bapak dan dengan itu juga bapak selalu menyayangi ibu, dan tidak pernah menyakiti hati ibu.


Aku iri dengan keharmonisan ke dua orang tuaku, aku ingin rumah tanggaku seperti rumah tangga mereka selalu bahagia.


"aku sudah tanya dokter, dan hari ini bapak udah bisa pulang" ujarku kepada ibu yang sedang menyuapi bapak makan bubur.


"Alhamdulillah ya pak, bapak udah bisa pulang, ibu beresin peralatan bapak dulu ya " kata ibu dan berhenti menyuapi bapak makan bubur.


"biar aku aja yang beresin peralatan bapak, ibu terusin saja suapin bapaknya"...


"bapak kangen main sama Niko" ungkap bapak merindukan cucunya.


Selama bapak sakit dan dirawat di rumah sakit aku tidak pernah mengajak Niko kerumah sakit, dan wajar saja kalau bapak rindu dengan cucunya. Karena aku tidak ingin Niko mengingat kakanya Nara, yang berbulan-bulan dirawat dirumah sakit dan akhirnya pergi juga menghadap Tuhan. Dan aku tidak ingin Niko trauma dan hilang cerianya bila mengingat semua yang terjadi, apalagi berbau hal dengan rumah sakit.


Dan Ibu dan Bapak mengerti dengan apa yang terjadi dengan Niko.


***


Niko sudah menunggu dirumah bahkan beberapa kali Niko selalu bertanya kepada tantenya Sindi, kapan kakeknya pulang dari rumah sakit?


"sebentar lagi ya sayang mungkin, perjalanannya macet" jawab Sindi dengan sabar.


"aku kangen sama kakek tante, aku mau ajak kakek main"...


"iya sayang"


Sindi dengan begitu sabar menemani Niko yang sedikit agak rewel.


Walaupun Sindi belum Menikah tapi dia mengerti dalam menjaga anak kecil, bahkan boleh dikatakan Sindi sangat suka dengan anak kecil, dan karena memang dia adalah guru TK, dan dia mengerti cara menghadapi anak-anak yang rewel atau semacamnya.


"sambil menunggu kakek pulang, bagaimana kalau kita makan dulu, tante udah masak lohh yang enak buat Niko" bujuk Sindi, agar Niko mau makan karena dari siang Niko belum makan.


"Aku nggak laper, aku maunya kakek pulang"...


"tante suapin ya, dan makannya diteras depan sambil menunggu kakek pulang" bujuk Sindi kembali dan akhirnya berhasil Niko mau makan.


Sindi mulai menyuapi Niko makan.


"makannya duduk donk, nanti kalau makannya berdiri jadi kuda atau jadi kambing, Niko mau jadi kambing" goda Sindi agar makannya mau duduk karena sedari tadi selama disuapin tantenya Niko makannya selalu berdiri dan jalan-jalan kesana kemari sambil membawa pesawat mainannya.


"iya tante, mama juga selalu bilang begitu, kalau makan tidak boleh berdiri" ujar Niko mulai mengerti.

__ADS_1


Niko mulai merasa lelah, bahkan matanya mulai sayup-aayup sepertinya Niko mulai mengantuk.


Dan Niko tertidur pulas dikamarnya


__ADS_2