
Malam ini aku berusaha untuk cantik dan agar bisa terlihat menarik didepan calon suami dan calon mertuaku.
Gaun yang diberikan Andrey sudah aku kenakan serasi dengan warna kulitku, dan aku sangat suka dengan gaun yang diberikan Andrey sore tadi, sebelum dia pamit pulang dan bersiap-siap untuk melamarku.
Andrey sempatkan memberi aku sebuah gaun dan memintaku untuk dipakai saat lamaran nanti.
Mungkin saat dia telat menjemput aku di sekolah Niko tadi ternyata dia sibuk mencari gaun yang cocok untukku.
Aku sangat suka dengan gaun ini berulang x aku bercermin dan memandangi bayangan aku sendiri dengan mengenakan gaun yang indah dan aku tersenyum kepada bayangan aku sendiri.
"mama cantik " ungkap Niko polos menyadarkan aku yang ternyata Niko ada disampingku memperhatikan mamanya yang tersenyum-senyum sendiri.
"Niko juga ganteng " jawabku sembari merapikan kemeja putihnya yang dikenakan Niko.
tok, tok, tok
suara pintu diketuk
"masuk" jawabku
"Clara kamu udah rapih" tanya ibu membuka setengah pintu kamarku.
"sudah Bu, Niko juga sudah rapih" jawabku
"sebentar lagi tamunya akan datang kamu siap-siap ya Niko juga (tersenyum kearah Niko)" ujar Ibu
"iya Bu"
Malam ini aku merasa bahagia dan rasa takut yang menghantui aku seakan hilang begitu saja. Air mata kesedihan sedikit-sedikit menjadi sirna dan air mata kebahagiaanlah yang akan aku jemput untukku dan anakku.
Semua tamu dari keluarga Andrey sudah datang.
"cantik" bisik Andrey
Aku sedikit malu ketika Andrey berbisik di telingaku.
"terimakasih gaunnya aku suka" aku tersenyum manis ke arahnya.
Ketika dua keluarga setuju dan sudah membicarakan tentang tanggal dan hari pernikahan.
Aku hanya diam dan menunggu keputusan yang terbaik dari kedua keluarga yang menyatukan aku dan Andrey.
" Clara gimana kamu setuju kalau pernikahan kalian berdua bulan besok" ujar mama Andrey menyadarkan aku dalam lamunan
"iya tante " pikirku terlalu cepat
__ADS_1
"jangan panggil tante lagi, mulai sekarang dan seterusnya kamu harus panggil mama, agar terbiasa" ucap mama Andrey
Aku hanya tersenyum menganggukkan kepala mengiyakan ucapan mamanya Andrey.
Andrey sedari tadi terus memandangi aku hingga membuat aku sedikit risih dan malu juga. Karena tidak biasanya Andrey memandangi aku seperti itu.
"kamu kenapa sih, tidak suka ya kalau aku memandang kamu" ucap Andrey
Aku tersenyum ke arahnya dan memberikan segelas air putih yang dia minta.
"terimakasih" ucap Andrey kembali dan langsung meminumnya
"kamu cantik dan aku terpesona sama kecantikan kamu" gombal Andrey membuat aku tertawa geli dalam hati
" aku ini janda loh, masa terpesona sama janda" jawabku datar
"ko kamu bicara seperti itu, kamu tidak akan pernah menjadi janda lagi karena kamu sebentar lagi akan menjadi istri ku" jawab Andrey yakin
"mama" panggil Niko menghampiri kami yang sedang berdua
"Niko" yang langsung duduk dipangkuanku
"Niko om mau tanya nih, mama cantik tidak?" tanya Andrey membuat aku melongo
"cantik...malahan cantik banget" jawab Niko polos membuat pipiku menjadi merah muda.
"Niko bisa aja" ujarku mencubit pipinya Niko karena gemas.
Makan malam yang tidak bisa dilupakan dan menjadi moment yang sangat indah ketika aku melihat kedua orang tuaku begitu bahagia dan begitupun dengan Niko yang begitu akrab bersama Andrey.
Akupun ikut bahagia dengan melihat mereka semua bahagia.
Dan lebih bahagia lagi aku akan merubah status yang tadinya janda menjadi istri.
"Aku ingin selalu melihat kamu tersenyum seperti ini" ucap Andrey sebelum dia pulang
Selalu terngiang-ngiang di pikiranku ketika Andrey menginginkan aku untuk selalu tersenyum.
" cintaku tidak akan pernah merubah apapun itu dan bagaimanapun, Aku ikhlas mencintaimu karena aku percaya Tuhan sudah menentukan kamu akan menjadi jodohku" ucap Andrey kembali hingga akhirnya dia pulang bersama orang tuanya dengan meninggalkan setetes cinta yang penuh arti dan harapan yang besar.
"aku akan mencintaimu sama sepertimu yang mencintaiku" bisik hatiku
Aku seperti mimpi, mimpi Yang nyata yang akan indah pada waktunya semoga...
Pagi ini aku awali dengan senyuman kebahagian.
__ADS_1
"pagi ma" sapa Niko yang langsung duduk dan menyantap roti yang berselai coklat.
"pagi sayang" jawabku dan memberinya segelas susu "susunya diminum ya"
Niko menganggukan kepalanya lalu meminum susunya.
Aku tersenyum kearahnya dan merasa senang ketika anakku meminum susunya hingga habis.
"Alhamdulillah..." ucapku
Pagi ini Ibu dan Bapak tidak ikut sarapan karena pagi-pagi sekali mereka pergi ke Bandung untuk menemui keluarga yang disana. Dan untuk membicarakan pernikahan aku dengan Andrey dan sekaligus mengundang keluarga yang disana untuk datang kejakarta.
"Ibu sama Bapak bisa telepon, tidak usah repot-repot kesana" ujarku berharap Orang Tuaku bisa membatalkan kepergiannya.
"ya nggak apa-apa, Bapak dan Ibu sudah lama tidak pernah bertemu dengan adik bapak yang disana, ya sekalian silaturahmi" sahut Bapak merapikan pakaiannya yang dikenakannya.
"Ma, Nenek dan Kakek mana ko nggak ikut sarapan?" Tanya Niko menyudahi sarapannya
"Nenek dan Kakek sedang pergi ke Bandung untuk menemui saudara kakek yang dibandung" sahutku
" Lama ya perginya, trus Niko main sama siapa kalau nggak ada kakek dan Nenek" rengek Niko dengan mulut manyunnya.
"nggak lama ko, besok atau lusa juga pulang, dan Niko bisa main sama mama" bujukku
Setelah kehilangan kakanya Nara, Niko lebih banyak bermain dengan Kakek dan Neneknya dan sudah mulai melupakan kepergiannya Nara.
Terdengar suara mobil berhenti tepat didepan rumah, dengan suara langkah kaki yang tidak asing lagi aku dengar mas Rio mantan suamiku datang kerumah dengan alasan ingin bertemu dengan Niko putranya.
Sebelum mas Rio masuk dan menemui Niko yang akan membuat Niko takut.
Aku berusaha menghalanginya.
"aku bukan melarang kamu untuk tidak menemui Niko, tetapi Niko saat ini tidak ingin bertemu kamu" ungkapku dengan menghadang dia agar tidak masuk kedalam rumah.
"apa hak kamu" ucap Rio sedikit kasar dan berusaha untuk mendorong aku,.agar aku menyingkir dari depan pintu.
"aku mohon mas, jangan paksa Niko, aku tidak ingin Niko menjadi takut" pintaku agar Rio menjauh.
"Niko ini papa..."Teriak Rio memanggil Niko
Aku terus berusaha menghalangi Rio agar tidak masuk kedalam rumah.
Tidak lama Rio memanggil-manggil Niko, akhirnya Niko keluar dan menemui papanya
Aku terdiam dan membiarkan Niko menemui papanya.
__ADS_1
Aku tahu dihati kecil anakku sesungguhnya Niko merindukan papanya