
Sejak Niko bertemu dengan papanya, sejak itu juga Niko lebih s4ering bertemu dengan papanya bahkan boleh dikatakan sudah mulai dekat lagi dengan papanya setelah sekian lama sosok papanya menjauh dari kehidupan kami.
Aku tidak akan pernah melarang Niko bertemu dengan papanya ataupun sebaliknya.
Karena aku ingin selalu melihat tersenyum bahagia.
Walaupun hati kecilku takut Niko akan lebih dekat dengan Shinta istri dari mantan suamiku bahkan lebih takut lagi bila Niko benar-benar akan di ambil oleh mereka, dengan cara mereka mendekati dan memberi perhatian terhadap Niko.
"ma, aku boleh tidak nginep dirumah papa?" Pinta Niko membuat aku berpikir lama, apakah aku harus mengizinkan atau tidak ?
"Niko sayang, mama bukannya tidak mengizinkan untuk bermalam dirumah papa, mama hanya kuatir kamu nantinya merepotkan tante Shintanya" ucapku agar Niko bisa mengerti
"aku janji disana Niko nggak akan Nakal" rengek Niko
"nanti mama bilang papa dulu ya"
"iya ma" jawab Niko
Ada rasa cemas bahkan rasa takut menyelimuti hatiku tapi Niko menginginkannya untuk bermalam rumah papanya.
Rio mengangkat telepon dariku dengan suara nada lembut
"iya Ra ada apa?"
"Niko ingin menginap dirumahmu, Niko memaksa agar aku mengizinkannya, apakah kamu tidak keberatan?"
" ok, aku akan segera menjemputnya" sahut Rio disanah ramah yang sepertinya senang anaknya akan bermalam dirumahnya.
"tapi mas Rio, bagaimana dengan istrimu ?" Aku takut Shinta merasa keberatan dengan Niko menginap dirumah mereka.
__ADS_1
"Shinta pasti akan senang dengan adanya Niko dirumah"
Degg... benarkah Shinta mulai menerima anakku atau hanya siasat busuk yang direncanakan perempuan itu.
Hatiku mulai berpikir jelek kepada perempuan yang sudah merebut kebahagiaanku.
"Ada apa?"tanya Andrey dari belakang yang datang tiba-tiba
"Andrey,( aku kaget ) ngak ada apa-apa ko, aku hanya habis menghubungi mantan suamiku " jawabku jujur
"untuk apa?" tanyanya nada cemburu
Aku tersenyum kearahnya agar Andrey tidak berpikir macam-macam
"akhir-akhir ini Niko sering bertemu dengan papanya bahkan Niko meminta padaku untuk mengizinkannya agar bisa bermalam dirumah papanya dan aku tidak mungkin melarangnya pasti Niko akan kecewa padaku. tetapi yang aku takutkan Niko akan merepotkan mereka disana" penjelasanku
"kamu takut istri dari mantan suamimu, Tidak menyukai Niko?" timpal Andrey berpikir sama yang aku takutkan.
Ibu dan Bapak sudah kembali dari bandung setelah beberapa hari disana.
Bahkan raut wajah Bapak terlihat sangat bahagia.
"pak gimana kelurga yang disana, apa mereka akan datang kesini dipernikahan aku nanti" tanyaku dengan melirik kearah Andrey dan tersenyum kearahnya Andrey membalas senyumanku.
"dan itu pasti mereka akan datang, bahkan mereka semua ikut bahagia dengan mendengar kabar ini, dan semoga acara pernikahan kalian lancar dan akan menjadi kebahagiaan untuk kalian berdua" jawab Bapak memberi doa
"Aminn" jawab kami bersamaan
Ibu mondar mandir balik kedepan balik lagi kebelakang seperti sedang mencari sesuatu.
__ADS_1
"Ibu... "panggil aku menghentikan langkahnya
"rumah ko sepi, Niko mana?" tanya ibu
Aku tersenyum dan mengajak ibu duduk
"Niko sedang dirumah papanya" jawabku
Dahi Ibu mengkerut seperti kaget mendengar jawabanku kalau Niko sedang dirumah papanya.
"beberapa hari ini sejak Ibu dan Bapak pergi ke Bandung Papanya Niko datang kesini menemui Niko dan Alhamdulilah Niko mau menemui papanya dan mereka mulai dekat lagi setelah pertemuan itu dan papanya juga mulai perhatian sama Niko" penjelasanku.
"syukurlah klau begitu, trus bagaimana dengan istrinya"
" Shinta baik ko Bu, sama Niko dan semoga aja baiknya Shinta sama Niko akan menjadi rasa sayang sama anak aku"
"Amiin"
Aku akan menikah dengan Andrey dan yang pasti itu akan menjadi kebahagiaan aku nantinya bersama Niko dan suamiku Andrey .
Dan Semoga tidak akan pernah menjadi penghalang.
Setelah perhatian Rio terhadap anaknya Niko pangeran kecilku semangat hidupku.
Aku tahu mereka mengetahui tentang rencana pernikahanku dengan sahabat kecilku.
Tentang kebahagiaanku dan aku sudah mulai membuka lembaran baru untuk kehidupanku dan masa depan keluargaku.
Dan aku sudah melupakan mantan suamiku dan kebahagiaannya akan menjadi kebagian dia sendiri.
__ADS_1
Kebahagiaanku akan menjadi kebahagian keluargaku.