AIR MATA CLARA

AIR MATA CLARA
"Cerita Bahagia"


__ADS_3

Aku memeluk anak-anakku aku menangis bahagia bisa bertemu dengan Nara dan Niko, mereka seperti jiwaku dan nafas dalam hidupku, mereka semangatku dan kekuatanku.


"mama jangan pergi lagi aku sama Niko butuh mama" pinta Nara menangis dan terus memelukku.


"maafkan mama ya udah buat Nara dan Niko sedih, mama janji tidak akan pernah lagi tinggalkan kalian"....


" Niko kangen mama, papa jarang pulang untuk ada omah disini"...ujar Niko melepaskan pelukannya .


"papa jarang pulang?"...


Jadi selama aku tinggalkan rumah mas Rio jarang pulang "kamu keterlaluan mas"..


"sekarang Nara dan Niko siap-siap ya kalian ikut mama kerumah nenek" ajak ku.


lalu Nara dan Niko berlari kecil ke arah kamar.


Rumah ini memang besar dan lengkap dengan segala isinya dan apapun yang aku inginkan selalu tercukupi dirumah ini, mas Rio memang selalu mencukupi kebutuhanku dan anak- anak tetapi hanya satu yang belum bisa tercukupi cintanya suamiku kepadaku. Aku ingin suamiku bisa mencintaiku bisa menghargai aku sebagai istrinya. Dan aku tidak dapatkan itu dari mas Rio .


Jujur sebenarnya aku tidak ingin meninggalkan rumah ini tetapi percuma aku bertahan hanya akan membuat aku tersiksa dengan mencintai suamiku tetapi suamiku tidak mencintai ku lagi...


Aku berharap pintu hatinya mas Rio terbuka dan bisa mencintai aku lagi seperti dahulu dia yang mencintaiku dan aku rindu kenangan itu semua.


"aku mencintaimu aku ingin kamu menjadi istriku menjadi ibu dari anak-anak kita nanti" mas Rio melamar ku ditempat yang begitu indah dan romantis yang sekelilingnya dipenuhi dengan bunga-bunga, harum sekali.


Aku bahagia sekali yang tidak bisa diungkap oleh kata-kata dan air mata kebahagiaanlah yang aku rasakan.


Dan tidak mungkin aku menolaknya aku sangat mencintainya karena bagiku dia lelaki yang sempurna lelaki yang baik dan lelaki yang bertanggung jawab.


"aku mau jadi istrimu" mataku berkaca-kaca merasakan kebahagiaan yang begitu indanya. Mas Rio melingkarkan cincin dijari manisku lalu dia mencium keningku hangat dan aku hanyut dalam kebahagiaan saat itu juga.

__ADS_1


"aku akan bilang sama ibu dan bapak mereka pasti akan bahagia mendengar kabar ini" ujarku lalu aku memeluk mas Rio erat sekali agar dia juga merasakan detak jantungku yang berdebar- debar karena bahagia.


Mas Rio mengantarkan aku pulang ditengah perjalanan mas Rio berjanji akan terus mencintaiku hingga akhir hayatnya dan itu janjinya.


sesampainya didepan rumah orang tuaku dia mencium keningku kembali..


Aku merasakan betapa sayangnya dia padaku.


mas Rio lalu pulang aku melambaikan tangan kepadanya saat dia melaju pergi dengan mobil hitamnya.


Ternyata Ibu dan bapak sadari tadi memperhatikan aku dengan senyum-senyum melihat aku anaknya yang sedang bahagia.


"sepertinya akan ada kabar bahagia buat ayah dan ibu, apa itu nak" ujar ayah yang sudah menebak-nebak kabar apa yang akan aku sampaikan.


Aku tersenyum dan memeluk ibu dan menarik tangannya manja lalu masuk kedalam.Dan aku menunjukan ke ibu cincin yang melingkar dijari manis ku.


"jadi kamu dilamar sama Rio " ujar ibu bahagia


"Alhamdulillah" bapak yang ikut bahagia juga.


Rumahku penuh dengan tamu baik keluarga deket maupun keluarga jauh semuanya datang ikut merasakan kebahagian kami.


ijab kabul pun diucapkan mas Rio dan semua saksi teriak "SAH".


Alhamdulilah kami sah menjadi pasangan suami istri, dan semua tamu yang datang memberi kami ucapan selamat.


Tiba-tiba ada seorang wanita berparas cantik mengucapkan selamat, aku memandang mas Rio yang sudah menjadi suamiku tapi mas Rio menggeleng-gelengkan kepalanya menandakan kalau mas Rio tidak mengenalnya, aku pun tidak mengenalnya dan terus siapakah dia? dan baru pertama kali aku melihat wanita itu.


Aku tidak mempersalahkan wanita itu mau siapakah dia? aku kini sedang merasakan kebahagian yang amat sangat karena lelaki yang aku cintai kini menjadi suamiku.

__ADS_1


"aku bahagia wanita yang sangat aku cintai kini menjadi istriku" ujar mas Rio memelukku mesra.


Dan aku tersenyum dipelukan mas Rio, orang tuaku dan orang tua mas Rio tersenyum melihat kami berpelukan.


1 minggu kami menikah mas Rio memberi aku kejutan yaitu tiket untuk pergi berbulan madu seketika itu juga aku langsung memeluk suamiku.


"kamu serius mas kita akan berbulan madu"...


"iya"...


"ke Bali"...


mas Rio menganggukkan kepalanya dan mencium keningku hangat.


Perempuan mana tidak bahagia ketika menjadi istri dan suaminya mencintainya...


Sepulang dari bulan madu mas Rio sangat sibuk mungkin terlalu lama meninggalkan kantor hingga banyak pekerjaan yang tertinggal bahkan sering pulang larut malam.


" kamu terlalu sibuk dengan pekerjaanmu hingga kamu lupa dengan istrimu yang sedang hamil muda" ujar ku sedih.


"kamu hamil ya ampun maafkan aku sayang" mas Rio melemparkan tas ke atas sofa, yang biasa dibawa bila berangkat ke kantor. Dan menggendong aku masuk kamar.


" mas Rio turunkan aku, kamu kan cape"...


" tidak ada kata capek untuk istriku yang sedang hamil anakku" mas Rio menurunkan aku dari gendongan nya dan menidurkan aku di atas tempat tidur.


" tunggu disini aku akan bersih-bersih diri dulu tubuh aku bau"...


" tubuh kamu bau juga aku tetap suka" aku menggoda nya. Dia tersenyum melangkah masuk kamar mandi.

__ADS_1


Mas Rio suami yang baik suami yang tidak pernah mengeluh dan selalu sayang padaku istrinya.


Aku bahagia menjadi istrinya, sekalipun dia lelah karena terlalu banyak pekerjaan dia tetap bertanggung jawab tetap sayang terhadap aku.


__ADS_2