
Dengan tidak sengaja aku melihat Merry wanita yang pernah dekat dengan suamiku mas Rio, lagi duduk sendirian di kursi taman yang tidak jauh dari sekolahnya Nara dan Niko dan aku menghampirinya.
"Haii Merry" sapa aku dan duduk disampingnya.
"Haii, mba clara" Merry balik menyapa.
"sedang apa kamu disini" tanyaku.
"aku sedang menunggu keponakan aku Sally, dia sekolah disana" Merry menunjuk kearah sekolahnya Nara dan Niko.
"oyah...Nara dan Niko juga sekolah disana, bisa kebetulan gini"...
Akhirnya kami berbincang-bincang cukup lama juga sampe Nara dan Niko pulang..
"mama..." panggil Niko lari dan memelukku.
Merry tersenyum.
"Haii Niko?" sapa Merry
"tante Merry, ko ada disini juga?"tanya Niko kaget.
"iya sayang, tante lagi menunggu keponakan tante Sally tuh... "Merry menunjuk ke arah Nara yang sedang berdua dengan temannya.
"o..ka Sally"...
"iya sayang "Merry meiyakan
"ka Sally itu teman sekelas ka Nara loh tante"ungkap Niko
"mama" panggil Nara dan mencium tanganku dan tangan Merry juga.
__ADS_1
"tante, kenal Nara dan Niko? Tanya Sally bingung
"iya sayang, tante sama mamanya Nara dan Niko berteman " sahut Merry, dan kami saling menatap dan tersenyum.
Aku sedikit lega yang aku kira dia perusak rumah tangga ku ternyata aku salah dia perempuan baik yang salah telah mencintai suamiku.
Yang akhirnya dia meninggalkan suamiku dengan menjauhinya, tetapi tidak membuat mas Rio berubah tingkahnya semakin gila, dan menjadi- jadi bahkan sering gonta ganti pasangan hingga membuat dia lupa dengan tanggung jawabnya.
Dan aku tidak pedulikan itu yang paling terpenting buat aku anak-anak bersamaku.
Dengan terpaksa aku harus datang lagi kerumah yang selama 8 tahun aku tempati bersama keluarga kecilku untuk mengambil barang-barang Nara dan Niko yang belum semuanya aku bawa.
Aku kaget saat membuka pintu dan aku lihat mas Rio yang sedang bermesraan dengan seorang wanita yang pernah aku lihat pada saat makan eskrim bersama anak-anak.
"mas Rio?"aku kaget
"Clara" kaget juga dan langsung berdiri menghampiriku tanpa bersalah.
Tidak terasa air mataku menetes begitu saja saat aku melihat mas Rio berduaan dengan seorang wanita dirumah kami.
Mas Rio mengikuti dan terus memanggil-manggil namaku aku tidak peduli dan bahkan pura-pura tidak mendengar panggilannya mas Rio.
Aku sibuk membereskan barang-barang Nara dan Niko lalu aku masukkan kedalam koper besar.
Mas Rio terus aja mengoceh tidak jelas dan tanpa aku perdulikan tiba- tiba dia menarik tanganku lalu mengambil koper yang aku pegang
"aku sudah tidak peduli lagi sama kamu, terserah apapun itu, aku udah cape mas, kamu dengan wanita itupun aku tidak peduli"...
aku menarik kembali koper yang direbut mas Rio.
" o, iya satu lagi mas, itu akan menjadi pembuktian klo anak-anak akan terus bersamaku" lalu aku pergi meninggalkannya dengan raut wajahnya penuh dengan kekesalan.
__ADS_1
Hati aku sakit melihat suamiku sendiri dengan wanita lain, walaupun kami sedang proses perceraian tetapi hati kecilku berharap pernikahan aku bisa diperbaiki.
...**
Rio marah besar, bahkan barang yang ada hadapannya dia lempar hingga hampir seisi rumahnya berserakan oleh barang-barang.
Dan shinta wanita yang bersama Rio berusaha menenangkan nya.
"ayolah sayang kamu itu harus tenang dan tidak akan ada lagi istrimu yang akan menganggu hubungan kita" ujar wanita itu.
Rio diam
"untuk apa kamu marah-marah tidak jelas, harusnya kamu senang jauh dari parasit yang udah membuat kamu tertekan, sekarang kamu bisa bebas bisa melakukan apa saja tanpa peduli sama istrimu yang tidak berguna itu." celoteh wanita itu yang tiba-tiba membuat Rio semakin marah dan mengusirnya keluar
"keluar kamu dari rumah ku bikin pusing kepala ku saja denger celotehan kamu itu"...
Lalu shinta langsung keluar dan membanting pintu hingga membuat Rio kaget.
Rio duduk bersandar di kursi goyang dengan tatapan kosong hingga membuat dia teringat kepada anak-anaknya dan membayangkan Nara dan Niko ada dihadapannya.
"papa"...
"papa"...
Bayangan Rio anak-anaknya memanggil-manggil nya, dan dia tersadar dalam lamunan "Nara, Niko papa kangen"... Rio memandangi sebuah poto anak-anaknya.
"makanya kalau masih membutuhkan mereka jangan sok-sok an selingkuh nyakitin ngeduain akhirnya kamu sendiri toh yang menyesal" ujar ibunya Rio yang datang secara tiba-tiba yang sudah mengetahui kelakuan anaknya.
"ibu"...
"ibu sih setuju kalau Clara dan anak-anakmu itu ninggalin kamu, biar kamu itu tahu rasa, jadi anak itu harus tahu diri, punya istri baik toh malahan disakitin" timbal ibu
__ADS_1
"ibu sendirian nggak sama bapak?" tanyanya mengalihkan pembicaraan.
"bapak nggak mau datang kesini, bapak itu nggak mau ngelihat kelakuan anaknya yang suka nyakitin wanita apalagi istri sendiri" jawab ibunya kesal.