AIR MATA CLARA

AIR MATA CLARA
"Perjodohan"


__ADS_3

Tiba-tiba Orang Tua dari Andrey datang kerumah Tante Ella dan Om Drian.


Mereka disambut baik oleh ke dua Orang Tuaku.


Rasa Rindu yang berkepanjangan karena sudah lama tidak pernah berjumpa. Dan akhirnya menjalin silaturahmi yang sangat baik.


"Apa kabar tante Ella?" peluk cium untuk tante Ella yang sudah lama tidak pernah berjumpa.


"haii Clara, Alhamdulilah baik" senyum tipis tante Ella.


"Syukurlah... "


Aku ikut gabung sebentar sebelum aku berangkat ke toko dan berbincang-bincang dengan penuh canda tawa kebahagian dengan mengenang masalalu saat masih menjadi tetangga.


"dulu kita jadi tetangga, gimana kalau kita jadi besan aja, hahaa" canda Bapak.


"benar banget tuh haha" jawab Om Drian dibalas dengan canda juga.


Sedangkan Ibu dan Tante Ella saling menatap lalu tertawa.


"Bapak suka ngawur ahh" ujarku lalu aku pamit untuk pergi ke toko.


Aku tahu Orang Tuaku berharap banyak terhadap Andrey, agar aku sesegera mungkin untuk move on dari Rio mantan suamiku.


Dan segera mendapatkan Calon suami yang baru.


Tetapi tidak semudah dan secepat itu untuk mencari calon untukku, karena akupun butuh pertimbangan yang sangat mateng, apalagi aku menyandang status janda.


***


"aku sudah tahu tentang Clara dari cerita Andrey, semoga Clara selalu sabar dan segera mendapat kebahagian" ungkap Ella Ibu dari Andrey.


"Amiin, iya semoga ya mba" sahut reva ibu dari Clara.


"bagaimana kalau kita jodohkan anak-anak kita, kamu setuju bob" ujar Drian


"kamu serius!" dengan pandangan menatap istrinya

__ADS_1


"ya apa salahnya kita coba, karena aku tahu putra kami itu memang sudah menyukai putrimu sejak dulu"..


"maaf Mas Mba, tetapi putri kami Janda apa itu tidak memberatkan untuk kalian, apalagi untuk Andrey apa dia mau menerima putriku" ungkap Reva sedih, karena takut anaknya merasa kecewa lagi.


"janda itu hanya status, dan itu tidak membuat kami merasa keberatan asalkan statusnya bukan istri orang kan.... Mba reva, mba jangan merasa takut kami tidak bisa menerima Clara, kami sangatlah terbuka untuk Clara, demi kebahagian anak-anak kita" ujar Ella meyakinkan.


Reva tersenyum dengan dirangkul suaminya.


" tapi ngomong-ngomong apa Clara mau dengan rencana perjodohan kita ... kalau Andrey ya pasti dia setuju, karena memang itu yang dia inginkan" ujar Drian.


"kita akan coba meyakinkan Clara, dan semoga Clara setuju juga dengan rencana kita" jawab Bobi Bapak dari Clara.


"Amiin" sahut Reva dengan merangkul suaminya karena merasa bahagia dan lega karena ada laki-laki yang bisa menerima keadaan status putrinya bahkan keluarganya juga bisa menerimanya, dan itu menjadi kebahagiaan dari seorang ibu.


Tetapi dalam benaknya apakah putrinya mau dengan rencana perjodohanya.


Setelah Orang Tua Andrey pulang, dan akan menjadi PR buat orang tuanya Clara agar bisa meyakinkan putrinya untuk bisa menerima Andrey menjadi calon suaminya.


"semoga Clara setuju ya Pak, dengan rencana perjodohan kita, dan semoga tidak menjadi canggung untuk mereka, toh mereka sudah saling mengenal, karena mereka bersahabat"...


"iya bu, semoga aja menjadi kebahagiaan untuk Clara ya bu, dan mumpung Bapak masih dikasih kesehatan dan panjang umur oleh Allah, untuk bisa melihat putri kita bahagia kembali"...


"Bapak merasa waktu Bapak sudah dekat dan karena itu Bapak masih sehat Bapak ingin Clara itu bahagia"...


"Bapak jangan pernah bicara seperti itu, kita akan sama-sama melihat Clara dan Niko bahagia"..


Dan Orang Tua mana yang ingin anaknya bahagia, berbagai upaya dilakukan oleh kedua Orang Tua Clara untuk mendekatkan putrinya dengan Andrey, walaupun mereka sudah dekat karena mereka berteman tetapi kedua Orang Tua Clara ingin mereka lebih dekat lagi.


Mungkin bagi Clara sulit untuk bisa mencintai Andrey tetapi bagi Andrey itu sangatlah mudah karena selama ini Andrey memang sudah mencintai Clara sejak jaman mereka dibangku sekolah.


"Aku tahu Orang Tua kita ada kesepakatan untuk menjodohkan kita tapi bagi aku tidak mudah ndrey...karena aku pernah gagal dan kamu tahu itu, Aku tidak mau kamu dan kedua orang tuamu berharap besar terhadap aku yang pada akhirnya kamu akan kecewa, biarlah berjalan apa adanya dan biarlah waktu yang akan menentukan jodohku" ungkap Clara saat mereka janjian bertemu di Taman


"bukan waktu yang menentukan jodohmu tapi kamu sendiri Clara" sahut Andrey


"iya,... maaf bukan aku menolakmu tetapi aku butuh waktu untuk bisa menerima kamu, karena aku takut gagal lagi" ujar Clara lalu pergi meninggalkan Andrey yang diam tanpa suara.


Andrey tidak kecewa dengan jawaban yang dilontarkan Clara dia akan bersabar lagi untuk menunggu Clara agar bisa menerimanya.

__ADS_1


Orang Tua Andrey sudah menunggu kabar dari putranya tentang jawaban dari Clara.


"bagaimana Clara mau?" tanya ibunya Andrey "mau apa?" jawab Andrey yang pura-pura tidak tahu tentang pertanyaan ibunya.


Lalu Andrey berjalan masuk kedalam kamar.


"Andrey?" panggil ibunya berharap anaknya bisa memberikan jawaban menyenangkan.


"aku lelah ma, aku mau istirahat dulu" sahut Andrey dari dalam kamar.


Ibunya Andrey benar-benar ingin tahu tentang hubungan anaknya dengan Clara yang akhirnya ibunya langsung berpikir untuk menghubungi ibunya Clara dan menanyakan tentang kelanjutannya perjodohan antara anaknya dan Clara.


"iya mba Ella ada apa?" sahut ibunya Clara di balik telpon.


"mba Reva gimana tentang kelanjutan perjodohan anak-anak kita?"


" ya trus berjalanlah mba, ya walaupun butuh proses karena Clara juga butuh waktu untuk bisa menerima atau membuka hati lagi....


sabar dulu ya mba saya akan pelan-pelan meyakinkan putri saya untuk bisa menerima rencana kita"...


"ok "


Orang tua mana yang ingin anaknya bahagia dan itu yang dilakukan ibunya Andrey. Selalu memantau kedekatan Andrey dengan Clara dan berharap putranya bisa lebih dekat lagi bahkan lebih serius lagi.


Andrey mulai tidak nyaman dengan tingkah ibunya yang selalu ingin tahu tentang kedekatan dirinya bersama Clara.


"Ma, Andrey sudah besar Andrey tahu Mama Papa berusaha mendekatkan Andrey sama Clara, tetapi kami juga punya keputusan sendiri, Andrey tidak mau Mama terlalu berharap" ungkap Andrey agar ibunya berhenti untuk menanyakan kedekatanya bersama Clara.


"maksud kamu Clara menolak kamu?"...


"bukan menolak ma, tapi Clara butuh waktu untuk bisa menerima Andrey" penjelasan. Andrey agar ibunya berhenti menanyakannya.


"itu sama aja menolak kamu... ya ampun kekurangan anak mama ini apa ya udah ganteng, mapan, tapi knapa ya Clara belum bisa menerima kamu?" ujar ibunya Clara bingung lalu duduk disofa dengan wajah kecewa.


Andrey tersenyum melihat ibunya dengan duduk disampingnya dan menenangkannya agar ibunya tidak terlalu kecewa.


"sabar ya ma" ucap Andrey menggenggam tangan ibunya.

__ADS_1


'bukan mama yang harus sabar tapi kamu sayang, mama tidak peduli dengan statusnya, mama suka dengan Clara sejak dulu dan sampai detik ini, semoga kamu berjodoh ya dengan Clara"...


"Amiinn"


__ADS_2