AIR MATA CLARA

AIR MATA CLARA
"Air mata Bapak"


__ADS_3

Aku masih mencintai suamiku bagaimanapun juga, aku tidak ingin berpisah dengannya demi anak-anakku tetapi takdir berkata lain dan aku harus terima takdir itu.


Berusaha aku bertahan dan sakit aku terima, dan aku tidak ingin seperti itu lagi aku harus kuat dan aku harus ambil keputusan yang terbaik buat hidupku.


"bapak hanya berdoa untuk kamu nak, semoga keputusan kamu meninggalkan suamimu itu keputusan yang terbaik, mungkin Rio bukan jodoh kamu lagi" ujar bapak yang mulai luluh dan menerima keputusan ku.


"maafkan aku ya pak, mengecewakan bapak"...


"bapak kira Rio itu laki-laki yang baik buat kamu yang bisa membuat kamu bahagia, ternyata bapak salah dia ternyata laki-laki yang membuat anak perempuan bapak menderita" bapak menangis


"sudah pak, ini udah menjadi takdir clara, seperti ini, dan ini salah clara yang tidak bisa bahagiakan mas Rio"...


Tidak pernah sekalipun aku melihat bapak menangis walaupun hanya meneteskan air mata, tapi kali ini bapak menangis melihat anak perempuannya yang rumah tangganya hancur.


"bukan salah kamu yang tidak bisa membahagiakan suamimu, tetapi suamimu yang tidak bisa membahagiakan istrinya" sahut bapak mengusap air matanya.


"bapak doain Clara aja, biar Clara kuat sabar dan ikhlas"...


Aku berusaha tegar dihadapan bapak, agar bapak tidak kuatir dengan apa yang aku hadapi.


Niko memanggilku dan memberitahukan kalau kknya Nara menangis seguk-segukan didalam kamar.


Aku langsung menghampirinya


" Nara kenapa?" tanyaku memeluk Nara


" aku kangen sama papa ma, papa sudah lama nggak dateng kesini, kita pulang aja yuk" jawab Nara menangis.


" papa sibuk makanya belum sempat datang kesini, besok libur kita yang akan datang kerumah dan ajak papa jalan-jalan ya, sekarang Nara jangan nangis lagi, nanti cantiknya hilang loh" ...


"bener ya ma?"...


"iya sayang"...


" aku nggak mau ketemu papa" teriak Niko didepan pintu kamar lalu berlari ke arah dan masuk ke kamar kakek neneknya.


kakek dan neneknya kaget saat pintu dibuka dan dibantingnya.

__ADS_1


"Niko ada apa?"tanya kakek menghampirinya


"aku benci sama papa " jawabnya kesal


kakek dan neneknya saling menatap


"anak jagoan ko bicaranya seperti itu, itu tidak bagus loh, apalagi untuk benci sama papa, itukan papa niko, niko itu harus hormat sama papa mama" nasehat kakeknya dan mengajak duduk ditempat tidur.


"papa jahat papa udah nggak sayang lagi sama aku ka Nara sama mama " ungkap niko dan menangis dipelukan neneknya


"Niko kangen papa ya?" tanya nenek menggoda


Niko terdiam dan menganggukkan kepalanya.


"besok ajak mama untuk bertemu papa y?" ujar nenek dan membaringkan niko diatas kasur lalu neneknya mendongeng supaya cucunya cepat tidur.


Dan kakeknya mengusap rambut niko lalu keluar kamar.


"pak niko?" tanyaku kuatir


"akhir- akhir ini anak-anak suka murung aku kuatir sama mereka "...


"mungkin mereka rindu sama papanya" sahut bapak datar.


"iya bisa jadi begitu, besok aku akan ajak anak-anak pulang kerumah untuk bertemu papanya"...


"semoga akan lebih baik bila mereka bertemu sama papanya"...


"iya pak" sahut ku dengan sedikit perasaan tenang.


...


Pintu rumah sudah terbuka lebar dan ibu mertua menyambutku dengan baik bahkan sekilas aku melihat ibu mertuaku meneteskan air mata, entah air mata bahagia atau air mata kesedihan semoga menjadi baik-baik saja selama aku keluar dari rumah ini.


"omah aku kangen sama omah"ungkap Nara dan Niko


"omah juga sayang, maafin omah ya belum bisa datang kerumah nenek, omahnya repot sama papa"...

__ADS_1


"maafin aku bu, jadi ibu yang repot dengan ulahnya mas Rio"...


"nggak ko clara, bukan salah kamu tapi Rio yang salah dan ibu yang tidak bisa menjadi ibu yang baik untuk memdidik anak ibu agar menjadi suami dan ayah yang baik untuk kalian" ibu mertuaku menangis.


"ibu jangan bicara seperti itu, ibu sudah menjadi ibu yang sangat baik untuk mas Rio, mungkin karena mas Rio saja yang sudah kelewatan dan semoga saja mas Rio bisa berubah." aku memeluk ibu mertuaku yang sudah menua.


"Amiiinn"...


"o iyah bu mas Rio adakan, anak-anak ingin bertemu mas Rio kangen katanya"..


"ada dihalaman belakang" sahut ibu dan membawa Nara dan niko menghampiri papanya.


"yuk kita ke papa, Nara niko kangen ya?" ajak ibu


"mama tunggu disini ya, kalian saja yang bertemu sama papa"..


aku tersenyum melihat anak-anakku berlari kecil menghampiri papanya karena bahagia.


Aku pandang semua isi rumah semuanya sempurna lengkap dan tidak berubah seperti dulu aku masih tinggal dirumah ini bersama anak-anak dan suamiku hidup bahagia tetapi tiba-tiba harus hancur karena suamiku mulai KDRT bahkan yang lebih menyakitkan ternyata suamiku memiliki wanita lain.


Bunga mawar yang tumbuh dihalaman rumahpun tidak seindah dulu kini penuh dengan rumput liar disekelilingnya. padahal bunga itu bunga kesayanganku yang aku tanam dan aku rawat sendiri.


"maafkan ibu ya yang tidak sempat merawat bunga-bunga kamu semuanya layu dan tidak seindah kamu rawat dulu" ujar ibu mengagetkan


"mungkin bunga-bunga ini menandakan seperti perasaan aku bu, layu" aku tersenyum kecewa.


Ibu mertua menggeleng-gelengkan kepalanya dengan raut wajahnya sedih.


" Nara dan niko sedang main sama papanya dihalaman belakang mereka bahagia sekali Rio juga bahagia bertemu sama anak-anaknya" ungkap ibu


"jadi selama ini mas Rio juga merindukan anak-anak bu?"...


"iya, mau kesana gengsi" sahut ibu mertua.


Biarkan saja anak-anakku tetap dekat dengan ayahnya sampai kapanpun dan aku tidak akan pernah menghalangi rasa rindu anak-anakku untuk bertemu dengan ayahnya.


Mereka adalah anak-anaknya dan mas Rio adalah ayahnya mereka, dan aku tidak akan pernah menjauhi mereka dari ayahnya karena bagiku mas Rio adalah ayah yang baik untuk Nara dan Niko walaupun bukan suami yang baik buat aku.

__ADS_1


__ADS_2